Eks pemain yang berposisi sebagai gelandang itu masih trauma dengan drama gol bunuh diri yang berujung pembunuhan terhadap mantan rekan setimnya, Andres Escobar.
Lihat juga:Pochettino Jangan Mau ke Newcastle |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembunuhan tersebut pun diduga karena kegeraman para pembunuh lantaran insiden gol bunuh diri yang dilakukan mantan bek tengah Kolombia itu.
Mantan gelandang timnas Kolombia, Carlos Valderrama (tengah). (AFP PHOTO / OMAR TORRES) |
Escobar berusaha menghalau tendangan penyerang tim Paman Sam, John Harckes. Namun, bola yang mengenai kakinya malah mengarah ke gawang timnya sendiri dan kebobolan.
Rentetan peristiwa kelam itu pula yang sulit diusir dari ingatan Valderrama, rekan setim Escobar.
"Tak pernah terjadi sebelumnya di belahan bumi manapun kejadian seperti ini [pembunuhan terhadap pesepakbola karena hasil di lapangan]," ungkap Valderrama kepada Fox Sport dikutip dari El Universo.
"Itu momen yang menyedihkan. Kami tersingkir [dari Piala Dunia 1994]. Mereka [ofisial tim] menawarkan kami dua pilihan, kembali ke Kolombia atau bertahan untuk sementara di Amerika Serikat. Saya pilih bertahan."
"Kemudian ketika saya berada di pesawat untuk pulang [ke Kolombia]. Hari itu pula terjadi pembunuhan terhadap Andres [Escobar]. Pramugari pun sempat memberitahu saya terjadi pembunuhan terhadap rekan setim saya timnas di Kolombia," ujar Valderrama.
"Saya masih terguncang. Saya sangat gelisah di kursi pesawat. Dia [pramugari] tidak mau memberitahu saya bahwa itu adalah Andres Escobar [ketika itu]."
"Waktu berlalu dan saya tidak bisa melupakannya hingga sekarang. Hanya karena permainan sepak bola di lapangan, mereka tega menghabisi Anda," terang El Pibe, julukan Valderrama.
[Gambas:Video CNN]
(bac/ptr)
Mantan gelandang timnas Kolombia, Carlos Valderrama (tengah). (AFP PHOTO / OMAR TORRES)