Ronaldo adalah striker yang paling dicintai oleh penggemar Inter Milan di akhir 90-an. Keberhasilan Inter memboyong Ronaldo dari Barcelona dengan rekor transfer termahal membuat Inter kembali jadi kandidat serius dalam perburuan gelar juara.
Lihat juga:Pochettino Jangan Mau ke Newcastle |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun cedera demi cedera mulai membatasi penampilannya. berlanjut torehan tiga gol dari delapan laga di musim 1999/2000. Ia cedera lutut saat melawan Lecce pada 1999 dan kemudian cedera lagi ketika baru kembali tampil menghadapi Lazio di April 2000.
Ronaldo bergabung ke Inter Milan dari Barcelona dengan label pemain termahal di dunia. (AFP PHOTO / ANDREU DALMAU / EFE) |
Meski Inter Milan memboyong striker berkualitas seperti Christian Vieri, Nicola Ventola, Hakan Sukur, dan Mohamed Kallon, nama Ronaldo tetap jadi salah satu striker kesayangan suporter Inter Milan.
Di musim 2001/2002, Ronaldo mulai menunjukkan perkembangan pemulihan cedera. Ia mencetak tujuh gol dalam 10 laga di Serie A dan ikut terpilih masuk skuat Brasil untuk Piala Dunia 2002.
Di Piala Dunia 2002, Ronaldo menggila dan mencetak delapan gol untuk membawa Brasil jadi juara. Di saat harapan pendukung Inter Milan melihat Ronaldo dalam kondisi terbaik menyeruak, saat itu pula Ronaldo justru mematahkan hati pendukung Inter Milan.
Ronaldo tampil menggila di Piala Dunia 2002. (AFP PHOTO/Antonio SCORZA) |
Ronaldo yang kemudian terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia 2002 menyatakan alasan Inter Milan mempertahankan Hector Cuper sebagai sebab dirinya pergi ke Real Madrid.
"Saya merasa sangat baik di Inter Milan. Saya mendapatkan cinta yang tak terbatas dari suporter di seluruh dunia. Saya pergi dari Italia karena pelatih yang saat itu ada di Inter. Saya tak bisa melanjutkannya."
"Saya berbicara dengan Massimo Moratti dan berkata padanya:'Saya yang pergi atau dia yang pergi. Kita tak bisa melanjutkan hal ini'. Kisah saya dengan Inter Milan berakhir buruk. Moratti lebih memilih Cuper dibandingkan saya," kata Ronaldo dalam wawancara dengan DAZN, dikutip dari Sempre Inter.
Sosok Roberto Carlos juga jadi salah satu faktor utama Ronaldo tergiur pergi ke Real Madrid.
"Saya pergi ke Real Madrid karena saya memang ingin pergi ke Real Madrid, itu adalah mimpi saya. Roberto Carlos sudah ada di sana dan terus berkata tentang Real Madrid dan pengalamannya di sana."
"Setelah itu saya ingin mencobanya, saya bergabung dengan Real Madrid dan ternyata perasaan yang saya dapat jauh lebih baik dibandingkan yang saya bayangkan," kata Ronaldo.
Statisik Ronaldo di Real Madrid itu tentu yang kemudian menambah luka pendukung Inter Milan, sebelum akhirnya mereka merajai Liga Italia beberapa tahun kemudian. (ptr/jun)
Ronaldo bergabung ke Inter Milan dari Barcelona dengan label pemain termahal di dunia. (AFP PHOTO / ANDREU DALMAU / EFE)
Ronaldo tampil menggila di Piala Dunia 2002. (AFP PHOTO/Antonio SCORZA)