Pelatih PSG Mauricio Pochettino sedang memberi instruksi kepada Neymar. (Foto: AP/Christophe Ena)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penantang gelar Liga Champions akan bertarung di Allianz Arena pada Kamis (8/4) dini hari WIB saat Bayern Munchen menjamu Paris Saint-Germain (PSG). Bayern Munchen hadir dengan keceriaan, sementara PSG sedang murung.
Setelah jeda internasional, Bayern Munchen sukses melanjutkan kampanye mereka dengan hasil terbaik, yakni mengamankan kemenangan 1-0 atas RB Leipzig, Sabtu lalu.
Kemenangan tipis itu membantu Bayern Munchen memperlebar jarak di puncak klasemen Bundesliga menjadi tujuh poin atas RB Leipzig di peringkat kedua.
Hasil ini membantu Bayern Munchen bergerak selangkah lebih dekat untuk mengamankan gelar Bundesliga kesembilan berturut-turut.
Kini, The Bavarians memiliki kesempatan untuk menambah kegembiraan mereka saat menyambut PSG di leg pertama perempat final Liga Champions.
Bayern berharap dapat mengamankan keunggulan kandang dan yang paling penting menghindari kebobolan karena Hansi Flick ingin mendapatkan dua gelar berturut-turut di Eropa.
Sebaliknya, PSG langsung mendapat bencana saat kembali dari jeda internasional. PSG kalah 0-1 dari sesama penantang gelar Ligue 1, Lille.
Kekalahan tersebut membantu Lille untuk menjatuhkan klub ibu kota Prancis dari puncak klasemen dan melanjutkan performa buruk PSG melawan klub-klub top musim ini di bawah Mauricio Pochettino.
Pertandingan ini menjadi bagian dari tantangan bagi pelatih PSG Mauricio Pochettino.
Jika kalah atau bahkan tersingkir dari Liga Champions, jelas ini akan membuatnya semakin gelisah terkait posisinya di masa depan.
Sejak menggantikan Thomas Tuchel, jalan Pochettino jauh dari mulus. Pochettino telah mencatat empat kekalahan dalam 14 pertandingan pertamanya sebagai pelatih PSG.
Sementara kekalahan 0-1 dari Lille merupakan kekalahan ketiga berturut-turut bagi PSG di rumah.
Karena itu memenangkan pertandingan perempat final Liga Champions tidak hanya akan membalas dendam atas kekalahan 0-1 dari The Bavarians di final musim lalu, tetapi dia juga akan selangkah lebih dekat menuju masa depan yang cerah di klub. Sebaliknya, jika kalah kritikan akan semakin banyak menyerang Pochettino.
Di sisi lain, pelatih PSG Mauricio Pochettino juga punya kabar baik pada pertandingan melawan Bayern Munchen. Mesin gol Bayern Robert Lewandowski absen pada pertandingan ini lantaran mengalami cedera lutut pada tugas internasional bersama Polandia.
Kehilangan Lewandowski jelas akan mempengaruhi daya gedor The Bavarians.
Penyerang Bayern Munchen Robert Lewandowski absen melawan PSG. (Foto: (AP/Gregorio Borgia)
Lewandowski terus membuktikan sebagai mesin gol Bayern Munchen sejak ia bergabung dengan klub tersebut pada 2014. Di musim ini, Lewandowski sudah mencetak 42 gol dalam 36 penampilan di seluruh kompetisi bersama Bayern Munchen.
Selain itu Bayern juga kehilangan penyerang Serge Gnabry yang absen karena positif Covid-19.
Sebaliknya, PSG akan kembali memainkan trio penyerang: Angel Di Maria, Kylian Mbappe dan Neymar. Neymar siap melakukan start pertama, pasca cedera, selama hampir dua bulan dari Liga Champions.
Namun, Pochettino berharap Neymar bisa lebih tenang dan lebih mengontrol emosinya dalam pertandingan agar tidak merugikan tim.
Ini menyusul kartu merah yang didapat Neymar usai keributan dengan pemain Lille, Tiago Djalo, pada pertandingan terakhir.
Pochettino membutuhkan ketenangan sang megabintang untuk membantu PSG mengalahkan Bayern.
Penyerang PSG Neymar diharapkan tampil tenang saat hadapi Bayern Munchen. (Foto: (AP/Thibault Camus)
Selain Neymar, PSG juga memiliki Kylian Mbappe yang diprediksi akan membahayakan pertahanan Bayern.
Kylian Mbappe adalah salah satu alasan utama mengapa PSG mampu mengalahkan Barcelona dengan nyaman di babak 16 besar.
Penyerang Prancis itu mencetak empat dari lima gol yang dicatat PSG selama dua leg saat mereka menang 5-2 atas Barcelona.
Penantang gelar Liga Champions akan bertarung di Allianz Arena pada Kamis (8/4) dini hari WIB saat Bayern Munchen menjamu Paris Saint-Germain (PSG). Bayern Munchen hadir dengan keceriaan, sementara PSG sedang murung.
Setelah jeda internasional, Bayern Munchen sukses melanjutkan kampanye mereka dengan hasil terbaik, yakni mengamankan kemenangan 1-0 atas RB Leipzig, Sabtu lalu.
Kemenangan tipis itu membantu Bayern Munchen memperlebar jarak di puncak klasemen Bundesliga menjadi tujuh poin atas RB Leipzig di peringkat kedua.
Hasil ini membantu Bayern Munchen bergerak selangkah lebih dekat untuk mengamankan gelar Bundesliga kesembilan berturut-turut.
Kini, The Bavarians memiliki kesempatan untuk menambah kegembiraan mereka saat menyambut PSG di leg pertama perempat final Liga Champions.
Bayern berharap dapat mengamankan keunggulan kandang dan yang paling penting menghindari kebobolan karena Hansi Flick ingin mendapatkan dua gelar berturut-turut di Eropa.
Sebaliknya, PSG langsung mendapat bencana saat kembali dari jeda internasional. PSG kalah 0-1 dari sesama penantang gelar Ligue 1, Lille.
Kekalahan tersebut membantu Lille untuk menjatuhkan klub ibu kota Prancis dari puncak klasemen dan melanjutkan performa buruk PSG melawan klub-klub top musim ini di bawah Mauricio Pochettino.
Pertandingan ini menjadi bagian dari tantangan bagi pelatih PSG Mauricio Pochettino.
Jika kalah atau bahkan tersingkir dari Liga Champions, jelas ini akan membuatnya semakin gelisah terkait posisinya di masa depan.
Sejak menggantikan Thomas Tuchel, jalan Pochettino jauh dari mulus. Pochettino telah mencatat empat kekalahan dalam 14 pertandingan pertamanya sebagai pelatih PSG.
Sementara kekalahan 0-1 dari Lille merupakan kekalahan ketiga berturut-turut bagi PSG di rumah.
Karena itu memenangkan pertandingan perempat final Liga Champions tidak hanya akan membalas dendam atas kekalahan 0-1 dari The Bavarians di final musim lalu, tetapi dia juga akan selangkah lebih dekat menuju masa depan yang cerah di klub. Sebaliknya, jika kalah kritikan akan semakin banyak menyerang Pochettino.
Absennya Lewandowski Peluang bagi PSG
Penyerang PSG Kylian Mbappe bakal menjadi ancaman lini belakang PSG. (Foto: REUTERS/GONZALO FUENTES)
Di sisi lain, pelatih PSG Mauricio Pochettino juga punya kabar baik pada pertandingan melawan Bayern Munchen. Mesin gol Bayern Robert Lewandowski absen pada pertandingan ini lantaran mengalami cedera lutut pada tugas internasional bersama Polandia.
Kehilangan Lewandowski jelas akan mempengaruhi daya gedor The Bavarians.
Penyerang Bayern Munchen Robert Lewandowski absen melawan PSG. (Foto: (AP/Gregorio Borgia)
Lewandowski terus membuktikan sebagai mesin gol Bayern Munchen sejak ia bergabung dengan klub tersebut pada 2014. Di musim ini, Lewandowski sudah mencetak 42 gol dalam 36 penampilan di seluruh kompetisi bersama Bayern Munchen.
Selain itu Bayern juga kehilangan penyerang Serge Gnabry yang absen karena positif Covid-19.
Sebaliknya, PSG akan kembali memainkan trio penyerang: Angel Di Maria, Kylian Mbappe dan Neymar. Neymar siap melakukan start pertama, pasca cedera, selama hampir dua bulan dari Liga Champions.
Namun, Pochettino berharap Neymar bisa lebih tenang dan lebih mengontrol emosinya dalam pertandingan agar tidak merugikan tim.
Ini menyusul kartu merah yang didapat Neymar usai keributan dengan pemain Lille, Tiago Djalo, pada pertandingan terakhir.
Pochettino membutuhkan ketenangan sang megabintang untuk membantu PSG mengalahkan Bayern.
Penyerang PSG Neymar diharapkan tampil tenang saat hadapi Bayern Munchen. (Foto: (AP/Thibault Camus)
Selain Neymar, PSG juga memiliki Kylian Mbappe yang diprediksi akan membahayakan pertahanan Bayern.
Kylian Mbappe adalah salah satu alasan utama mengapa PSG mampu mengalahkan Barcelona dengan nyaman di babak 16 besar.
Penyerang Prancis itu mencetak empat dari lima gol yang dicatat PSG selama dua leg saat mereka menang 5-2 atas Barcelona.