Parma di masa itu dikenal sebagai tim bertabur bintang. Tim yang bermarkas di Stadion Ennio Tardini itu terbiasa bersaing di zona papan atas Serie A dan cukup akrab dengan gelar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesuksesan Parma tidak lepas dari peran Parmalat, perusahaan Italia milik Calisto Tanzi yang memproduksi susu dan makanan. Gelontoran uang dari Parmalat membuat Parma bisa sesuka mereka mendatangkan pemain bintang.
Parma dua kali mengangkat trofi Piala UEFA. (AFP/BORIS HORVAT) |
Nama-nama tenar macam Nestor Sensini, Fabio Cannavaro, Fernando Couto, dan Lilian Thuram juga pernah memperkuat lini belakang Parma yan disegani tim-tim lawan. Tak ketinggalan pula pemain seperti Juan Veron, Dino Baggio, Alain Boghossian, dan Tomas Brolin di lini tengah.
Lini depan Parma juga tidak kalah mengilap. Penyerang mungil Gianfranco Zola sempat bermain selama tiga musim dengan seragam Parma sebelum memutuskan pindah ke klub Liga Inggris, Chelsea.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, terdapat pula nama-nama penyerang haus gol seperti Enrico Chiesea, Faustino Asprilla hingga salah satu penyerang asing terbaik yang pernah bermain di Italia, Hernan Crespo.
Sederet nama-nama tenar di atas bisa tampil menawan berkat racikan taktik Nevio Scala, Carlo Ancelotti, hingga Alberto Malesani. Scala sendiri merupakan pelatih yang berperan penting di balik keberhasilan Parma promosi ke Serie A pada 1990.
Parma yang tergolong anak baru di Serie A juga menjelma sebagai tim kandidat scudetto di setiap musimnya. I Gialloblu bersaing dengan tim-tim yang punya tradisi besar macam Juventus, AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Lazio, hingga Fiorentina.
Namun, masa-masa jaya Parma itu memudar seiring kepergian para pemain bintang macam Hernan Crespo, Gianluigi Buffon, Lilian Thuram, hingga Fabio Cannavaro pada awal tahun 2000-an.
Pada April 2004, Parma dinyatakan pailit setelah krisis yang dialami Parmalat sebagai penyokong utama tim. Sang pemilik Tanzi terbelit skandal finansial dan Parma yang jadi kekuatan besar di Italia langsung oleng.
Tiga tahun berselang Parma diambil alih pengusaha Tommaso Ghirardi. Di era Ghirardi lagi-lagi persoalan salah urus klub kembali terjadi.
Hebatnya walau sempat terpuruk, Parma hanya butuh tiga tahun untuk terus naik kasta hingga akhirnya menggenggam tiket promosi ke Serie A tahun 2018. Hanya saja wajah Parma saat ini sudah sangat berbeda dengan di masa lalu ketika skuat mereka jadi salah satu yang terbaik di Serie A. (jal/har)
Parma dua kali mengangkat trofi Piala UEFA. (AFP/BORIS HORVAT)