Materazzi menyulut kemarahan Zidane yang kemudian menanduk dirinya di babak perpanjangan waktu. Zidane mendapat kartu merah dan Italia akhirnya jadi juara Piala Dunia 2006 lewat drama adu penalti.
Lihat juga:Aguero Sebut Alasan Van Dijk Sulit Dilewati |
Materazzi membantah ia menghina ibu Zidane dalam insiden tersebut meski mengakui bahwa ia memang terlibat dalam perang kata dengan Zidane.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zinedine Zidane saat diusir keluar lapangan usai menanduk Marco Materazzi. (AFP/ROBERTO SCHMIDT) |
"Setelah ia mencetak gol pertama Prancis, saya diminta pelatih untuk menjaga dirinya. Setelah benturan pertama di antara kami, saya meminta maaf namun reaksi dia sangat buruk."
Materazzi menekankan ia tak mungkin menghina ibu Zidane karena ia sudah kehilangan ibu saat remaja.
"Kata-kata saya memang bodoh namun saya tak layak mendapatkan reaksi seperti itu. Saya membicarakan saudara perempuannya bukan ibunya, seperti yang saya baca di sejumlah surat kabar."
"Ibu saya meninggal saat saya masih remaja sehingga saya tak akan melakukan penghinaan seperti itu," ujar mantan bek Inter Milan ini.
[Gambas:Video CNN]
Materazzi sendiri mengaku cukup beruntung tidak dalam kondisi siap menghadapi tandukan Zidane.
"Tandukan Zidane? Saya tidak menduga saat itu. Saya beruntung pada saat itu terkejut dengan aksi Zidane karena bila saya sudah bersiap terhadap aksi tersebut, saya yakin bahwa kami berdua akan keluar lapangan," kata Materazzi.
Lihat juga:Vinales Menangkan MotoGP Virtual GP Spanyol |
Materazzi merupakan salah satu bintang Italia di Piala Dunia 2006. Materazzi mencetak gol penyama kedudukan di babak final setelah Italia tertinggal lewat gol penalti Zidane.
Materazzi sukses melaksanakan tugasnya sebagai algojo penalti dan membawa Italia menjadi juara Piala Dunia untuk yang keempat kalinya. (ptr)
Zinedine Zidane saat diusir keluar lapangan usai menanduk Marco Materazzi. (AFP/ROBERTO SCHMIDT)