Deretan Pemain Hebat yang Gagal Jadi Pelatih

CNN Indonesia | Sabtu, 02/05/2020 13:45 WIB
Thierry Henry, new coach of the football club of Monaco, walks past journalists as part of a press conference in Monaco, on October 17, 2018. (Photo by Valery HACHE / AFP) Thierry Henry pernah dipecat AS Monaco. (Valery HACHE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sukses sebagai pesepakbola tidak memberikan jaminan akan hebat ketika menjadi pelatih. Berikut deretan pelatih yang sejauh ini gagal meski memiliki kesuksesan saat jadi pemain.

Sejumlah pelatih terbilang berhasil bersama klub-klub besar Eropa saat ini, meski tidak memiliki kejayaan ketika aktif bermain.

Mulai dari Jurgen Klopp bersama Liverpool, Jose Mourinho di Tottenham Hotspur, Arsene Wenger, hingga Sir Alex Ferguson, merupakan pelatih-pelatih yang tidak mempunyai nama besar sebagai pemain.


Namun sebaliknya, beberapa pelatih yang tenar saat jadi pemain juga belum mendapatkan kesuksesan hingga kini. Nama besar ketika jadi pemain tidak menjamin memberikan keberhasilan saat meniti karier sebagai pelatih.

Berikut 5 pelatih yang gagal meski sukses ketika menjadi pemain dikutip dati Sportskeeda:

1. Thierry Henry

Henry merupakan salah satu pemain 'impor' tersukses di Liga Inggris. Bersama Arsenal, Henry meraih enam trofi. Kesuksesan pemain asal Prancis itu bertambah ketika pindah ke Barcelona dengan mengangkat 7 piala termasuk gelar Liga Champions.

[Gambas:Video CNN]

Henry juga berhasil bersama timnas Prancis dengan juara Piala Eropa dan Piala Dunia. Namun ketika jadi pelatih, Henry hanya tiga minggu melatih AS Monaco sebelum dipecat. Kini dari lima pertandingan bersama Montreal Impact, Henry hanya meraih satu kemenanga, 3 kali imbang, dan sekali kalah.

Alan Shearer bawa Newcastle terdegradasi.Alan Shearer bawa Newcastle terdegradasi. (AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS)

2. Alan Shearer

Shearer merupakan top skor sepanjang masa Premier League hingga saat ini dengan koleksi 260 gol. Puncak kariernya ketika membawa Blackburn Rovers juara Liga Inggris 1994/1995. Akan tetapi, ketika menangani Newcastle United, Shearer justru membawa klub tersebut degradasi.

Kesuksesan Diego Maradona sebagai pemain tidak menular ke pelatih.Kesuksesan Diego Maradona sebagai pemain tidak menular ke pelatih. (AFP PHOTO / Ben STANSALL)
3. Diego Maradona

Maradona juga termasuk pelatih yang belum memberikan gelar untuk klub atau tim yang dilatihnya. Mulai dari Racing Club, Al Wasl, Fujairah, Dorados de Sinaloa, hingga timnas Argentina.

Bahkan, Gimnasia La Plata yang dilatihnya saat ini sedikit beruntung bisa terbebas dari ancaman degradasi karena Liga Argentina dihentikan total. Padahal, saat jadi pemain Maradona mengoleksi 10 trofi bersama Boca Juniors, Barcelona, Napoli, dan timnas Argentina, termasuk Piala Dunia 1986.

4. Gary Neville

Gary Neville termasuk pemain yang bersinar dengan Manchester United. Trofi Liga Inggris hingga Liga Champions pernah diraih Neville. Namun, kesuksesan sebagai pemain tidak menular ke jabatan pelatih.

Neville hanya tiga bulan melatih Valencia sejak Desember 2015 dan dipecat pada Maret 2016. Ia juga tidak bisa berbahasa Spanyol saat menangani Valencia.

5. Bobby Charlton

Sir Bobby Charlton besar bersama MU dan juga timnas Inggris. Piala Dunia 1966, Liga Inggris, dan Liga Champions pernah diraih Charlton. Akan tetapi, ketika menangani Preston North End, Charlton hanya memberikan klub tersebut satu kemenangan dari 42 laga di liga dan terdegradasi ke Divisi Tiga.

Bahkan Preston North End juga harus menanggung sanksi pengurangan pemain karena dianggap menggunakan pemain yang tidak memenuhi syarat. (sry/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK