Duet Batistuta dengan Rui Costa dimulai pada musim 1994/1995. Ketika itu Fiorentina baru promosi usai juara Serie B.
Di musim itu Fiorentina dilatih Claudio Ranieri. Pada bursa transfer awal musim, juara Liga Italia dua kali tersebut merekrut Rui Costa dari Benfica.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian pada musim tersebut Batistuta jadi top skor Liga Italia dengan koleksi 26 gol, sementara Rui Costa mengemas sembilan gol. Kombinasi keduanya merupakan yang tersubur di Liga Italia pada musim tersebut.
Di musim berikutnya performa Fiorentina lebih baik dengan berada di peringkat keempat klasemen akhir Serie A. Tetapi, jumlah gol Batistuta tidak sebanyak musim sebelumnya, begitu juga dengan gol dan assist Rui Costa.
Pada dua musim berikutnya pasang surut kembali dialami Fiorentina. Berada di peringkat kesembilan pada musim 1996/1997 dan di posisi kelima di musim 1997/1998. Tidak ada trofi pada dua musim itu.
Perombakan terjadi di skuat Fiorentina di musim 1998/1999. Nama-nama macam Toldo, Batistuta, Rui Costa, Edmundo yang dibeli pada 1997 dipertahankan.
Giovanni Trapattoni yang jadi pelatih Fiorentina di musim 1998/1999 mendatangkan sejumlah nama baru: Thomas Repka, Jorg Heinrich, hingga Guilermo Amor.
[Gambas:Video CNN]
Skuat tersebut menjadikan Fiorentina sebagai kekuatan baru di Serie A. I Gigliati pun dinobatkan sebagai kandidat juara bersama Milan dan Lazio. Tidak hanya itu, performa Batistuta dengan Rui Costa juga kian mengerikan bagi rival.
Tiga tim teratas pada musim sebelumnya: Juventus, Inter Milan, dan Udinese dilibas Fiorentina di putaran pertama. Juara bertahan Juventus dibungkam 0-1, Inter kalah 1-3, dan Udinese takluk 0-1.
Total 18 pekan Francesco Toldo dan kawan-kawan berada di puncak klasemen di musim 1998/1999. Pada musim itu, Batistuta dan Rui Costa masuk ke dalam tiga besar duet maut di Serie A.
Batistuta-Rui Costa berada di peringkat ketiga dengan koleksi 31 gol (Batistuta 21 gol, Rui Costa 10 gol). Keduanya di bawah Oliver Bierhoff dan Leonardo dari Milan dengan jumlah gol yang sama. Duet terbaik jadi milik duo Udinese Marcio Amoroso-Roberto Sousa dengan torehan 33 gol.
Tampil di Liga Champions 1999/2000 membuat manajemen Fiorentina menambah kekuatan. Enrico Chiesa dan Abel Balbo didatangkan dari Parma, berikut Angelo Di Livio dari Juventus.
Tidak cukup dengan Chiesa dan Batistuta di lini depan, Fiorentina memboyong Predrag Mijatovic dari Real Madrid.
Lihat juga:Mike Tyson Selalu Takut Sebelum Naik Ring |
Musim 1999/2000 adalah yang terakhir bagi Batistuta di Stadion Artemio Franchi sebelum pindah ke AS Roma pada musim berikutnya. Satu tahun kemudian giliran Rui Costa yang hengkang ke Milan di musim 2001/2002.
Rui Costa lebih dahulu mempersembahkan Coppa Italia kedua untuk Fiorentina pada musim 2000/2001 usai mengalahkan Parma dengan agregat 2-1. (sry/har)
