Lorenzo Ungkap Alasan Rossi dan Marquez Tak Akur di MotoGP

CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2020 11:03 WIB
Repsol Honda Moto GP's Spanish rider Marc Marquez listens next to Movistar Yamaha Moto GP's Italian rider Valentino Rossi (R) during a press conference ahead of the Moto GP Czech Grand Prix in Brno, Czech Republic on August 1, 2019. (Photo by Michal CIZEK / AFP) Marc Marquez dan Valentino Rossi. (Michal CIZEK / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juara dunia MotoGP tiga kali Jorge Lorenzo mengungkap alasan Valentino Rossi dan Marc Marquez tidak pernah akur hingga saat ini di MotoGP.

Perseteruan Rossi dan Marquez menjadi salah satu hal yang membuat MotoGP menarik dalam beberapa tahun terakhir. Kedua pebalap tidak akur setelah beberapa kali insiden di atas trek.

Lorenzo dalam wawancara dengan BT Sport meyakini hubungan Rossi dan Marquez sudah tidak bisa diperbaiki sejak insiden di MotoGP Argentina 2015. Ketika itu Marquez terjatuh setelah bersaing ketat dengan Rossi dua lap sebelum balapan usai.


"Hubungan baik Rossi dan Marquez berhenti pada balapan MotoGP Argentina 2015. Rossi sadar dia punya peluang menjadi juara dunia musim itu. Rossi tidak punya pilihan yang jelas, saya pikir itu kali pertama sejak 2009, dia punya peluang terakhir menjadi juara dunia MotoGP," ujar Lorenzo dikutip dari Marca.

"Mereka bersentuhan di tikungan. Marquez berpikir kesalahan ada di Rossi, dan mulai momen itu hubungan mereka berubah. Hubungan mereka tidak pernah sama lagi seperti sebelumnya," ucap Lorenzo.

Pada MotoGP Argentina 2015, Marquez terjatuh setelah menyenggol roda belakang Rossi usai melewati tikungan lima. Rossi menjadi pemenang dan Marquez gagal finis.

[Gambas:Video CNN]
Hubungan kedua pebalap semakin memburuk setelah Rossi menuduh Marquez membantu Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015. Rossi kemudian dihukum start dari posisi belakang di seri penentuan MotoGP Valencia karena dianggap membuat Marquez jatuh di MotoGP Malaysia.

Meski muncul klaim dari Rossi, Lorenzo tetap menganggap pantas menjadi juara dunia MotoGP 2015. Salah satu alasan Lorenzo adalah mantan pebalap Ducati dan Repsol Honda itu meraih kemenangan lebih banyak daripada Rossi di musim tersebut.

"Saya yang tercepat. Musim itu saya meraih kemenangan, pole, dan lap tercepat lebih banyak daripada pebalap lain. Saya pantas menjadi juara. Saya bukan juara yang tidak pernah menang atau hanya menang satu atau dua kali. Saya menang tujuh balapan," ujar Lorenzo.

Sempat sedikit membaik, hubungan Rossi dan Marquez kembali memburuk karena insiden di MotoGP Argentina 2018. Ketika itu Marquez menyenggol Rossi hingga terjatuh. Permintaan maaf Marquez hingga kini tidak diterima The Doctor.

Lorenzo saat ini berstatus sebagai pebalap tes Yamaha di MotoGP 2020. (har/ptr)