AC Milan tak bisa memberikan perlawanan pada Atalanta. (AP/Spada)
Jakarta, CNN Indonesia --
AC Milan kalah saat menjamu Atalanta dalam laga Liga Italia di San Siro. Dalam prosesi pembantaian tersebut, Milan seolah hanya tidur nyenyak saat disiksa Atalanta.
Milan yang harus tampil tanpa Hakan Calhanoglu di lini tengah jelas terlihat kekurangan kreativitas untuk menyusun serangan. Pilihan Stefano Pioli untuk menurunkan Soualiho Meite, Sandro Tonali, dan Franck Kessie di lini tengah menjadi sebuah kesalahan.
Milan benar-benar didikte oleh Atalanta di sepanjang babak pertama. Pemain terbaik Milan tak pelak adalah Gianluigi Donnarumma yang membuat sejumlah penyelamatan penting sehingga Milan wajib bersyukur hanya kebobolan satu gol oleh sundulan Cristian Romero di akhir babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pioli menyadari kesalahan yang dilakukan pada formasi awal dan kemudian memutuskan menurunkan Brahim Diaz di awal babak kedua untuk menggantikan Meite. Ternyata perubahan tersebut tidak berdampak banyak.
Cristian Romero mencetak gol pertama untuk Atalanta. (AP/Antonio Calanni)
Atalanta masih leluasa menekan dan menggempur pertahanan Milan. Lini belakang Milan bekerja keras menghalau serangan Josip Ilicic dan kawan-kawan tetapi kesalahan Franck Kessie jadi pembuka gol kedua Atalanta.
Dalam situasi Milan tengah menjalani hari buruk, Kessie justru melakukan kesalahan fatal dengan menyikut Ilicic di kotak penalti.
Wasit Maurizio Mariani bisa melihat jelas adegan itu sehingga tanpa ragu menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning pada Kessie.
Ilicic dengan dingin menaklukkan Donnarumma dan mengubah skor menjadi 2-0 di awal babak kedua.
Debut Mandzukic Tak Menolong Milan
Tanpa serangan berarti hingga 20 menit terakhir, Pioli memutuskan menurunkan Mario Mandzukic dan Ante Rebic secara bersamaan.
Mandzukic langsung membuat gebrakan dengan melepaskan tembakan yang bisa dibendung oleh kiper Atalanta, Pierluigi Gollini. Namun setelah momen itu, Milan kembali ke permasalahan semula. Tanpa kreativitas di lini tengah.
Meski Zlatan Ibrahimovic dan Mandzukic berputar-putar di kotak penalti, Atalanta bisa tenang karena mereka sukses memutus aliran bola dari lini tengah Milan.
Mario Mandzukic tidak bisa memberikan pertolongan pada AC Milan. ( AP/Antonio Calanni)
Sandro Tonali dan kawan-kawan di lini tengah kalah bersaing dengan perfroma agresif Robin Gosens dan kawan-kawan. Serangan dari full back Davide Calabria dan Theo Hernandez yang terkadang jadi alternatif tidak terlihat menonjol di laga ini.
Milan bahkan harus menelan kenyataan pahit bahwa mereka kebobolan gol ketiga oleh Duvan Zapata. Sejatinya Milan bisa menerima gol lebih banyak andai Atalanta lebih tenang dalam pemanfaatan peluang.
Dari data yang ada, Milan hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran yang semuanya terjadi di pengujung babak kedua. Catatan itu berbanding jauh dengan Atalanta yang punya total 15 tembakan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.
Milan harus mengakui bahwa mereka benar-benar dikalahkan dengan telak oleh Atalanta tanpa memiliki argumen dan alasan yang bisa menyatakan seharusnya mereka menang di laga ini.
Di hari yang buruk ini, Milan masih punya sedikit keberuntungan dari hasil imbang yang didapat Inter Milan. Inter bermain tanpa gol lawan Udinese sehingga Milan masih punya jarak dua poin atas Inter.
Inter sejauh ini masih jadi lawan utama Milan dalam perburuan gelar Serie A. Tetapi AS Roma, Atalanta, Juventus, dan Napoli bakal bersiap mendekat meramaikan persaingan bila Milan terus lengah dan kalah.
AC Milan dua kali kalah dalam empat laga terakhir di Serie A. (AP/Antonio Calanni)
Dalam empat laga terakhir di Liga Italia, Milan mengantongi dua kekalahan, yaitu dari Juventus dan Atalanta. Meski kekalahan tersebut dialami saat berjumpa tim besar, Milan tak boleh terus menerus mengalami hal tersebut bila masih ingin bermimpi jadi juara.
Hasil-hasil duel sesama tim besar jelas bakal berpengaruh langsung pada posisi Milan di klasemen akhir Liga Italia nanti.
Kekalahan yang mereka terima dari Atalanta harus jadi pukulan telak yang menyadarkan kesalahan Milan sejauh ini. Milan tidak cukup kreatif di laga lawan Atalanta tanpa kehadiran Hakan Calhanoglu.
Ketiadaan Ismael Bennacer juga turut mempengaruhi keseimbangan lini tengah Milan plus memperberat tugas Franck Kessie yang biasanya berduet dengan Bennacer. Milan tentu berharap Bennacer bisa secepatnya kembali dalam laga-laga vital lantaran sejauh ini ia sudah absen di 10 laga.
Belum lagi absennya pemain lain macam Alessio Romagnoli dan Alexis Saelemakers karena akumulasi kartu yang juga turut mempengaruhi kekuatan Milan sebagai tim secara keseluruhan.
Pada tiga laga ke depan, Milan diuntungkan jadwal karena hanya menghadapi Bologna, Crotone, dan Spezia yang di atas kertas ada di bawah mereka. Tambahan sembilan poin dari laga itu bakal mutlak ditargetkan oleh Pioli pada skuat andalannya.
Pasalnya, setelah tiga laga beruntun tersebut, Milan sudah ditunggu dua big match lawan Inter Milan (21/2) dan AS Roma (28/2). Dua laga tersebut akan berpengaruh besar pada posisi klasemen di awal Maret.
Kekalahan 0-3 dari Atalanta tak serta merta menghapus peluang Milan untuk mengakhiri dahaga gelar Serie A musim ini. Namun kekalahan tanpa perlawanan pada Atalanta harus jadi sinyal bahaya bagi Milan.
Bila mereka hanya tidur nyenyak ketika lawan asik menyiksa mereka di lapangan, Milan tentunya tak bisa berharap bisa juara di akhir musim.
Jakarta, CNN Indonesia --
AC Milan kalah saat menjamu Atalanta dalam laga Liga Italia di San Siro. Dalam prosesi pembantaian tersebut, Milan seolah hanya tidur nyenyak saat disiksa Atalanta.
Milan yang harus tampil tanpa Hakan Calhanoglu di lini tengah jelas terlihat kekurangan kreativitas untuk menyusun serangan. Pilihan Stefano Pioli untuk menurunkan Soualiho Meite, Sandro Tonali, dan Franck Kessie di lini tengah menjadi sebuah kesalahan.
Milan benar-benar didikte oleh Atalanta di sepanjang babak pertama. Pemain terbaik Milan tak pelak adalah Gianluigi Donnarumma yang membuat sejumlah penyelamatan penting sehingga Milan wajib bersyukur hanya kebobolan satu gol oleh sundulan Cristian Romero di akhir babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pioli menyadari kesalahan yang dilakukan pada formasi awal dan kemudian memutuskan menurunkan Brahim Diaz di awal babak kedua untuk menggantikan Meite. Ternyata perubahan tersebut tidak berdampak banyak.
Cristian Romero mencetak gol pertama untuk Atalanta. (AP/Antonio Calanni)
Atalanta masih leluasa menekan dan menggempur pertahanan Milan. Lini belakang Milan bekerja keras menghalau serangan Josip Ilicic dan kawan-kawan tetapi kesalahan Franck Kessie jadi pembuka gol kedua Atalanta.
Dalam situasi Milan tengah menjalani hari buruk, Kessie justru melakukan kesalahan fatal dengan menyikut Ilicic di kotak penalti.
Wasit Maurizio Mariani bisa melihat jelas adegan itu sehingga tanpa ragu menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning pada Kessie.
Ilicic dengan dingin menaklukkan Donnarumma dan mengubah skor menjadi 2-0 di awal babak kedua.
Debut Mandzukic Tak Menolong Milan
Tanpa serangan berarti hingga 20 menit terakhir, Pioli memutuskan menurunkan Mario Mandzukic dan Ante Rebic secara bersamaan.
Mandzukic langsung membuat gebrakan dengan melepaskan tembakan yang bisa dibendung oleh kiper Atalanta, Pierluigi Gollini. Namun setelah momen itu, Milan kembali ke permasalahan semula. Tanpa kreativitas di lini tengah.
Meski Zlatan Ibrahimovic dan Mandzukic berputar-putar di kotak penalti, Atalanta bisa tenang karena mereka sukses memutus aliran bola dari lini tengah Milan.
Mario Mandzukic tidak bisa memberikan pertolongan pada AC Milan. ( AP/Antonio Calanni)
Sandro Tonali dan kawan-kawan di lini tengah kalah bersaing dengan perfroma agresif Robin Gosens dan kawan-kawan. Serangan dari full back Davide Calabria dan Theo Hernandez yang terkadang jadi alternatif tidak terlihat menonjol di laga ini.
Milan bahkan harus menelan kenyataan pahit bahwa mereka kebobolan gol ketiga oleh Duvan Zapata. Sejatinya Milan bisa menerima gol lebih banyak andai Atalanta lebih tenang dalam pemanfaatan peluang.
Dari data yang ada, Milan hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran yang semuanya terjadi di pengujung babak kedua. Catatan itu berbanding jauh dengan Atalanta yang punya total 15 tembakan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.
Milan harus mengakui bahwa mereka benar-benar dikalahkan dengan telak oleh Atalanta tanpa memiliki argumen dan alasan yang bisa menyatakan seharusnya mereka menang di laga ini.
AC Milan berhasil jadi juara paruh musim. ( AP/Spada)
Di hari yang buruk ini, Milan masih punya sedikit keberuntungan dari hasil imbang yang didapat Inter Milan. Inter bermain tanpa gol lawan Udinese sehingga Milan masih punya jarak dua poin atas Inter.
Inter sejauh ini masih jadi lawan utama Milan dalam perburuan gelar Serie A. Tetapi AS Roma, Atalanta, Juventus, dan Napoli bakal bersiap mendekat meramaikan persaingan bila Milan terus lengah dan kalah.
AC Milan dua kali kalah dalam empat laga terakhir di Serie A. (AP/Antonio Calanni)
Dalam empat laga terakhir di Liga Italia, Milan mengantongi dua kekalahan, yaitu dari Juventus dan Atalanta. Meski kekalahan tersebut dialami saat berjumpa tim besar, Milan tak boleh terus menerus mengalami hal tersebut bila masih ingin bermimpi jadi juara.
Hasil-hasil duel sesama tim besar jelas bakal berpengaruh langsung pada posisi Milan di klasemen akhir Liga Italia nanti.
Kekalahan yang mereka terima dari Atalanta harus jadi pukulan telak yang menyadarkan kesalahan Milan sejauh ini. Milan tidak cukup kreatif di laga lawan Atalanta tanpa kehadiran Hakan Calhanoglu.
Ketiadaan Ismael Bennacer juga turut mempengaruhi keseimbangan lini tengah Milan plus memperberat tugas Franck Kessie yang biasanya berduet dengan Bennacer. Milan tentu berharap Bennacer bisa secepatnya kembali dalam laga-laga vital lantaran sejauh ini ia sudah absen di 10 laga.
Belum lagi absennya pemain lain macam Alessio Romagnoli dan Alexis Saelemakers karena akumulasi kartu yang juga turut mempengaruhi kekuatan Milan sebagai tim secara keseluruhan.
Pada tiga laga ke depan, Milan diuntungkan jadwal karena hanya menghadapi Bologna, Crotone, dan Spezia yang di atas kertas ada di bawah mereka. Tambahan sembilan poin dari laga itu bakal mutlak ditargetkan oleh Pioli pada skuat andalannya.
Pasalnya, setelah tiga laga beruntun tersebut, Milan sudah ditunggu dua big match lawan Inter Milan (21/2) dan AS Roma (28/2). Dua laga tersebut akan berpengaruh besar pada posisi klasemen di awal Maret.
Kekalahan 0-3 dari Atalanta tak serta merta menghapus peluang Milan untuk mengakhiri dahaga gelar Serie A musim ini. Namun kekalahan tanpa perlawanan pada Atalanta harus jadi sinyal bahaya bagi Milan.
Bila mereka hanya tidur nyenyak ketika lawan asik menyiksa mereka di lapangan, Milan tentunya tak bisa berharap bisa juara di akhir musim.