The New Normal: Boneka hingga Aplikasi Ganti Peran Suporter

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 15:17 WIB
Fortuna Duesseldorf's German head coach Uwe Roesler sits on the sideline during the Bundesliga soccer match between Duesseldorf and  Paderborn in the Merkur Spiel-Arena, Duesseldorf, Germany, Saturday, May 16, 2020. The German Bundesliga becomes the world's first major soccer league to resume after a two-month suspension because of the coronavirus pandemic. (Sascha Schuermann/AFP pool via AP) Stadion kosong terlihat kala Liga Jerman kembali dimulai pada akhir pekan lalu. (AP/Sascha Schuermann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kompetisi olahraga di beberapa negara, seperti Liga Jerman, sudah mulai berlangsung tanpa kehadiran suporter di tribune yang digantikan robot, boneka, hingga aplikasi.

Ketiadaan fan di bangku-bangku stadion kemungkinan bakal menjadi pemandangan yang biasa saat wabah virus corona belum benar-benar hilang.


Beragam cara kreatif dilakukan guna menggantikan keberadaan juga kebisingan suporter yang biasa mendukung klub favorit.


Robot penabuh drum

Liga bisbol Taiwan menggunakan robot penabuh genderang untuk menggantikan riuh rendah suara suporter. Selain menabuh drum, robot tersebut juga menyajikan musik.

Robot-robot yang mengisi tribune kosong memiliki beragam warna dan dilengkapi rambut palsu.

Manekin dan boneka

Manekin dan boneka menjadi pengganti suporter yang mulai banyak ditemukan di beberapa arena, termasuk pertandingan bisbol dan sepak bola di berbagai negara.

In this photo taken on Wednesday, April 8, 2020, mannequins in soccer uniforms with the faces of Boneka atau manekin yang dilengkapi foto menjadi pemandangan yang mulai lumrah dalam pertandingan di tengah wabah covid-19. (Alexey Komelkov, FC Dynamo Brest via AP)

Kontroversi terkait penggunaan boneka muncul di Korea Selatan. Klub FC Seoul meminta maaf dan harus membayar denda 100 juta won karena menampilkan boneka seks di stadion mereka.

Foto fan

Selain manekin dan boneka, foto fan yang dipajang di tribune stadion juga menjadi pilihan bagi klub. Borussia Moenchengladbach memberi layanan pemasangan foto fan yang ditempel di papan-papan berjajar di bangku tribune dengan biaya 19 euro kepada tiap fan.

Dengan cara demikian, klub yang bermarkas di Stadion Borussia Park tersebut tetap mendapat penghasilan pengganti dari tiket masuk.

Rekaman dan aplikasi suara

Rekaman suara suporter bukan hal baru di liga sepak bola Korea Selatan. Beberapa stadion sudah menggunakannya sejak menyelenggarakan Piala Dunia 2002. Di saat pandemi, strategi seperti itu kembali ramai digunakan.

GIF Banner Promo Testimoni

Rekaman suara suporter juga akan digunakan di Australia yang berencana melanjutkan kompetisi pada bulan depan.

Sementara sebuah pengembang perangkat lunak merilis aplikasi bernama My Applause yang memungkinkan fan mengkombinasikan beragam suara dukungan dari rumah masing-masing untuk diputar di stadion menggunakan pengeras suara.


Layanan livestreaming

Pemandu sorak di liga bisbol Taiwan kini memiliki pekerjaan lebih. Tak hanya beraksi di pinggir lapangan, mereka juga berinteraksi dengan fan yang berada di luar arena pertandingan. Bahkan ada pemandu sorak yang sengaja membakar daging sambil merekam gambar dan memperlihatkannya kepada fan melalui livestreaming.

[Gambas:Video CNN]


(sry)