Belanda kebobolan dua gol usai Daley Blind ditarik keluar. (Pool via REUTERS/JOHN THYS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Belanda mendapatkan peringatan penting dari Ukraina usai menang tipis 3-2 pada pertandingan Grup C Euro 2020 (Euro 2021) di Stadion Johan Cruyff Arena, Senin (14/6) dini hari WIB.
Tim Oranye yang lebih diunggulkan atas Ukraina menunjukkan dominasinya dalam pertandingan itu. Dalam menyerang, kualitas Belanda tidak perlu diragukan lagi.
Saat pertandingan berjalan 20 menit, Belanda sudah melepaskan tujuh tembakan, dua di antaranya on target. Memphis Depay dan Denzel Dumfries secara bergantian memberikan tekanan kepada Ukraina.
Akan tetapi, peluang emas itu Belanda kerap patah di tangan kiper George Bushchan yang tampil cukup solid di bawah mistar The Main Team, julukan Ukraina.
Penampilan impresif Belanda berlanjut hingga babak pertama usai. Akan tetapi, gawang Ukraina yang dikawal Bushchan tetapi belum bisa bergetar.
Belanda baru bisa membobol gawang Ukraina usai melonggarkan pertahanan tim lawan. Pergerakan Dumfries di sisi kanan menarik perhatian dua pemain Ukraina.
Belanda mendapat perlawanan sengit dari Ukraina. (AP/Olaf Kraak)
Sial bagi tim asuhan Andriy Shevchenko itu, Dumfries bisa melepaskan umpan silang ke kotak penalti, ke arah Memphis Depay.
Umpan Dumfries itu bisa jadi tidak berbuah gol seandainya bisa disapu bersih Alexander Karaev yang tengah menjaga Depay. Akan tetapi, kenyataannya berbeda lantaran operan Dumfries dipotong kiper Bushchan.
Niat Bushchan menggagalkan peluang Belanda justru berbuah petaka. Penyelamatan Bushchan tidak sempurna, bola liar yang bergulir di depan gawang bisa dimanfaatkan Georginio Wijnaldum jadi gol di menit ke-52.
Gol Belanda itu sepertinya sukses meruntuhkan konsentrasi Ukraina yang begitu solid bertahan di babak pertama. Pasalnya, tujuh menit usai gol Wijnaldum, Belanda bisa menambah skor menjadi 2-0 lewat gol Wout Weghorst.
Proses gol Weghorst juga sama dengan Wijnaldum, berasal dari sektor kanan, melalui pemain yang sama, yaitu Denzel Dumfries.
Lewat gol Weghorst itu, Belanda seolah sudah memegang kunci kemenangan dan mengetahui kelemahan Ukraina di sektor kiri pertahanan mereka.
Sayangnya, keunggulan 2-0 itu tidak disikapi Belanda dengan terus meningkatkan tekanan pada sisa pertandingan. De Oranje terlihat mengendurkan serangan.
Usai unggul 2-0, pelatih Frank de Boer mengganti bek senior Daley Blind yang bermain cukup bagus di sejak babak pertama dengan Nathan Ake. Patrick van Aanholt juga digantikan Owen Wijndal.
Di musim ini Ake tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain lantaran dibalut cedera. Selain pada awal musim, Ake juga baru bermain dalam empat dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Inggris.
Gol Roman Yaremchuk menunjukkan kelemahan Belanda di Euro 2020. (Pool via REUTERS/PETER DEJONG)
Pergantian itu seperti jadi celah yang bisa dimanfaatkan Ukraina. Benar saja, dua pergantian di sektor kiri ini jadi awal gol Ukraina guna memperkecil skor jadi 1-2.
Sebelum membobol gawang Marten Stekenelburg lewat gol sensasional di menit ke-75, Andriy Yarmolenko lebih dahulu bergerak dari sisi kiri.
Pergerakan pemain West Ham United itu tidak bisa diantisipasi Stefan de Vrij. Nathan Ake hanya bisa terpana melihat Yarmolenko melepaskan tembakan melengkung kaki kiri ke pojok kiri gawang Belanda.
Efek buruk perjudian De Boer dalam dua pergantian sebelumnya kian terasa setelah Ukraina menyamakan skor di menit ke-79 lewat gol sundulan Roman Yaremchuk, atau empat menit usai gol Yarmolenko.
Yaremchuk membuat pergerakan yang apik dengan lolos dari perangkap offside Belanda saat menyambut tendangan bebas Ruslan Malinovsky.
Dua gol Ukraina yang terjadi dalam 4 menit itu tidak saja membuat Memphis Depay cs waswas, tetapi juga peringatan untuk Belanda.
Kesalahan dalam perubahan susunan pemain atau taktik bisa berujung mimpi buruk di turnamen sekelas Euro 2020. Harapan mencapai babak perempat final di Euro 2020 juga bisa sirna.
Beruntung bagi Belanda masih memiliki Denzel Dumfries. Dumfries termasuk pemain dengan penampilan yang konsisten sejak menit awal. Wingback 25 tahun itu begitu impresif dalam membantu serangan Belanda.
Dua peluang yang disia-siakannya di babak pertama dibayar dengan tunai lewat gol sundulan di menit ke-85 usai memanfaatkan umpan silang Nathan Ake. Gol itu memberikan kemenangan 3-2 bagi Belanda atas Ukraina.
Dua gol Ukraina tersebut menunjukkan masih keroposnya lini pertahanan Belanda yang untuk sementara ditinggal bek Juventus Matthijs de Ligt.
De Ligt absen pada pertandingan pertama Euro 2020 (Euro 2021) lantaran cedera pangkal paha pada laga uji coba jelang Piala Eropa.
Usai tampil selama 90 menit melawan Skotlandia, De Ligt absen menghadapi Georgia di pertandingan terakhir pemanasan sebelum Euro 2020.
Sebelumnya De Ligt optimistis bisa tampil melawan Ukraina. Akan tetapi, pelatih Frank de Boer tidak ingin memaksakan mantan pemain Ajax Amsterdam itu bermain menghadapi Ukraina. De Boer tidak ingin mengambil risiko yang bisa berakibat lebih buruk kepada De Ligt.
Peran De Ligt sangat dibutuhkan Belanda pada pertandingan berikutnya saat melawan Austria, Jumat (18/6) dini hari waktu Indonesia.
Seandainya De Ligt tetap belum bisa bermain, maka pelatih De Boer perlu mencari komposisi yang terbaik untuk lini pertahanan.
Belanda memiliki serangan yang bagus saat melawan Ukraina. (Pool via REUTERS/PIROSCHKA VAN DE WOUW)
Trio Jurrien Timber, Daley Blind, dan Stefan de Vrij sebenarnya tampil cukup bagus. Tekanan yang diberikan Ukraina hingga menit ke-74 bisa diantisipasi dengan baik.
Jika Belanda tidak memiliki pilihan lain untuk pemain di lini belakang, maka para pemain di sektor pertahanan itu perlu meningkatkan kualitas permainan mereka.
Austria sudah menunjukkan kualitas mereka dalam membongkar pertahanan Makedonia Utara pada pertandingan lain di Grup C. Umpan-umpan silang akurat dari lini kedua bisa jadi ancaman serius bagi pertahanan Belanda pada pertandingan berikutnya.
Pembenahan di sektor pertahanan ini diperlukan Belanda. Cara lain guna menghindari peluang lawan dari umpan-umpan silang atau operan jauh adalah dengan memanfaatkan kesigapan lini tengah dalam memotong aliran bola ke kotak penalti Belanda.
Impresifnya lini serang Belanda tidak akan banyak berguna apabila lini pertahanan dengan mudah ditembus dan gawang mereka rapuh dibobol lawan.
Timnas Belanda mendapatkan peringatan penting dari Ukraina usai menang tipis 3-2 pada pertandingan Grup C Euro 2020 (Euro 2021) di Stadion Johan Cruyff Arena, Senin (14/6) dini hari WIB.
Tim Oranye yang lebih diunggulkan atas Ukraina menunjukkan dominasinya dalam pertandingan itu. Dalam menyerang, kualitas Belanda tidak perlu diragukan lagi.
Saat pertandingan berjalan 20 menit, Belanda sudah melepaskan tujuh tembakan, dua di antaranya on target. Memphis Depay dan Denzel Dumfries secara bergantian memberikan tekanan kepada Ukraina.
Akan tetapi, peluang emas itu Belanda kerap patah di tangan kiper George Bushchan yang tampil cukup solid di bawah mistar The Main Team, julukan Ukraina.
Penampilan impresif Belanda berlanjut hingga babak pertama usai. Akan tetapi, gawang Ukraina yang dikawal Bushchan tetapi belum bisa bergetar.
Belanda baru bisa membobol gawang Ukraina usai melonggarkan pertahanan tim lawan. Pergerakan Dumfries di sisi kanan menarik perhatian dua pemain Ukraina.
Belanda mendapat perlawanan sengit dari Ukraina. (AP/Olaf Kraak)
Sial bagi tim asuhan Andriy Shevchenko itu, Dumfries bisa melepaskan umpan silang ke kotak penalti, ke arah Memphis Depay.
Umpan Dumfries itu bisa jadi tidak berbuah gol seandainya bisa disapu bersih Alexander Karaev yang tengah menjaga Depay. Akan tetapi, kenyataannya berbeda lantaran operan Dumfries dipotong kiper Bushchan.
Niat Bushchan menggagalkan peluang Belanda justru berbuah petaka. Penyelamatan Bushchan tidak sempurna, bola liar yang bergulir di depan gawang bisa dimanfaatkan Georginio Wijnaldum jadi gol di menit ke-52.
Gol Belanda itu sepertinya sukses meruntuhkan konsentrasi Ukraina yang begitu solid bertahan di babak pertama. Pasalnya, tujuh menit usai gol Wijnaldum, Belanda bisa menambah skor menjadi 2-0 lewat gol Wout Weghorst.
Proses gol Weghorst juga sama dengan Wijnaldum, berasal dari sektor kanan, melalui pemain yang sama, yaitu Denzel Dumfries.
Lewat gol Weghorst itu, Belanda seolah sudah memegang kunci kemenangan dan mengetahui kelemahan Ukraina di sektor kiri pertahanan mereka.
Sayangnya, keunggulan 2-0 itu tidak disikapi Belanda dengan terus meningkatkan tekanan pada sisa pertandingan. De Oranje terlihat mengendurkan serangan.
Usai unggul 2-0, pelatih Frank de Boer mengganti bek senior Daley Blind yang bermain cukup bagus di sejak babak pertama dengan Nathan Ake. Patrick van Aanholt juga digantikan Owen Wijndal.
Di musim ini Ake tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain lantaran dibalut cedera. Selain pada awal musim, Ake juga baru bermain dalam empat dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Inggris.
Gol Roman Yaremchuk menunjukkan kelemahan Belanda di Euro 2020. (Pool via REUTERS/PETER DEJONG)
Pergantian itu seperti jadi celah yang bisa dimanfaatkan Ukraina. Benar saja, dua pergantian di sektor kiri ini jadi awal gol Ukraina guna memperkecil skor jadi 1-2.
Sebelum membobol gawang Marten Stekenelburg lewat gol sensasional di menit ke-75, Andriy Yarmolenko lebih dahulu bergerak dari sisi kiri.
Pergerakan pemain West Ham United itu tidak bisa diantisipasi Stefan de Vrij. Nathan Ake hanya bisa terpana melihat Yarmolenko melepaskan tembakan melengkung kaki kiri ke pojok kiri gawang Belanda.
Efek buruk perjudian De Boer dalam dua pergantian sebelumnya kian terasa setelah Ukraina menyamakan skor di menit ke-79 lewat gol sundulan Roman Yaremchuk, atau empat menit usai gol Yarmolenko.
Yaremchuk membuat pergerakan yang apik dengan lolos dari perangkap offside Belanda saat menyambut tendangan bebas Ruslan Malinovsky.
Dua gol Ukraina yang terjadi dalam 4 menit itu tidak saja membuat Memphis Depay cs waswas, tetapi juga peringatan untuk Belanda.
Kesalahan dalam perubahan susunan pemain atau taktik bisa berujung mimpi buruk di turnamen sekelas Euro 2020. Harapan mencapai babak perempat final di Euro 2020 juga bisa sirna.
Beruntung bagi Belanda masih memiliki Denzel Dumfries. Dumfries termasuk pemain dengan penampilan yang konsisten sejak menit awal. Wingback 25 tahun itu begitu impresif dalam membantu serangan Belanda.
Dua peluang yang disia-siakannya di babak pertama dibayar dengan tunai lewat gol sundulan di menit ke-85 usai memanfaatkan umpan silang Nathan Ake. Gol itu memberikan kemenangan 3-2 bagi Belanda atas Ukraina.
Alarm di Lini Belakang Jelang Lawan Austria
Belanda membutuhkan Matthijs de Ligt guna memperkuat pertahanan. (REUTERS/PIROSCHKA VAN DE WOUW)
Dua gol Ukraina tersebut menunjukkan masih keroposnya lini pertahanan Belanda yang untuk sementara ditinggal bek Juventus Matthijs de Ligt.
De Ligt absen pada pertandingan pertama Euro 2020 (Euro 2021) lantaran cedera pangkal paha pada laga uji coba jelang Piala Eropa.
Usai tampil selama 90 menit melawan Skotlandia, De Ligt absen menghadapi Georgia di pertandingan terakhir pemanasan sebelum Euro 2020.
Sebelumnya De Ligt optimistis bisa tampil melawan Ukraina. Akan tetapi, pelatih Frank de Boer tidak ingin memaksakan mantan pemain Ajax Amsterdam itu bermain menghadapi Ukraina. De Boer tidak ingin mengambil risiko yang bisa berakibat lebih buruk kepada De Ligt.
Peran De Ligt sangat dibutuhkan Belanda pada pertandingan berikutnya saat melawan Austria, Jumat (18/6) dini hari waktu Indonesia.
Seandainya De Ligt tetap belum bisa bermain, maka pelatih De Boer perlu mencari komposisi yang terbaik untuk lini pertahanan.
Belanda memiliki serangan yang bagus saat melawan Ukraina. (Pool via REUTERS/PIROSCHKA VAN DE WOUW)
Trio Jurrien Timber, Daley Blind, dan Stefan de Vrij sebenarnya tampil cukup bagus. Tekanan yang diberikan Ukraina hingga menit ke-74 bisa diantisipasi dengan baik.
Jika Belanda tidak memiliki pilihan lain untuk pemain di lini belakang, maka para pemain di sektor pertahanan itu perlu meningkatkan kualitas permainan mereka.
Austria sudah menunjukkan kualitas mereka dalam membongkar pertahanan Makedonia Utara pada pertandingan lain di Grup C. Umpan-umpan silang akurat dari lini kedua bisa jadi ancaman serius bagi pertahanan Belanda pada pertandingan berikutnya.
Pembenahan di sektor pertahanan ini diperlukan Belanda. Cara lain guna menghindari peluang lawan dari umpan-umpan silang atau operan jauh adalah dengan memanfaatkan kesigapan lini tengah dalam memotong aliran bola ke kotak penalti Belanda.
Impresifnya lini serang Belanda tidak akan banyak berguna apabila lini pertahanan dengan mudah ditembus dan gawang mereka rapuh dibobol lawan.