ANALISIS

Hati-hati Liverpool, Man United Mulai Panas!

Haryanto Tri Wibowo | CNN Indonesia
Rabu, 30 Des 2020 08:27 WIB
Pelan-pelan Manchester United mulai menghanyutkan rival. Lewat kemenangan buruk, Man United menekan Liverpool di puncak Liga Inggris. Manchester United menekan Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris. (AP/Michael Regan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelan-pelan Manchester United mulai menghanyutkan rival. Sempat dikritik skuad mahal yang tidak mampu bersaing, hingga Ole Gunnar Solskjaer menghadapi ancaman pemecatan, The Red Devils kini ada di posisi dua klasemen Liga Inggris.

Banyak hujatan didapat Man United sejak awal musim, terutama di Liga Inggris. Kekalahan dari Crystal Palace di laga pembuka, diikuti oleh penampilan yang tidak konsisten, termasuk kekalahan memalukan 1-6 dari Tottenham Hotspur membuat Man United menjadi bulan-bulanan di media sosial dan media.

Kekalahan dari RB Leipzig dan tersingkir dari Liga Champions membuat kondisi semakin buruk. Solskjaer diklaim dalam ancaman pemecatan dengan Mauricio Pochettino muncul sebagai kandidat pengganti. Sampai-sampai pihak klub membantah kabar tersebut.

Namun, perlahan tapi pasti Man United mulai bangkit. Kekalahan dari Arsenal 0-1 pada 1 November 2020 menjadi titik balik. Pasalnya sejak kekalahan itu Paul Pogba dan kawan-kawan tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan, termasuk meraih tujuh kemenangan.

Man United hanya kehilangan poin saat ditahan imbang tanpa gol Manchester City dan bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Leicester City. Total Harry Maguire dan kawan-kawan meraih 23 poin dari 27 poin maksimal.

Liverpool's Sadio Mane, centre, kicks the ball during the English Premier League soccer match between Liverpool and Manchester United at Anfield Stadium in Liverpool, Sunday, Jan. 19, 2020.(AP Photo/Jon Super)Liverpool akan menjamu Man United pada 17 Januari 2021. (AP Photo/Jon Super)

"Kami punya sikap yang bagus di lapangan dan ini hasil hebat. Keinginan untuk terus menyerang dan menciptakan keberuntungan, kami pantas mendapatkan keberuntungan itu karena terus menyerang. Ini cara yang bagus untuk mengakhiri tahun," ujar Solskjaer usai laga dikutip dari ESPN.

Beruntung! Kata itu pantas diberikan kepada Man United saat mengalahkan Wolves. Dan Solskjaer pun tidak memungkiri hal tersebut. Gol kemenangan The Red Devils saat mengalahkan Wolves yang dicetak Marcus Rashford tidak hanya tercipta saat injury time babak kedua, tapi juga karena berubah arah karena mengenai lawan.

Bola hasil tendangan kaki kiri Rashford sepertinya bisa diantisipasi kiper Rui Patricio, namun kemudian berubah arah ke pojok kiri gawang setelah mengenai pemain Wolves Romain Saiss. Man United pun menang 1-0.

GIF Banner Promo Testimoni

Beruntung saat bermain buruk. Itu adalah salah satu komposisi penting bagi sebuah klub untuk menjadi juara liga. Menariknya, tanda-tanda itu ditunjukkan Man United saat melawan Wolves.

Gol tendangan Rashford adalah shot on target ketiga Man United sepanjang pertandingan. Sebelum gol Rashford, Man United hanya mampu melakukan dua shot on target. Padahal Solskjaer sudah menurunkan susunan pemain yang sangat ofensif, dengan menaruh Mason Greenwood, Edinson Cavani, Rashford di depan, ditambah Bruno Fernandes sejak awal babak pertama.

Ini adalah kali kedua Man United meraih kemenangan 1-0, sejak mengalahkan West Bromwich Albion dengan skor yang sama lewat gol penalti Bruno Fernandes pada pekan kesembilan.

Total Man United sudah tiga kali meraih kemenangan saat injury time. Sebelum melawan Wolves, skuad The Red Devils juga melakukan hal tersebut saat mengalahkan Brighton & Hove Albion pada pekan kedua Liga Inggris dan Southampton pada akhir November lalu.

Man United memang sedang panas dan menekan Liverpool di puncak klasemen. Man United memaksa juara bertahan untuk tidak melakukan kesalahan lagi saat melawan Newcastle United, Kamis (31/12) dini hari nanti, seperti saat ditahan imbang West Bromwich Albion pada Boxing Day.

[Gambas:Video CNN]

Jika Liverpool kalah dari West Brom, Man United bisa mengambil alih klasemen Liga Inggris dengan mengalahkan Aston Villa. Jika Liverpool dan Man United sama-sama meraih kemenangan di pekan ke-16, maka pertemuan Liverpool vs Man United di Anfield pada 17 Januari mendatang akan jadi penentu puncak klasemen.

Untuk saat ini mengatakan 100 persen Man United menjadi rival Liverpool dalam perebutan gelar Premier League musim ini juga bisa dibilang masih terlalu dini. Pasalnya, Man United belum sepenuhnya stabil untuk bisa menjadi penantang.

Jika Man United ingin menjadi penantang Liverpool, mereka harus menemukan cara untuk tampil lebih kreatif di lini tengah dan depan. Terutama saat menjalani laga sulit seperti melawan Wolves, di mana tim tamu tetap akan merasa puas jika mampu membawa pulang satu poin dari Old Trafford. Man United tidak bisa terus menggunakan tabungan keberuntungan untuk menjadi kandidat juara.

Untuk sementara tekanan ada di Liverpool, yang wajib bisa meraih kemenangan melawan Newcastle. Jika skenario berjalan lancar, maka kita bisa menyaksikan duel sengit pertama Liga Inggris di 2021 pada 17 Januari mendatang. 

(har/har)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER