Baru-baru ini, film serial The Last Dance yang menceritakan sisi lain seorang legenda NBA tengah populer di masa pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lineker didampingi rekannya Queeney untuk menjamu Jordan dan kawan-kawan. Tak jelas apakah Queeney mengetahui kebiasaan Jordan berjudi, tapi rekan Lineker itu mencoba menatang Jordan bertaruh.
Michael Jordan telah hobi bertaruh sejak masa remaja. (VINCE BUCCI / AFP) |
"Jadi, Michael, apakah Anda mau melakukan sedikit taruhan?" kata Queeny seperti diceritakan Lineker.
"Tentu, bung," kata Jordan menjawab tantangan Queeny dengan cepat. "Berapa banyak yang ingin kau mainkan," timpal Queeny. "Apa pun yang membuatmu merasa tidak nyaman, kawan," kata Jordan.
Meski belum jelas siapa yang jadi pemenangnya di Sunningdale, yang pasti momen tersebut menjadi bukti betapa Jordan sangat menikmati berjudi.
Pada 2019, beredar sebuah cek senilai 5 dolar AS yang ditulis Jordan ke sesama mahasiswa di Universitas North Carolina pada 1982, untuk dilelang.
Uang tersebut dimenangkan pada sebuah pertandingan biliar dan mahasiswa tersebut. Temannya itu meminta Jordan menulis cek karena ia sudah memprediksi MJ akan menjadi bintang di masa depan.
[Gambas:Video CNN]
Kebiasaan itu ternyata berlanjut hingga resmi jadi pemain NBA. Saat bermain untuk Washington Wizard di pengujung kariernya, Jordan pernah ditantang adu penalti oleh seorang rookie, Jamal Crawford.
Semula Jordan menang dalam duel adu penalti tiga pon dan memenangkan 1.000 USD. Tapi, Crawford menaikkan taruhan dan memenangi 5.000 USD.
Meski demikian, Jordan menegaskan tidak memiliki kecanduan judi. "Tidak, karena saya bisa berhenti berjudi. Saya hanya memiliki masalah persaingan atau kompetitif," ujarnya. (jun/jal)
Michael Jordan telah hobi bertaruh sejak masa remaja. (VINCE BUCCI / AFP)