Pada hari ini, 25 Mei, 15 tahun lalu, Liverpool juara Liga Champions untuk kelima kalinya dengan menumbangkan Milan 3-2 lewat adu penalti di Stadion Ataturk.
Jamie Carragher dan kawan-kawan tidak saja juara, tetapi juga menciptakan keajaiban pada malam itu. Pasalnya, Liverpool yang sudah tertinggal 0-3 di babak pertama bisa menyamakan kedudukan di babak kedua hingga akhirnya menang lewat adu penalti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mencoba menjaga semangat kompetitif di dalam tim, dan saya pikir dengan sedikit keberuntungan kami bisa jadi tim yang lebih baik," kata Benitez dikutip dari situs Liverpool.
Liverpool menang atas Milan lewat adu penalti. (MUSTAFA OZER / AFP) |
Dengan strategi tersebut, Steven Gerrard (54'), Vladimir Smicer (56') dan Xabi Alonso (60') sukses menyamakan kedudukan.
"Kami membaik ketika beralih dengan tiga pemain di belakang, yang memberi kami lebih banyak kontrol di lini tengah," tutur pelatih asal Spanyol itu.
[Gambas:Video CNN]
Mantan pelatih Napoli itu tahu, Carlo Ancelotti yang pada masa tersebut melatih Milan, masih memiliki senjata lain guna menggempur pertahanan lawan.
Ancelotti memainkan winger lincah, Serginho, di menit-menit akhir. Liverpool yang kehabisan stok pemain pengganti tidak kehilangan akal.
Benitez menarik Gerrard turun ke belakang menjadi bek kanan. Langkah tersebut cukup efektif menghambat serangan Rossoneri dari Serginho sekaligus membuat Liverpool tidak lagi kebobolan untuk keempat kalinya.
Final itu dipersiapkan secara detail oleh Benitez, termasuk rencana adu penalti. Tim pelatih Liverpool memiliki informasi dan statistik tentang eksekutor-eksekutor penalti dari Milan.
Hasilnya, kiper Jerzy Dudek sukses mementahkan dua penalti dari Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko, sedangkan sepakan Serginho melayang di atas mistar.
"Ketika menuju penalti, itu adalah hasil dari keberuntungan dan kerja keras karena lima penendang penalti Milan. Kami tahu empat di antaranya sangat baik dan di mana biasanya mereka menembak," tutur Benitez.
Gelar Liga Champions tersebut jadi yang pertama bagi Liverpool setelah 21 tahun. Kali terakhir Liverpool juara Liga Champions sebelum itu pada musim 1983/1984. (sry)
Liverpool menang atas Milan lewat adu penalti. (MUSTAFA OZER / AFP)