Ronaldo Bisa Dihukum karena Singkirkan Botol Coca-cola

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 15:26 WIB
Cristiano Ronaldo disebut bisa dihukum karena tindakan menyingkirkan botol Coca-cola saat menjalani konferensi pers Euro 2020 jelang Hungaria vs Portugal. Cristiano Ronaldo menyingkirkan botol Coca-cola. (Handout via REUTERS/HANDOUT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cristiano Ronaldo disebut bisa dihukum karena tindakan menyingkirkan botol Coca-cola saat menjalani konferensi pers Euro 2020 (Euro 2021) jelang Hungaria vs Portugal, Senin (14/6).

Tindakan Ronaldo yang menggeser dua botol Coca-cola saat menjalani konferensi pers jelang Hungaria vs Portugal di Euro 2020 membuah heboh. Ronaldo menyarankan untuk konsumsi air mineral daripada minuman berkarbonasi.

Aksi Ronaldo membuat heboh karena Coca-cola adalah sponsor Euro 2020. Pihak UEFA hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terbaik tindakan Ronaldo, meski Coca-cola dikabarkan rugi US$4 miliar atau setara Rp57 triliun sejak insiden tersebut.


Pengacara dan Konsultan Hukum Olahraga asal Brasil, Marcel Belfiore, mengatakan UEFA tidak bisa menghukum langsung pemain jika dianggap melanggar terkait sponsor. UEFA hanya bisa menghukum asosiasi sepak bola negara terkait, dalam hal ini Asosiasi Sepak Bola Portugal (FPF).

Namun, Belfiore yakin FPF bisa menghukum Ronaldo karena dianggap melakukan pelanggaran di Euro 2020.

"Dalam kasus [Euro 2020] ini, yang melibatkan perilaku seorang pemain [Ronaldo] yang mungkin telah merugikan sponsor kompetisi, UEFA dapat mempertimbangkan untuk menjatuhkan beberapa sanksi kepada Asosiasi Portugal [FPF]," ucap Belfiore dikutip dari UOL.

Banner Euro 2020

"Setelah itu FPF dapat mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi kepada pemain Portugal tersebut, menyalahkan dia atas pelanggaran yang diberikan UEFA," sambung Belfiore.

Belfiore mengatakan UEFA memiliki peraturan khusus yang menangani masalah komersial terkait turnamen yang mereka buat. UEFA selalu menetapkan serangkaian peraturan yang harus ditaati asosiasi negara yang berpartisipasi dalam turnamen dan anggotanya masing-masing, dalam hal ini pelatih dan pemain.

Lebih lanjut Belfiore menyatakan hukuman UEFA terhadap FPF akan tergantung analisis. UEFA diyakini tidak akan asal-asalan memberi hukuman yang bisa memberi dampak buruk kepada Coca-cola.

"Semua tergantung analisis komersial dari dampak yang mungkin ditimbulkan oleh hukuman terhadap citra kompetisi dan sponsor, yang dapat melampaui dampak yang sudah disebabkan Ronaldo," ucap Belfiore.

"Saya tidak ragu perjanjian sponsor yang ditandatangani antara Coca-cola dan UEFA berisi serangkaian aturan yang mungkin telah dilanggar oleh Ronaldo," ujar Belfiore.

[Gambas:Video CNN]

(har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK