Piala Menpora Tanpa Penonton, Nobar di DIY Wajib Taati Prokes

CNN Indonesia | Jumat, 12/03/2021 22:45 WIB
Pemprov DIY bakal mencegah kerumunan di luar stadion atau acara nonton bareng (nobar) Piala Menpora demi menghindari klaster corona. Ilustrasi Stadion Maguwoharjo di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi salah satu arena pertandingan Piala Menpora. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bakal mengupayakan penggemar sepakbola yang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Menpora 2021 tetap menaati protokol kesehatan.

Kompetisi itu akan digelar mulai 21 Maret mendatang. Stadion Maguwoharjo di Kabupaten Sleman akan menjadi salah satu arena yang menggelar pertandingan.

Ajang itu digelar dengan format tanpa penonton. Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta bakal mengantisipasi terciptanya kerumunan di luar stadion yang berpotensi muncul dari acara nonton bareng (nobar).


Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengaku tak mempersoalkan kegiatan nobar di kafe atau tempat-tempat lainnya selama mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kita ingin membatasi kumpul-kumpul orang itu tidak boleh lebih dari 20 orang. Tapi, 20 orang itu kan tentu harus dipersyaratkan jarak dan ruangannya," ujar Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (12/3).

Aji mengatakan, pihaknya bakal melibatkan Satgas Covid-19 di tingkat RT, RW hingga Satlinmas untuk mengawasi pelaksanaan nobar melalui posko-posko tempat acara nobar digelar.

"Jangan mengakali atau orangnya tidak di lapangan tapi akhirnya nonton di luar tapi tetap berkerumun. Itu bukan tujuan kita. Tujuan kita itu kan menghindari supaya tidak ada klaster, nanti klaster nobar kan ada (jika berkerumun)," ujar Aji.

Di satu sisi Aji pun berharap bahwa apa yang sudah menjadi kesepakatan antara para penyelenggara, dalam hal ini PSSI, PT. LIB, dan Kemenpora, bersama Polri sebagai syarat terselenggaranya Piala Menpora tetap dipatuhi.

"Kalau di DIY ada yang ketempatan sebagai tuan rumah, tentu prosedur yang sudah disepakati dengan Polri itu harus dipedomani," ucap Aji.

Sesuai prosedur maka penyelenggara di daerah, lanjut Aji, memang diwajibkan berkoordinasi dengan Kepolisian daerah setempat.

"Setidaknya kita tidak berharap ada klaster yang disebabkan karena sepakbola. Kalau sampai ada klaster ya panitia harus bertanggung jawab," jelas Aji.

"Kalau sampai ada klaster ya harus berhenti, karena nanti perlu ada review lagi agar penyelenggaraan berjalan aman. Nanti untuk teman-teman Sleman akan melakukan pengawasan dengan Polri," tutupnya.

Adapun Stadion Maguworharjo menjadi lokasi tanding tim-tim yang tergabung dalam Grup D. Mereka adalah Persib Bandung, Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang, dan Bali United.

(kum/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK