Alvarez menilai McGregor lebih unggul ketimbang Gaethje. Di arena UFC, petarung asal Amerika Serikat itu pernah menderita kekalahan TKO dari McGregor pada 2016 dan setahun berselang menang TKO atas Gaethje.
Lihat juga:Rossi Tak Dendam ke Yamaha Usai Didepak |
Berkaca pada pengalaman mengalahkan Gaethje dengan TKO serta melihat kemenangan TKO Dustin Poirier atas petarung berjuluk The Highlights tersebut, Alvarez menilai McGregor bisa mengandalkan pertarungan dengan tendangan dan pukulan atau stand up fight dan menghindari upaya Gaethje untuk bergulat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi, stand up fight, yang menurut saya akan membuat pertarungan berakhir, saya rasa Justin akan membuat banyak kesalahan di situ dan Conor bisa mengambil keuntungan," sambung petarung yang saat ini berlaga di ajang One Championship.
Pertarungan antara Gaethje dan McGregor kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena Gaethje sudah menegaskan bakal fokus untuk menghadapi Khabib Nurmagomedov yang memiliki sabuk juara kelas ringan.
Gaethje kini berstatus sebagai juara interim kelas ringan UFC setelah mengalahkan Tony Ferguson pada UFC 249, awal Mei lalu.
Kendati demikian pertarungan Gaethje vs McGregor bisa berlangsung setelah duel Gaethje vs Khabib, terlebih jika Gaethje berhasil mengambil gelar juara milik Khabib.
Presiden UFC, Dana White, sudah menyebut pemenang dalam duel Gaethje vs Khabib bisa bertemu dengan McGregor. (nva)
