Brendan Rodgers dan anak asuhnya waktu itu unggul lima poin atas Chelsea dan enam poin atas Manchester City.
Pada pekan ke-36, yang berlangsung 27 April 2014, The Reds menjalani laga akbar melawan Chelsea di Anfield. Laiknya pertandingan klub papan atas, tensi tinggi terjadi. Perebutan bola, tekel, upaya menciptakan peluang, hadir menit demi menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah hari paling sulit yang saya alami dan masih terasa sampai saat ini. Tidak peduli apa yang terjadi sampai hari kematian saya itu akan menjadi hari yang paling sulit dalam hidup saya karena sulit untuk menghapusnya. Itu adalah waktu yang sulit," ujar Gerrard dikutip dari Sky Sports.
Steven Gerrard (kanan) merupakan bagian penting Liverpool di era 2000-an. (AFP PHOTO / ANDREW YATES) |
Lewat sepakan kaki kanan dari luar kotak penalti, Ba menaklukkan Simon Mignolet yang berupaya mengadang bola. Chelsea memimpin 1-0 ketika babak pertama usai.
Upaya bangkit di babak kedua tak juga berujung gol bagi Liverpool. Alih-alih mencetak gol penyama kedudukan, gawang Mignolet bobol untuk kali kedua.
[Gambas:Video CNN]
Gol The Blues yang kedua melibatkan sosok penyerang yang pernah dielu-elukan fan Liverpool, Fernando Torres.
Proses gol pada pengujung laga tersebut mirip seperti gol Ba. Bedanya, dalam kesempatan kali ini ada dua orang pemain Chelsea lolos masuk ke daerah pertahanan Liverpool yang lowong.
Torres menggiring bola masuk ke kotak penalti. Sementara Willian bergerak tanpa bola di sebelah kanan Torres. Bola lantas disodorkan Torres kepada Willian yang menyepak si kulit bulat tanpa hambatan ke dalam gawang tuan rumah. Liverpool kalah 0-2.
Kekalahan tersebut sebenarnya tidak berarti Liverpool kehilangan gelar. Hanya saja Gerrard dan kawan-kawan kembali gagal meraih poin pada pekan ke-37. Sementara itu Man City berhasil memanfaatkan laga-laga akhir musim dengan baik dan menyalip Liverpool serta Chelsea.
Man City meraih gelar dengan perolehan 86 poin pada akhir musim, unggul dua angka atas Liverpool yang batal mengukir sejarah di era Liga Primer. (nva)
Steven Gerrard (kanan) merupakan bagian penting Liverpool di era 2000-an. (AFP PHOTO / ANDREW YATES)