Hopkins merupakan salah satu mantan petinju top dunia dari Amerika Serikat. Karier Hopkins sebagai salah satu petinju hebat di kelas menengah justru berawal dari pengalamannya pernah masuk penjara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bernard Hopkins saat menang TKO atas Felix Trinidad pada 29 September 2001. (TIMOTHY A. CLARY / AFP) |
"Anda benar-benar harus berkamuflase menutupi kelemahan Anda, jangan sampai tampak. Anda tak akan pernah memberitahu orang lain bahwa Anda ketakutan," terang Hopkins.
Hopkins benar-benar merasa putus asa saat itu karena harus merasakan kerasnya kehidupan penjara di masa muda.
"Penjara itu seperti sebuah miniatur kehidupan kejahatan di dunia. Jika Anda ingin menjual narkoba, bisa dari sana. Jika ingin berjudi, juga bisa. Penjara lebih mirip kehidupan jalanan yang amat keras," ujar Hopkins.
Meski demikian, Hopkins tak ingin kehidupannya berakhir di penjara. Dia kemudian harus belajar bela diri termasuk tinju. Awalnya murni agar bisa balik melawan ketika mendapat kekerasan fisik.
Sebagai anak muda, Hopkins tak jarang digebuk dan dikeroyok para narapidana yang lebih kuat darinya.
Dikutip dari Ring TV, Hopkins belajar teknik tinju dari mantan petinju Michael 'Smokey' Wilson yang juga masuk bui. Wilson saat itu menjalani masa pidana seumur hidup karena menembak mati bocah 15 tahun.
Bernard Hopkins banyak terinspirasi dari Muhammad Ali. (Ethan Miller/Getty Images/AFP) |
"Ketika Anda muncul dari sebagai orang yang bukan siapa-siapa, bukan hal mudah untuk disiplin dan mengubah hidup Anda. Satu-satunya yang saya lakukan adalah bertinju karena memang apa yang bisa Anda lakukan dalam penjara?"
"Penjara mengajarkan saya untuk memanfaatkan kesempatan setiap detik. Ketika Anda di penjara, Anda harus membuang waktu. Mungkin jika saya tidak dipenjara, tak akan mendapatkan kedisiplinan seperti ini," kata Hopkins.
Bukan hanya menjadi petinju, di penjara itu pula spiritualitas Hopkins berubah drastis. Dari seorang berandal, dia menjadi sosok religius.
Hopkins memutuskan menjadi mualaf usai keluar dari penjara. Selama di tahanan, dia banyak mempelajari islam dari sejumlah rekan sesama tahanan.
[Gambas:Video CNN]
The Executioner juga banyak membaca buku-buku tentang islam termasuk Alquran terjemahan untuk mengenal islam.
Kedisiplinan dan pencerahan spiritual di dalam penjara itu pula yang membuatnya memiliki mental kuat sebagai petinju.
Selama kurang lebih satu dekade, Hopkins berjaya sebagai petinju kelas menengah. Dia mencatatkan rekor sebagai petinju yang 20 kali mempertahankan gelar juara di kelas tersebut.
Dia juga menjadi petinju pertama yang meraih gelar juara dari empat organisasi bergengsi.
Usai salat jenazah, Hopkins begitu menggebu-gebu menceritakan sosok inspiratif Muhammad Ali kepada seorang bocah dalam sebuah video di kanal Youtube ES News.
"Pengaruh Ali bagi dunia dan kampung halaman kamu, untuk memahami bahwa kalian spesial dan hebat. Kalian bisa menjadi Muhammad Ali berikutnya, mungkin di lingkungan rumah, komunitas, perusahaan, menginspirasi sesama."
"Di situlah kamu mewarisi semangat Muhammad Ali. Saling membantu dan menjaga keluarga, saudara-saudara kamu, dan sesama manusia," demikian ucap Hopkins kepada sang bocah.
"Saya bukan siapa-siapa yang kalah pada debut tinju profesional saya [pada 1988], pernah dipenjara, dan sekarang berada di sini [pemakaman Muhammad Ali di Louisville, Kentucky] atas undangan keluarga dari Raja Tinju. Saya hadir bersama mantan Presiden AS Bill Clinton, senator, anggota parlemen, dan sederet nama terkenal lainnya," tulis Hopkins dikutip dari Philly Voice. (bac/jun)
Bernard Hopkins saat menang TKO atas Felix Trinidad pada 29 September 2001. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)
Bernard Hopkins banyak terinspirasi dari Muhammad Ali. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)