Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran covid-19, yang membuat latihan SSB terpaksa diliburkan, turut menguras isi dompet Amsori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang transport dari manajemen SSB Benteng Muda setiap akhir pekan sebesar Rp100 ribu yang biasanya ia sisihkan per bulan untuk membayar cicilan motor sebesar Rp1.046.000 tak lagi diterimanya.
SSB cukup banyak ditemui di daerah Jabodetabek. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo) |
"Terakhir saya bayar cicilan motor itu bulan Maret. Setelah itu saya ajukan relaksasi untuk enam bulan. Jadi saya dapat relaksasi dua bulan, Juni nanti tanggal 18 baru saya bayar lagi. Ini belum tahu bagaimana bayarnya," kata Amsori kepada CNNIndonesia.com.
"Alhamdulillah, bank juga memberikan penangguhan enam bulan. Jadi ya semoga corona ini cepat selesai, cepat normal supaya urusannya juga jadi gampang semua," harap Amsori.
Gara-gara corona, Amsori juga batal mengikuti pelatihan untuk mengambil lisensi kepelatihan D Nasional yang rencanaya digelar di Palembang mulai 9 April lalu. Meski begitu, pelatih 41 tahun itu berusaha untuk ikhlas dan sabar menghadapi setiap ujian hidupnya.
Di tangan Amsori, pemain-pemain berbakat telah dipolesnya. Terbukti, beberapa pemain binaannya kini sudah tampil di kompetisi Elite Pro Academy U-16 buatan PSSI.
Beberapa nama lain juga pernah mencicipi tangan dingin Amsori saat melatih. Misalnya, Fahrial Samudra pemain Barito Putra U-16 serta Aria Ragael Simran, yang memperkuat PS Tira di musim 2019.
Kini, Amsori dan enam pelatih lain di SSB Benteng Muda berharap wabah virus corona segera berlau. Tawa riang anak asuhnya saat berlatih di lapangan sudah membuatnya rindu, juga honor yang biasa digunakannya buat melunasi cicilan.
[Gambas:Video CNN]
(ttf/bac)
SSB cukup banyak ditemui di daerah Jabodetabek. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)