Target Spesial Greysia/Apriyani Jelang Olimpiade: Tak Cedera

CNN Indonesia | Rabu, 07/04/2021 18:50 WIB
Ganda putri andalan Indonesia, Gresyia Polii/Apriyani Rahayu, tak diberi target prestasi dalam ajang BWF terdekat, melainkan hanya diminta tidak cedera. Greysia Polii/Apriyani Rahayu memiliki target spesial sebelum Olimpiade 2020. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ganda putri andalan Indonesia, Gresyia Polii/Apriyani Rahayu tak diberi target prestasi dalam tiga ajang kejuaraan badminton sebelum Olimpiade, melainkan hanya diminta tidak cedera.

Hal tersebut diungkapkan pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian dalam bincang-bincang virtual pada Rabu (7/4) siang.

Dari tiga ajang BWF yang akan digelar dalam waktu dekat, yakni India Open 2021 (11-16 Mei), Malaysia Open 2021 (25-30 Mei), dan Singapore Open 2021 (1-6 Juni), kemungkinan hanya dua yang diikuti.


Alasannya, agar performa Greysia/Apriyani terjaga sebelum Olimpiade. Eng Hian ingin agar performa puncak juara Thailand Open 2020 ini tercipta saat tampil di Tokyo pada Juli 2021.

"Saya hanya inginkan penampilan yang terbaik. Saya ingin performance-nya terjaga dan tidak cedera. Saya hanya ingin menjaga Greysia/Apriyani dari cedera. Hasil nanti dulu," kata Eng Hian atau biasa disapa dengan Koh Didi ini.

[Gambas:Video CNN]

Eng Hian mengatakan, turnamen yang kemungkinan diikuti Greysia/Apriyani adalah Malaysia Open dan Singapore Open. Selain untuk menjaga sentuhan dan performa, wakil China kabarnya akan ambil bagian dalam dua ajang tersebut.

"Malaysia dan singapura yang akan diikuti (Greysia/Apriyani). Saya akan mengevaluasi penampilan dan melihat calon lawan yang akan dihadapi," ucap mantan ganda putra andalan Indonesia pada akhir 1990 dan awal 2000 ini.

Khusus untuk Greysia, Eng Hian akan memberikan penanganan khusus. Sebab, kebugaran pemain kelahiran 11 Agustus 1987 ini sudah tak seperti dulu. Agar performa Greysia terjaga, program khusus dibuat.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

"Salah satunya untuk Greysia saya harus membuat program lagi. Sekarang usianya bertambah (33 tahun). Dia bukan pemain muda lagi. Usia bertambah pasti ada perbedaan fisik. Tugas saya bagaimana meminimalkan efek usia ini. Akan ada program gizi dan lain-lain. Saya ingin peak performance di Olimpiade," Eng Hian menjelaskan.

Untuk calon pengganti Greysia sebagai pendamping Apriyani, Eng Hian sudah mulai memetakan. Hanya saja, untuk saat ini belum jadi prioritas, sebab Greysia juga belum punya niat untuk gantung raket.

(abd/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK