Sejak Ferguson bersedia menghadapi Gaethje sebagai petarung pengganti di UFC 249, hal itu juga sudah merupakan kerugian bagi Ferguson. Tidak ada keuntungan yang didapat Ferguson dalam perebutan sabuk interim tersebut, kecuali keuntungan finansial dalam bayaran tampil dari UFC.
Lihat juga:Rossi Gabung Petronas Yamaha Bukan Aib |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tony Ferguson butuh waktu lebih panjang untuk menghadapi Khabib Nurmagomedov. (AFP/Steven Ryan) |
Namun di balik kekalahan tersebut, hal paling merugikan bagi Ferguson adalah tertutupnya jalan duel lawan Khabib Nurmagomedov dalam waktu dekat.
Dengan Gaethje menyandang status sebagai juara interim, Gaethje akan mendapat prioritas untuk lebih dulu melawan Khabib. Sementara itu Ferguson harus kembali mengatur ulang perjalanan untuk menjadi penantang utama.
Duel Khabib vs Ferguson sendiri selama ini dipercaya sebagai duel terbaik yang patut ditunggu di kelas ringan UFC. Namun melihat Ferguson dihajar habis-habisan oleh Gaethje, predikat itu mulai luntur dan 'nilai jual' Ferguson pun menurun drastis sebagai lawan yang sepadan bagi Khabib.
Sebelum ini, 'nilai jual' Ferguson terangkat tinggi berkat rekor 12 laga tak terkalahkan serta statusnya sebagai petarung hebat yang mampu memenangkan sejumlah pertandingan berdarah.
[Gambas:Video CNN]
Dalam kondisi seperti ini, 'nilai jual' Ferguson bahkan ada di bawah Conor McGregor yang memang tetap populer dan diminati meski telah kalah dari Khabib di 2018.
Ferguson paling cepat butuh satu duel lain sebelum kembali punya kesempatan menghadapi Khabib. Duel itu mungkin membuatnya bakal dipertemukan oleh Conor McGregor yang juga tengah memburu jalan menuju titel perburuan gelar.
Tony Ferguson butuh waktu lebih panjang untuk menghadapi Khabib Nurmagomedov. (AFP/Steven Ryan)