Alasan Indonesia Tak Kirim Kekuatan Penuh ke India Open

TTF, CNN Indonesia | Kamis, 08/04/2021 14:06 WIB
Indonesia memutuskan hanya mengirimkan tiga wakil ke turnamen badminton India Open, 11-26 Mei mendatang. Hafiz/Gloria berangkat ke India Open. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky membeberkan alasan Indonesia tidak mengirimkan kekuatan penuh ke India Open Super 500 2021. Padahal turnamen yang digelar mulai 11-16 Mei mendatang itu masih memperebutkan poin ke Olimpiade Tokyo 2020.

Indonesia hanya mengirimkan dua wakil ganda campuran dan satu pasang ganda putra ke India Open 2021. Dua wakil di ganda campuran yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, sedangkan ganda putra yaitu Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.

"Pemain utama, sudah aman untuk merebut tiket ke Olimpiade. Posisi mereka pun sudah aman. Sehingga lebih baik difokuskan ke Malaysia dan Singapura Terbuka," kata Rionny kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/4).


Nama-nama besar di ganda putra seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, maupun di ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu serta tunggal putra andalan Merah Putih, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting dipastikan tidak diikutsertakan ke India Open 2021.

Anthony Sinisuka GintingAnthony Ginting dan sejumlah pemain utama Indonesia tidak bermain di India Open. (Dok. Humas PBSI)

"Untuk ke India hanya difokuskan kepada Hafiz/Gloria untuk mencari poin dan mengamankan tiket ke Olimpiade Tokyo. Cuma, di tengah pandemi, mereka diminta selalu waspada menjaga kesehatan," tutur Rionny.

Lebih lanjut Rionny mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari pelatih ganda putra Herry IP, ada risiko pasangan utama terpapar kalau dikirim ke India. Apalagi jumlah kasus positif Covid-19 di India disebut juga masih terbilang tinggi.

"Takut ada pemain utama terpapar covid di India, dan malah tak bisa main di Malaysia dan Singapura yang bisa mengganggu persiapan ke Olimpiade," ujarnya.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Selain itu, dari pengalaman sebelumnya, tampil di tiga turnamen secara beruntun dan ditambah harus karantina, itu tidak mudah untuk dijalani pemain. Kondisi itu dapat menyebabkan performa pemain bisa menurun.

"Karena itu, pemain utama lebih baik hanya tampil di Malaysia dan Singapura. Selain itu, panpel Malaysia mewajibkan pemain harus menjalani karantina selama tujuh hari sebelum turnamen," ungkap Rionny.

[Gambas:Video CNN]



(TTF/ptr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK