Liliyana mengakui sebagai pemain ia lebih ekspresif di lapangan. Menghadapi hal tersebut, Tontowi bisa tampil sebagai sosok yang sabar. Kesabaran itu yang membuat duet Tontowi/Liliyana sukses di lapangan.
"Owi itu sabar. Mungkin selama saya pasangan sama dia, saya temperamental dalam arti positif, saya tidak mau kalah. Saya terbawa suasana kalau [pukulan] dia nyangkut atau apa, saya menunjukkan ekspresi kecewa."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tontowi/Liliyana meraih banyak prestasi bersama, termasuk emas Olimpiade, juara dunia, dan juara All England. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Selain sabar, sifat cuek Tontowi juga dinilai Liliyana memberikan nilai positif terhadap duet yang terbentuk pada 2010 ini.
"Owi itu di luar lapangan cuek dan tidak pernah mengeluh padahal latihan dia berat banget, namun ia jalani dengan komitmen. Terlihat dari persiapan kami sebelum Olimpiade, dapat emas itu dari awalnya seperti tidak mungkin, tetapi terbukti bisa terwujud."
Liliyana mengakui hubungan dirinya dan Tontowi sempat merenggang dalam persiapan menuju Olimpiade 2016. Namun hal itu tak berarti ia benar-benar berada dalam kondisi hubungan yang buruk dengan Tontowi.
"Waktu itu ekspektasi orang tinggi dan kami lagi terpuruk sekali, cuma dapat satu gelar juara sebelum Olimpiade. Owi tidak marah pada saya, saya juga tidak. Tetapi gimana ya, namanya pemain dapat hasil jelek itu situasinya tidak ribut, tetapi tidak akur juga, hahaha susah menjelaskannya."
"Damai tapi gersang, kayak lagi perang dingin," ujar Liliyana.
Liliyana Natsir lebih dulu pensiun di awal 2019 sedangkan Tontowi Ahmad menyusul pensiun awal pekan ini. (ptr/nva)
Tontowi/Liliyana meraih banyak prestasi bersama, termasuk emas Olimpiade, juara dunia, dan juara All England. (CNN Indonesia/Safir Makki)