Gaethje Marah, Dana White Dituduh Salah Asuh UFC

CNN Indonesia | Rabu, 03/02/2021 17:53 WIB
Petarung Justin Gaethje marah besar dan menilai Dana White salah dalam mengelola persaingan di kelas ringan UFC. Justin Gaethje marah kepada Dana White. (AFP/Douglas P. DeFelice)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petarung Justin Gaethje marah besar dan menilai Dana White salah dalam mengelola persaingan di kelas ringan UFC.

Kemarahan itu dilontarkan Gaethje dalam wawancara dengan MMA Junkie. Menurut Gaethje, rivalitas di kelas ringan UFC saat ini tidak jelas.

Salah satu pemicu kekisruhan di kelas ringan UFC adalah masuknya pendatang baru Michael Chandler sebagai petarung cadangan di UFC 254 yang menggelar duel utama Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaethje, Oktober 2020.


Sementara itu, Gaethje menilai petarung lain seperti Dustin Poirier dan Tony Ferguson lebih layak dimasukkan ke dalam daftar cadangan.

"Dia [Dana White] melecehkan Tony dan Dustin. Dan dia berkata, 'Persetan dengan kalian. Saya akan membawa Chandler ke sini, dan dia akan jadi cadangan untuk pertarungan perebutan gelar'," ujar Gaethje menirukan ucapan White dikutip dari MMA News.

[Gambas:Video CNN]

"Itu semua terjadi pada tiga atau empat bulan lalu. Kami adalah manusia, kami memiliki prinsip. Kami memiliki moral, dan itulah yang terjadi," ucap Gaethje menambahkan.

Kekesalan The Highlight, julukan Gaethje masih terbawa hingga saat ini karena terkait dengan sabuk juara yang belum dicopot dari Khabib Nurmagomedov, meskipun sudah menyatakan pensiun.

Akibatnya, siapa petarung yang akan tampil dalam perebutan sabuk juara tidak jelas dan cenderung selalu jadi spekulasi.

GIF Banner Promo Testimoni

Dalam situasi saat ini, Gaethje, memberikan dukungan kepada Dustin Poirier dan Charles Oliveira guna melakoni duel perebutan sabuk juara.

Akan tetapi Gaethje tidak setuju jika pendatang baru Michael Chandler yang langsung tampil dalam duel gelar juara melawan Poirier.

"Itulah mengapa Poirier mengatakan bahwa saya akan berasumsi. Saya tidak tahu pasti. Saya tidak berbicara dengan pria itu," tutur Gaethje.

"Tetapi ketika White melakukannya pada 24 Oktober, dia tidak saja melecehkan Tony. Dia melecehkan setiap petaruh yang berbuat benar, yang melakukan sesuatu dengan benar, yang menginginkan integritas dalam olahraga," kata Gaethje melanjutkan.

Ini bukan kali pertama Gaethje mengamuk soal persaingan di UFC. Sebelumnya Gaethje juga kesal lantaran UFC dinilai terlalu mengistimewakan Conor McGregor.

(sry/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK