Joshua dan Fury, yang disebut sudah menyepakati dua pertarungan, merupakan petinju papan atas saat ini. Kedua petinju berasal dari Inggris dan menjadi penyandang gelar juara kelas berat. Joshua memegang sabuk versi IBF, WBO, dan WBA, sementara Fury menyandang gelar versi WBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati hanya memiliki satu sabuk juara, Fury tercatat sebagai petinju kelas berat nomor satu versi majalah tinju terkemuka, The Ring.
"Ini adalah pertarungan terbesar dalam dunia tinju di Inggris. Tidak ada yang lebih besar lagi dalam generasi kita. Dua orang, yang sangat berbeda, yang bertarung secara berbeda, memiliki pengalaman berbeda dan mereka bangkit dari kesulitan," ucap Hearn dikutip dari SkySport.
Selain nama masyhur, duel Joshua vs Fury juga dianggap sebagai yang terbesar lantaran jumlah bayaran kedua juara tinju tersebut yang diperkirakan bakal mendapat bayaran nyaris Rp1 triliun.
"Orang-orang ini [Joshua dan Fury] akan mendapat sekitar US$60-70 juta dari satu pertarungan, kalikan dua jika ada rematch, dalam satu tahun," kata promotor Fury, Frank Warren, dikutip dari ESPN.
[Gambas:Twitter]
Fury pun menyebut pertarungan melawan Joshua merupakan sejarah besar dalam dunia tinju di Inggris melalui unggahan video di akun media sosial.
Belum diketahui pasti mengenai lokasi dan waktu pertarungan Joshua vs Fury. Hearn hanya menyebut duel berlangsung akan pada pertengahan tahun 2021.
[Gambas:Video CNN] (nva/sry)
