Setelah mengadakan konsultasi dan diskusi BWF, Asosiasi Badminton Denmark, panitia pelaksana dan pemerintah lokal memastikan penyelenggaraan pada bulan Oktober adalah solusi terbaik di tengah pandemi virus corona.
"Tujuan utama kami adalah kesehatan, keamanan dan kesejahteraan atlet, staf, sukarelawan, juri, dan seluruh komunitas badminton," ujar Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang tampil sebagai juara bertahan Piala Thomas. (Romeo Gacad/AFP) |
"Kami percaya kami bisa mengadakan kejuaraan yang aman dan sukses pada tanggal yang baru, 3-11 Oktober, sementara kami akan melakukan pengawasan dengan cermat jika keadaan berubah lagi," ujar Lund.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia pun sudah mendapat kabar pengunduran jadwal Piala Thomas dan Uber, namun belum mendapat surat pemberitahuan secara resmi.
"Sampai sekarang kami belum dapat surat pemberitahuan dr BWF via email. Mau tidak mau kan kami harus terima," ujar Sekjen PBSI Achmad Budiharto.
Selain menunggu pemberitahuan resmi mengenai pengunduran Piala Thomas dan Uber, PBSI juga masih menunggu kepastian jadwal kejuaraan lain yang belum dikeluarkan BWF.
"Sekarang belum ada yang tahu ada turnamen apa saja sampai ke Oktober nanti karena banyak event yang ditunda dan masih antri giliran."
"Masing-masing national federation coba negosiasi dengan BWF soal jadwal turnamen.
Karena kan banyak faktor, mulai faktor persiapan, lapangan, kepesertaan, kondisi internasional dan nasional. Sebab itu kita masih tunggu BWF soal jadwal," tutur Budiharto. (nva/har)
Jepang tampil sebagai juara bertahan Piala Thomas. (Romeo Gacad/AFP)