6 Diet Rahasia Bintang Sepak Bola

CNN Indonesia
Rabu, 10 Feb 2021 07:54 WIB
Salah satu diet rahasia pemain bintang sepak bola adalah tidak mengkonsumsi minuman olahraga. Cristiano Ronaldo selalu menjalani diet ketat. (Marco BERTORELLO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjalani diet ketat merupakan salah satu kunci sukses bintang sepak bola, seperti Cristiano Ronaldo atau Robert Lewandowski. Berikut 6 diet rahasia bintang sepak bola.

Sports scientist Armando Vinci yang sudah satu dekade bekerja sama dengan pelatih Inter Milan Antonio Conte mengatakan asupan nutrisi mempengaruhi sukses pemain sepak bola.

Pesepakbola profesional, seperti semua atlet elit, perlu memperhatikan pola makan. Sangat penting bagi pesepakbola mendapatkan nutrisi yang tepat, dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat untuk terus demi mendapatkan penampilan konsisten di atas lapangan.


Dikutip dari Independent, berikut 6 diet rahasia bintang sepak bola:

1. Berhenti Konsumsi Minuman Olahraga

Mengkonsumsi minuman olahraga setiap kali berolahraga bisa merusak kerja keras Anda, karena minuman tersebut tinggi kalori dan gula. Pesepakbola telah mengurangi asupan minuman olahraga pada hari pertandingan.

Arsenal's goalkeeper Bernd Leno takes a drink during the English Premier League soccer match between Brighton & Hove Albion and Arsenal at the AMEX Stadium in Brighton, England, Saturday, June 20, 2020. (Richard Heathcote/Pool via AP)Kiper Arsenal Bernd Leno mengkonsumsi minuman saat pertandingan. (Richard Heathcote/Pool via AP)

"Anda harus olahraga dengan keras setidaknya satu jam untuk membuat minuman itu bermanfaat, jika tidak, Anda memberi diri Anda sendiri dosis gula yang tidak diperlukan," ujar John Brewer, profesor ilmu olahraga dari Universitas St. Mary's, Twickenham.

2. Makan Dendeng

Mengkonsumsi protein sangat penting untuk pemulihan otot. Pesepakbola bintang disebut lebih memilih memakan dendeng daripada makanan alternatif protein seperti snack protein batangan, shakes, atau balls.

"Dendeng sapi adalah camilan berprotein dengan kualitas tinggi, yang memberi tubuh Anda asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membangun, memelihara, dan memperbaiki otot," ucap Nancy Rodriguez, profesor ilmu gizi dari Universitas Connecticut.

GIF Banner Promo Testimoni

3. Batasi Nightshades

Makanan yang merupakan bagian dari kategori nightshades, termasuk paprika, tomat, terong, dan kentang, sulit dicerna. Pemain sepak bola telah diminta untuk mengurangi saus tomat karena mengandung senyawa yang menghalangi penyerapan kalsium oleh tubuh.

Bukan hanya pemain sepak bola, bintang NFL Tom Brady juga tidak makan nightshades sebagai bagian dari diet ketat.

4. Makan Blueberry, Ceri, dan Biji Delima

Blueberry, bersama dengan ceri dan biji delima, bersifat anti-inflamasi dan dengan demikian membantu pemulihan. Blueberry adalah sumber karbohidrat, meningkatkan stamina pemain sepak bola sebelum menjalani latihan atau pertandingan. Blueberry juga tidak meningkatkan kadar insulin.

"Antioksidan dapat menetralkan radikal bebas yang dihasilkan selama metabolisme dan melindungi tubuh terhadap efek merusak dari radikal bebas ini," kata konsultan fisiologi olahraga, Dr. Stewart Laing.

[Gambas:Video CNN]

5. Kelola Karbohidrat

Pemain sepak bola membutuhkan karbohidrat karena membakar banyak kalori. Tapi, pemain sepak bola tidak menumpuk karbohidrat dan mengkonsumsi hanya di saat penting. Penelitian ilmiah baru-baru ini menyebut sangat penting untuk mengelola asupan karbohidrat berdasarkan tingkat kegiatan.

Pesepakbola profesional membutuhkan sekitar 7 gram karbohidrat per kilogram berat badan pada hari pertandingan. Pada hari pemulihan turun menjadi 2 gram per kilogram berat badan.

6. Makan Greek Yoghurt Sebelum Tidur

Greek Yoghurt tidak hanya sumber protein, probiotik, dan kalsium yang hebat, tapi juga dapat membantu tubuh pulih saat Anda tidur. Konsumsi Greek Yoghurt sekitar setengah jam sebelum tidur.

"Protein dalam yoghurt dan produk susu lain hampir seluruhnya adalah kasein, yang dicerna dengan lambat di dalam tubuh dan ideal untuk membangun kembali otot setelah sesi latihan intensif, khususnya latihan di gym dengan menggunakan beban," ujar sports scientist Armando Vinci.

(har/jal)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER