Setelah Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun usai membawa MU juara Liga Inggris di 2012/2013, Moyes datang sebagai pengganti. Moyes gagal mengangkat performa MU dan tak bisa bertahan hingga akhir musim.
"Sejujurnya, saya akan selalu jadi bagian MU. Kami tidak memiliki masalah pribadi, namun saya rasa adalah sebuah kesalahan MU merekrut Moyes. Itu adalah kesalahan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chicharito mengakui bahwa sulit menggantikan Ferguson, bahkan untuk ukuran manajer-manajer papan atas seperti Jose Mourinho, Pep Guardiola, hingga Juergen Klopp.
Dalam era Ferguson, Chicharito sudah dikenal sebagai supersub dan sering dibandingkan dengan Ole Gunnar Solskjaer, supersub legendaris MU era 90-an. Harapan Chicharito untuk jadi pilihan reguler tak terwujud dan malah ia harus terbuang ke Real Madrid.
"Saya bisa menerima jadi pemain pengganti di MU. Sir Alex berkata bahwa salah satu penyesalannya adalah tidak memberikan waktu bermain lebih banyak untuk saya. Sir Alex berkata pada saya bahwa ia akan menyarankan pada Moyes bahwa saya butuh lebih banyak laga."
"Dia berkata bahwa saya adalah sosok penting untuk Man United dan layak mendapatkan waktu bermain lebih banyak. Namun David Moyes dan Ed Woodward tidak menjalankan hal itu. MU tidak memainkan saya dan juga tak membiarkan saya pergi," tutur Chicharito.
Chicharito akhirnya sempat mengecap satu musim sebagai pemain pinjaman di Real Madrid, lalu bertualang ke Bayer Leverkusen dan West Ham United.
Setelah meredup di West Ham, Chicharito mencoba peruntungan di Sevilla namun tak berhasil lalu pergi bergabung ke LA Galaxy di 2020. (ptr/nva)
