Perusahaan bernama Prenetic, yang bergerak di bidang tes genetika dan kesehatan, jadi salah satu faktor pendukung bergulirnya kompetisi Premier League di masa pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil tes yang keluar dalam 24 jam disebut jadi kunci utama Premier League 2019/2020 bisa kembali digelar pada 17 Juni nanti.
"Kami sangat bangga bisa melakukan peran ini," ucap pendiri dan CEO Prenetics, Danny Yeung, kepada AFP.
Diskusi antara Liga Inggris dengan Prenetics dimulai sekitar dua bulan lalu, setelah pandemi virus corona menghentikan olahraga profesional di seluruh dunia. Mulai saat itu, Premier League mulai mencari cara agar bisa kembali dengan aman.
"Saat ini kami sedang berbicara dengan semua asosiasi olahraga utama. Seperti rugbi, kriket, balapan, dan sebagainya," tutur Yeung.
Perusahaan milik Yeung itu juga menawarkan tes perorangan kepada orang-orang di Hong Kong dengan basis nirlaba. Biayanya mencapai Rp1,8 juta untuk satu kali tes.
"Pada akhirnya kami merasa, jika kita ingin melawan Covid, ini bukan satu-satunya perusahaan yang bisa melakukan hal itu," ucap Yeung melanjutkan. (sry/jun)
