Salah satu alasan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan adalah demi tujuan Timnas Indonesia yang tampil di Piala Dunia U-20 2021. Namun pemain usia di bawah U-20 terbilang merupakan kelompok minoritas di Liga 1 karena pemain-pemain kelompok usia tersebut lebih banyak tampil di Elite Pro Academy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, intinya, kalau kita mau menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang sukses, iklim sepak bola (khususnya kompetisi) memang harus dijaga dan dihidupkan. Tentunya, tetap dengan mematuhi protokol kesehatan dan panduan dari pihak yang berwenang," ungkap Kusnaeni.
"Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 jangan dilihat dari sisi timnas senior semata. Tapi harus dipahami secara menyeluruh untuk kepentingan sepak bola nasional. Kalau liga senior digulirkan, kompetisi usia muda juga harus dirawat. Karena ini satu kesatuan yang utuh," ujarnya.
Kusnaeni menganggap keputusan untuk kembali melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 nantinya bisa berdampak positif bagi masyarakat. Namun Kusnaeni berharap pihak berwenang benar-benar memastikan situasi sudah kondusif.
"Bagi anak-anak muda yang masih sekolah tapi sekolahnya masih diliburkan, ini juga bisa menjadi penyaluran kegiatan yg positif. Terpenting adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kalau situasi belum kondusif ya sebaiknya jangan dulu," tuturnya. (ttf/ptr)