Indonesia Dipaksa Mundur, Marcus Gideon Main Raket di Hotel

CNN Indonesia | Jumat, 19/03/2021 12:44 WIB
Pebulutangkis nomor satu dunia di sektor ganda, Marcus Fernaldi Gideon bermain raket di hotel tim usai Indonesia dipaksa mundur dari All England. Marcus Fernaldi Gideon main raket di hotel usai Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pebulutangkis nomor satu dunia di sektor ganda, Marcus Fernaldi Gideon bermain raket di hotel tim usai Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021.

Hal itu diketahui dari unggahan Instagram Story rekannya di pelatnas, Fajar Alfian. Marcus dalam video itu terlihat menggerakan raket dan bergaya seperti hendak melakukan servis ke lawan.

Dalam unggahannya itu, Fajar menuliskan ganda nomor satu dunia itu ingin bermain disertai emoticon tertawa. Marcus yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo dipastikan tidak bisa melanjutkan kiprahnya usai seluruh wakil Indonesia dipaksa mundur oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).


Sebelum keputusan itu keluar pada Selasa (17/3) malam waktu setempat, Kevin/Marcus sudah memastikan lolos ke babak kedua. Kevin/Marcus menyingkirkan pasangan Inggris, Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen.

"Saking gabutnya dan nggak jelas mau ngapain di sini, jadi main raket aja," tulis Fajar.

Seluruh pebulutangkis Indonesia dan ofisial saat ini tengah melakukan isolasi di Crowne Plaza Birmingham City Centre. Sebanyak 24 orang itu akan melakukan isolasi selama 10 hari terhitung sejak kedatangan tim di Birmingham pada Sabtu (13/3) lalu.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 dan harus menjalani isolasi sesuai dengan prokotol pencegahan Covid-19 pemerintah Inggris. Hal itu dilakukan karena mereka satu pesawat dengan orang positif Covid-19 saat penerbangan dari Istanbul, Turki ke Birmingham pada akhir pekan lalu.

Keputusan yang diambil BWF terkait partisipasi Indonesia di All England 2021 menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Bahkan, Menpora Zainudin Amali menganggap atlet Indonesia telah diperlakukan tidak adil.

Zainudin menyayangkan pemaksaan agar atlet-atlet badminton Indonesia mundur dari turnamen tertua di dunia tersebut. Menurutnya penyelenggara dan BWF harus menyikapi permasalahan secara objektif.

"Kita merasakan perlakuan tidak adil ke atlet kita," kata Zainudin dalam konferensi pers, Kamis (18/3) siang.

[Gambas:Video CNN]

(jal/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK