Hasani mengatakan bakal ada enam agenda yang dibahas di RUPS Luar Biasa PT LIB atas permintaan dari klub selaku pemegang saham.
"Permintaan pertama klub adalah laporan kegiatan LIB selama Februari sampai Mei 2020. Kedua, laporan keuangan mulai Februari sampai Mei. Ketiga, proyeksi bisnis di 2020 dalam menghadapi pandemi, bagaimana dan apa yang harus dilakukan LIB. Keempat, kelanjutan kompetisi dan mengenai subsidi kepada klub. Kelima, ada pengunduran diri dari salah satu komisaris LIB dan terakhir hal-hal lain yang diperlukan atas permintaan saat RUPS," ucap Hasani kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persiraja Banda Aceh menyatakan siap melanjutkan kompetisi di tengah pandemi virus corona. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww) |
Menurut Hasani, yang juga menjabat sebagai komite eksekutif PSSI, jika setelah 29 Mei kondisi Indonesia sudah baik dan pemerintah memperbolehkan kegiatan olahraga maka target melanjutkan liga bisa terwujud. Sedangkan hingga kini wabah virus corona masih belum terlihat adanya penurunan yang siginifikan.
"Maka, kemarin diambil keputusan kalau setelah 29 Mei ini pemerintah memperpanjang [status masa darurat] berarti penyetopan kompetisi ini otomatis ikut diperpanjang lagi," ujarnya.
LIB maupun PSSI, juga memberikan tiga opsi pilihan untuk nasib kompetisi yang sampai saat ini disebut masih dalam tahap pembahasan. Pertama, jika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 dibatalkan secara total maka PSSI akan mengeluarkan surat pembatalan dengan alasan force majeure.
Sementara opsi kedua adalah mengganti kompetisi yang dihentikan total dengan turnamen.
Lihat juga:Jadwal UFC: Overeem vs Harris |
"Ketiga, kalau Juni virus ini mereda, Juli normal lagi, ada pikiran untuk memulai kembali kompetisi pada September. Klub mulai persiapan di Agustus. Beberapa klub setuju, seperti Persija dan Arema tapi itu belum jadi keputusan," ungkap Hasani.
Secara terpisah, Direktur Madura United Haruna Soemitro mengatakan melanjutkan atau menghentikan kompetisi bukan menjadi kapsitas LIB sebagai operator. Tapi, PSSI sebagai pemegang kebijakan.
"Usulan saya sejak awal itu kompetisi berhenti. Tidak ada yang namanya jalan tanpa penonton atau apapun. Sekarang kita harus berpikir tentang keselamatan orang lain bukan untuk hiburan. Kita fokus saja menatap kompetisi 2021," tegas Haruna. (ttf/ptr)
Persiraja Banda Aceh menyatakan siap melanjutkan kompetisi di tengah pandemi virus corona. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww)