Man Utd vs Milan: Duel Duo 'Setan Merah' yang Tak Lengkap
jal | CNN Indonesia
Kamis, 11 Mar 2021 08:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Manchester United akan menghadapi AC Milan di Liga Europa. (AP/Marco Alpozzi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dua rival klasik di kancah Eropa, Manchester United dan AC Milan akan kembali bertemu. Namun, kedua tim tidak akan bertemu di panggung terbaik, Liga Champions seperti sebelumnya.
Man Utd dan Milan bakal bersua dalam ajang yang kastanya satu tingkat lebih rendah, Liga Europa. Adu kuat dua tim dengan julukan 'Setan Merah' ini akan tersaji pada leg pertama babak 16 besar di Old Trafford, Jumat (12/3) dini hari WIB.
Bentrok kedua tim tetap menjanjikan pertarungan yang menarik walau tidak terjadi di panggung paling akbar Eropa. Hal itu mengacu kiprah Man Utd dan Milan yang tergolong impresif di kompetisi domestik masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Man Utd dan Milan sama-sama nangkring di zona papan atas kompetisi domestik. Kedua tim ini juga masih memiliki peluang untuk menjuarai liga di akhir musim.
Namun demikian, kondisinya agak berbeda. Man Utd berjarak cukup jauh dari puncak klasemen yang ditempati Manchester City.
Bruno Fernandes dkk yang menempati posisi kedua klasemen berjarak 11 poin dari Man City. Man Utd berhasil memangkas jarak dari sebelumnya 14 poin usai mengalahkan rival sekota dalam Derby Manchester, pada akhir pekan lalu.
Dengan 10 laga tersisa, Man Utd masih punya harapan untuk mengangkat trofi Liga Inggris pada akhir musim meski tergolong kecil.
Sedangkan Milan memiliki kesempatan yang lebih terbuka. Tim yang diarsiteki Stefano Pioli hanya berjarak enam poin dari rival sekota mereka, Inter Milan. Liga Italia musim ini masih menyisakan 12 laga sehingga persaingan jadi yang terbaik di akhir musim lebih terbuka.
Fakta lain yang membuat kedua tim menarik untuk dinanti karena statistik penalti Man Utd dan Milan yang tergolong berlimpah. Man Utd sudah memperoleh 14 penalti berbanding 20 penalti yang didapat Rossoneri.
Milan bahkan jadi tim dengan penalti terbanyak di kompetisi Eropa. Dari 20 penalti itu, 16 di antaranya didapat Milan di Liga Italia yang membuat mereka memuncaki klasemen tim penerima penalti sejauh musim ini berjalan.
Dengan statistik ini, potensi tercipta penalti saat leg pertama berlangsung terbuka lebar. Bukan tidak mungkin, penentuan tim yang menang di leg pertama akan terjadi lewat tembakan dari titik 12 pas.
Fernandes di kubu Man Utd dan Franck Kessie di Milan merupakan eksekutor andal buat masing-masing tim. Fernandes dan Kessie berpotensi jadi penentu jika pemain belakang Man Utd dan Milan bertindak ceroboh di kotak terlarang.
Laga di Old Trafford pantang dilewatkan Man Utd untuk mendulang kemenangan. Selain didukung rapor bagus, tim tamu juga sedang bermasalah dengan konsistensi.
Dari lima laga kandang terakhir melawan Milan, Man Utd meraih empat kemenangan. Torehan itu jelas penting untuk menambah kepercayaan diri mereka menatap laga penuh gengsi di kandang sendiri.
Milan juga tampil angin-anginan di lima laga terakhir. Tim kota mode hanya meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan satu kekalahan.
Rangkaian hasil buruk itu juga jadi salah satu penyebab Milan kehilangan puncak klasemen yang sempat lama mereka tempati. Kessie dkk terpaksa menerima kenyataan posisi puncak ditempati oleh sang rival sekota.
Milan juga datang ke markas Man Utd dengan skuat yang jauh dari kata komplet. Tim tamu sudah pasti tidak akan diperkuat pemain terbaik mereka, Zlatan Ibrahimovic.
Absennya Ibrahimovic diikuti Ante Rebic, Hakan Calhanoglu, Mario Mandzukic, dan Ismael Bennacer. Ketiadaan Calhanoglu dan Bennacer jelas mengganggu Pioli karena kedua pemain itu merupakan sosok penting di lini tengah.
Calhanoglu adalah pemain yang bisa memberikan kejutan dari lini kedua. Ia memiliki tembakan jarak jauh dan tendangan bebas yang tergolong mematikan.
Sementara Bennacer jadi pemain kunci di posisi gelandang bertahan. Bennacer yang mengatur ritme dan jadi pemain pertama yang merebut bola dari pemain lawan yang coba masuk ke kotak penalti Milan.
Sebaliknya tuan rumah tidak punya pekerjaan rumah terlalu banyak. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer bisa memainkan Fernandes yang tidak tergantikan perannya buat Man Utd.
Pemain-pemain seperti Anthony Martial, Daniel James, Fred, hingga Scott McTominay juga siap dimainkan. Praktis, Solskjaer hanya harus menunggu kesiapan Marcus Rashford yang mengalami cedera saat menang atas Man City.
Dari segi kedalaman tim, Man Utd juga bisa dikatakan lebih baik ketimbang Milan. Dengan semua keunggulan itu, angin kemenangan pada leg pertama babak 16 besar sedang mengarah ke kubu The Red Devils.
Jakarta, CNN Indonesia --
Dua rival klasik di kancah Eropa, Manchester United dan AC Milan akan kembali bertemu. Namun, kedua tim tidak akan bertemu di panggung terbaik, Liga Champions seperti sebelumnya.
Man Utd dan Milan bakal bersua dalam ajang yang kastanya satu tingkat lebih rendah, Liga Europa. Adu kuat dua tim dengan julukan 'Setan Merah' ini akan tersaji pada leg pertama babak 16 besar di Old Trafford, Jumat (12/3) dini hari WIB.
Bentrok kedua tim tetap menjanjikan pertarungan yang menarik walau tidak terjadi di panggung paling akbar Eropa. Hal itu mengacu kiprah Man Utd dan Milan yang tergolong impresif di kompetisi domestik masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Man Utd dan Milan sama-sama nangkring di zona papan atas kompetisi domestik. Kedua tim ini juga masih memiliki peluang untuk menjuarai liga di akhir musim.
Namun demikian, kondisinya agak berbeda. Man Utd berjarak cukup jauh dari puncak klasemen yang ditempati Manchester City.
Bruno Fernandes dkk yang menempati posisi kedua klasemen berjarak 11 poin dari Man City. Man Utd berhasil memangkas jarak dari sebelumnya 14 poin usai mengalahkan rival sekota dalam Derby Manchester, pada akhir pekan lalu.
Dengan 10 laga tersisa, Man Utd masih punya harapan untuk mengangkat trofi Liga Inggris pada akhir musim meski tergolong kecil.
Sedangkan Milan memiliki kesempatan yang lebih terbuka. Tim yang diarsiteki Stefano Pioli hanya berjarak enam poin dari rival sekota mereka, Inter Milan. Liga Italia musim ini masih menyisakan 12 laga sehingga persaingan jadi yang terbaik di akhir musim lebih terbuka.
Fakta lain yang membuat kedua tim menarik untuk dinanti karena statistik penalti Man Utd dan Milan yang tergolong berlimpah. Man Utd sudah memperoleh 14 penalti berbanding 20 penalti yang didapat Rossoneri.
Milan bahkan jadi tim dengan penalti terbanyak di kompetisi Eropa. Dari 20 penalti itu, 16 di antaranya didapat Milan di Liga Italia yang membuat mereka memuncaki klasemen tim penerima penalti sejauh musim ini berjalan.
Dengan statistik ini, potensi tercipta penalti saat leg pertama berlangsung terbuka lebar. Bukan tidak mungkin, penentuan tim yang menang di leg pertama akan terjadi lewat tembakan dari titik 12 pas.
Fernandes di kubu Man Utd dan Franck Kessie di Milan merupakan eksekutor andal buat masing-masing tim. Fernandes dan Kessie berpotensi jadi penentu jika pemain belakang Man Utd dan Milan bertindak ceroboh di kotak terlarang.
AC Milan dihadapkan pada persoalan cedera melawan melawan Manchester United di Liga Europa. (AP/Antonio Calanni)
Laga di Old Trafford pantang dilewatkan Man Utd untuk mendulang kemenangan. Selain didukung rapor bagus, tim tamu juga sedang bermasalah dengan konsistensi.
Dari lima laga kandang terakhir melawan Milan, Man Utd meraih empat kemenangan. Torehan itu jelas penting untuk menambah kepercayaan diri mereka menatap laga penuh gengsi di kandang sendiri.
Milan juga tampil angin-anginan di lima laga terakhir. Tim kota mode hanya meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan satu kekalahan.
Rangkaian hasil buruk itu juga jadi salah satu penyebab Milan kehilangan puncak klasemen yang sempat lama mereka tempati. Kessie dkk terpaksa menerima kenyataan posisi puncak ditempati oleh sang rival sekota.
Milan juga datang ke markas Man Utd dengan skuat yang jauh dari kata komplet. Tim tamu sudah pasti tidak akan diperkuat pemain terbaik mereka, Zlatan Ibrahimovic.
Absennya Ibrahimovic diikuti Ante Rebic, Hakan Calhanoglu, Mario Mandzukic, dan Ismael Bennacer. Ketiadaan Calhanoglu dan Bennacer jelas mengganggu Pioli karena kedua pemain itu merupakan sosok penting di lini tengah.
Calhanoglu adalah pemain yang bisa memberikan kejutan dari lini kedua. Ia memiliki tembakan jarak jauh dan tendangan bebas yang tergolong mematikan.
Sementara Bennacer jadi pemain kunci di posisi gelandang bertahan. Bennacer yang mengatur ritme dan jadi pemain pertama yang merebut bola dari pemain lawan yang coba masuk ke kotak penalti Milan.
Sebaliknya tuan rumah tidak punya pekerjaan rumah terlalu banyak. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer bisa memainkan Fernandes yang tidak tergantikan perannya buat Man Utd.
Pemain-pemain seperti Anthony Martial, Daniel James, Fred, hingga Scott McTominay juga siap dimainkan. Praktis, Solskjaer hanya harus menunggu kesiapan Marcus Rashford yang mengalami cedera saat menang atas Man City.
Dari segi kedalaman tim, Man Utd juga bisa dikatakan lebih baik ketimbang Milan. Dengan semua keunggulan itu, angin kemenangan pada leg pertama babak 16 besar sedang mengarah ke kubu The Red Devils.