Briggs punya rambut panjang gimbal yang membuat dirinya berbeda dari petinju kebanyakan yang berambut pendek atau bahkan tanpa rambut. Saat bertanding, rambut gimbal yang berada di bagian tengah kepala itu diikat agar tak mengganggu pergerakannya.
Briggs menjalani debut pada tahun 1992 sehingga ia berada di generasi sedikit di bawah Mike Tyson, Evander Holyfield, dan Lennox Lewis yang memulai debut di 80-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duel Briggs lawan Wilson diwarnai tukar pukulan sejak awal pertandingan. Namun di ronde ketiga, kombinasi pukulan Wilson mendarat telak dan membuat Briggs terkapar.
Shannon Briggs bakal jadi lawan Mike Tyson dalam laga ekshibisi. (GENYA SAVILOV / AFP) |
Setelah kalah dari Wilson, Briggs bangkit dengan memenangkan lima laga, termasuk duel lawan petinju veteran, George Foreman. Kemenangan atas Foeman itu mengantar Briggs bertemu Lennox Lewis di 1998. Laga ini merupakan penentuan karier Briggs. Bila menang lawan Lewis, karier Briggs bisa lebih bersinar.
Briggs akhirnya takluk di ronde kelima setelah jatuh untuk ketiga kalinya di pertandingan tersebut.
Gagal menembus persaingan elite di era 90-an, Briggs akhirnya bisa jadi juara kelas berat WBO di tahun 2006 ketika menang lawan Siarhei Liakhovich. Saat itu usia Briggs sudah 35 tahun. Briggs menang TKO di ronde ke-12 usai pukulan kanan dari Briggs membuat Liarkovich terjungkal ke meja juri.
Briggs langsung kehilangan gelar WBO tersebut karena kalah dari Sultan Ibragimov di pertandingan berikutnya. Briggs sempat mendapat kesempatan dalam perebutan gelar juara dunia lawan Vitali Klitschko di 2010 namun kalah angka di laga tersebut.
Briggs saat ini mengklaim sudah resmi bertanding melawan Mike Tyson dalam laga ekshibisi. (ptr/sry)
Shannon Briggs bakal jadi lawan Mike Tyson dalam laga ekshibisi. (GENYA SAVILOV / AFP)