Winger Moussa Diaby yang lolos dari perangkap offside tim lawan membuka keunggulan bagi tim tamu di menit ke-11 setelah menyambut umpan lambung Kerem Demirbay.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tendangan Demirbay ke kotak penalti Saarbrucken gagal disapu bersih dengan sempurna oleh bek lawan lewat sundulan. Bola yang disundul tersebut justru masih bergulir di kotak penalti sendiri dan langsung disambut Alario dengan sepakan keras kaki kiri.
Leverkusen yang terlalu kuat bagi Saarbrucken tidak mengendurkan serangan di babak kedua. Pada menit ke-58, pemain pengganti Karim Bellarabi menambah keunggulan bagi tim asuhan Peter Bosz sekaligus mengunci kemenangan menjadi 3-0.
Gol Bellarabi itu lagi-lagi tercipta berkat performa apik Demirbay. Demirbay memanfaatkan kegagalan Diaby menembus pertahanan Saarbrucken.
Kemenangan 3-0 itu membuat Leverkusen mengunci satu tempat di final. Die Werkself hanya tinggal menunggu pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan Bayern Munchen vs Eintracht Frankfurt di Allianz Arena, Kamis (11/6) dini hari WIB.
Final Piala Jerman tersebut menjadi yang pertama bagi Leverkusen setelah musim 2008/2009. Di pentas Piala Jerman, Leverkusen baru sekali menjadi juara pada 1992/1993 dalam tiga kali ke partai puncak.
Sementara itu, pada musim 2001/2002 dan 2008/2009 Leverkusen harus puas menjadi runner-up usai kalah dari Schalke 04 (2-4) serta Werder Bremen (0-1). (sry/nva)
