Italia yang Susah Payah dan Bekal Berharga dari Austria
CNN Indonesia
Minggu, 27 Jun 2021 08:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Italia butuh babak tambahan untuk mengalahkan Austria di babak 16 besar Euro 2020. (REUTERS/CATHERINE IVILL)
Jakarta, CNN Indonesia --
Italiabenar-benar mendapatkan pelajaran berharga saat menghadapi Austriadi babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021), Minggu (27/6) dini hari WIB. Cerita Italia di turnamen ini bahkan bisa saja berakhir di waktu normal.
Gli Azzurri sampai harus membutuhkan waktu 120 menit untuk bisa memastikan kemenangan 2-1 atas Austria pada pertandingan yang digelar di Stadion Wembley, Inggris, tersebut.
Di balik senyum kegembiraan Federico Chiesa dan kawan-kawan di akhir pertandingan, tergambar jelas ketakutan dan kekhawatiran Italia selama menjalani duel sengit melawan Austria.
Laga Italia vs Austria benar-benar berimbang dari segi kekuatan. Italia tidak menunjukkan dominasi berlebihan atas Austria, bahkan bisa dibilang hampir tamat andai keberuntungan tidak berpihak pada mereka.
Permainan Italia, khususnya di babak pertama hanya menunjukkan keindahan permainan tapi tak terlihat menyeramkan bagi lawan.
Pasukan Roberto Mancini terlihat masih kurang dari sisi ketajaman dan mental 'pembunuh' dari sisi penyerangan. Suasana yang tidak terlihat seperti saat Italia begitu perkasa di babak penyisihan grup.
Di fase grup, Italia sukses melesakkan tujuh gol dalam tiga pertandingan yang mereka sapu bersih dengan kemenangan di Grup A.
Italia memiliki banyak peluang untuk menciptakan gol saat melawan Austria. (REUTERS/CARL RECINE)
Saat menghadapi Austria terlihat serangan Italia kerap terhenti saat mencoba memasuki sepertiga akhir area pertahanan Austria.
Akibatnya, jajaran penyerang lebih banyak hanya bisa melepaskan tembakan dari luar kotak karena mereka kesulitan untuk masuk ke area kotak penalti lawan.
Banyak percobaan tapi tidak ada gol yang mampu diciptakan, situasi ini hampir membuat para pemain Italia frustrasi. Kondisi ini menyebabkan timnas Italia sempat kehabisan akal untuk menembus pertahanan Austria.
Hingga akhirnya, Italia harus membutuhkan waktu 95 menit atau melalui babak tambahan untuk bisa membobol gawang Austria lewat Federico Chiesa.
Pertahanan Austria yang mulai kendor karena upaya lawan yang mencoba mencetak gol balasan juga mampu dimanfaatkan Italia untuk menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat sontekan Matteo Pessina pada menit ke-105.
Dalam pertandingan ini, Italia juga sedikit beruntung karena penyelesaian akhir Austria juga buruk. Austria sejatinya punya beberapa peluang emas untuk mencetak gol, namun masih belum memenuhi sasaran.
Bahkan, Austria mampu membobol gawang Italia lebih dulu lewat striker Marko Arnautovic pada menit ke-65. Untungnya gol tersebut dianulir wasit karena Arnautovic tertangkap VAR telah berada dalam posisi offside.
Artinya, Italia masih memiliki beberapa masalah di antaranya persoalan ketajaman dalam menyerang dan kerapuhan di lini pertahanan.
Kerepotan Italia menghadapi Austria juga menandakan kalau pasukan Roberto Mancini belum teruji melawan tim kuat di turnamen besar.
Italia harus berbenah jika tidak ingin terpeleset pada babak selanjutnya. Italia juga tak cukup hanya tampil menghibur, tetapi Gli Azzurri juga harus meningkatkan karakter sebagai penghancur.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Kemenangan Italia atas Austria lewat babak tambahan atau extra time di babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) juga tak lepas berkat keputusan Roberto Mancini untuk memasukan lima pemain cadangan.
Kedalaman skuad Gli Azzurri membuat pelatih Italia Roberto Mancini leluasa untuk menggantikan pemain sesuai kebutuhannya.
Saat menghadapi Austria, Roberto Mancini melakukan lima pergantian pemain yaitu Nicolo Barella digantikan Matteo Pessina dan Marco Verratti digantikan Manuel Locatelli.
Kemudian, Ciro Immobile digantikan Belotti, Domenico Berardi digantikan Federico Chiesa, dan Lorenzo Insigne digantikan Bryan Cristante.
Dan terbukti kelima pemain ini mampu membawa perubahan pada permainan Italia yang sebelumnya buntu.
Meski demikian, para pemain cadangan Italia ini awalnya sempat kesulitan masuk dalam ritme permainan atau bisa dibilang telat panas.
Tetapi, setelah mereka panas, permainan Italia mulai hidup kembali bahkan lebih ngotot. Bahkan, dua gol kemenangan Italia dalam laga ini dipersembahkan oleh pemain pengganti yaitu Federico Chiesa dan Matteo Pessina.
Federico Chiesa tampil begitu liar di lini depan dengan sejumlah aksi individu yang berhasil membuat pemain Austria kewalahan.
Pemain pengganti Federico Chiesa saat membobol gawang Austria. (REUTERS/CARL RECINE)
Keberanian Pessina dalam melakukan penetrasi juga membuat serangan Italia lebih gencar. Juga kehadiran gelandang Manuel Locatelli yang sukses mengubah jalannya permainan.
Locatelli tampak berani untuk mengambil banyak resiko dengan selalu bermain positif dengan membawa bola ke depan dan passing ke depan, sehingga Italia lebih banyak menciptakan peluang untuk menciptakan gol.
Peran Locatelli ini yang tidak ditemui dari para gelandang Italia di babak pertama yang cenderung keasyikan bermain-main bola pendek dalam upaya penguasaan bola.
Di sisi lain, mentalitas para pemain Italia tampak juga masih perlu diasah. Hal ini terlihat setelah Italia untuk kali pertama bermain di luar kandang.
Pada fase grup, Italia boleh saja tampil perkasa karena bermain di rumah sendiri di Stadion Olimpico, Roma.
Tetapi, ketika main di luar rumah, para pemain Italia tampak tidak bermain seperti biasa layaknya di kandang sendiri.
Selain faktor adaptasi dengan lapangan, kondisi fisik pemain yang sebelumnya tidak perlu dilelahkan dengan perjalanan udara, kini harus mereka lalui. Selain itu berkurangnya dukungan suporter yang hadir juga memengaruhi penampilan Italia di Wembley.
Italia telah menjejakkan kaki di Wembley dengan sebuah modal besar, pelajaran berharga dari Austria, yang akan membuat mereka lebih solid dan waspada saat bertemu Portugal atau Belgia.
Italiabenar-benar mendapatkan pelajaran berharga saat menghadapi Austriadi babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021), Minggu (27/6) dini hari WIB. Cerita Italia di turnamen ini bahkan bisa saja berakhir di waktu normal.
Gli Azzurri sampai harus membutuhkan waktu 120 menit untuk bisa memastikan kemenangan 2-1 atas Austria pada pertandingan yang digelar di Stadion Wembley, Inggris, tersebut.
Di balik senyum kegembiraan Federico Chiesa dan kawan-kawan di akhir pertandingan, tergambar jelas ketakutan dan kekhawatiran Italia selama menjalani duel sengit melawan Austria.
Laga Italia vs Austria benar-benar berimbang dari segi kekuatan. Italia tidak menunjukkan dominasi berlebihan atas Austria, bahkan bisa dibilang hampir tamat andai keberuntungan tidak berpihak pada mereka.
Permainan Italia, khususnya di babak pertama hanya menunjukkan keindahan permainan tapi tak terlihat menyeramkan bagi lawan.
Pasukan Roberto Mancini terlihat masih kurang dari sisi ketajaman dan mental 'pembunuh' dari sisi penyerangan. Suasana yang tidak terlihat seperti saat Italia begitu perkasa di babak penyisihan grup.
Di fase grup, Italia sukses melesakkan tujuh gol dalam tiga pertandingan yang mereka sapu bersih dengan kemenangan di Grup A.
Italia memiliki banyak peluang untuk menciptakan gol saat melawan Austria. (REUTERS/CARL RECINE)
Saat menghadapi Austria terlihat serangan Italia kerap terhenti saat mencoba memasuki sepertiga akhir area pertahanan Austria.
Akibatnya, jajaran penyerang lebih banyak hanya bisa melepaskan tembakan dari luar kotak karena mereka kesulitan untuk masuk ke area kotak penalti lawan.
Banyak percobaan tapi tidak ada gol yang mampu diciptakan, situasi ini hampir membuat para pemain Italia frustrasi. Kondisi ini menyebabkan timnas Italia sempat kehabisan akal untuk menembus pertahanan Austria.
Hingga akhirnya, Italia harus membutuhkan waktu 95 menit atau melalui babak tambahan untuk bisa membobol gawang Austria lewat Federico Chiesa.
Pertahanan Austria yang mulai kendor karena upaya lawan yang mencoba mencetak gol balasan juga mampu dimanfaatkan Italia untuk menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat sontekan Matteo Pessina pada menit ke-105.
Dalam pertandingan ini, Italia juga sedikit beruntung karena penyelesaian akhir Austria juga buruk. Austria sejatinya punya beberapa peluang emas untuk mencetak gol, namun masih belum memenuhi sasaran.
Bahkan, Austria mampu membobol gawang Italia lebih dulu lewat striker Marko Arnautovic pada menit ke-65. Untungnya gol tersebut dianulir wasit karena Arnautovic tertangkap VAR telah berada dalam posisi offside.
Artinya, Italia masih memiliki beberapa masalah di antaranya persoalan ketajaman dalam menyerang dan kerapuhan di lini pertahanan.
Kerepotan Italia menghadapi Austria juga menandakan kalau pasukan Roberto Mancini belum teruji melawan tim kuat di turnamen besar.
Italia harus berbenah jika tidak ingin terpeleset pada babak selanjutnya. Italia juga tak cukup hanya tampil menghibur, tetapi Gli Azzurri juga harus meningkatkan karakter sebagai penghancur.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Pemain Pengganti Penolong Timnas Italia
Pemain pengganti Matteo Pessina bawa Italia unggul 2-0 atas Austria. (REUTERS/LAURENCE GRIFFITHS)
Kemenangan Italia atas Austria lewat babak tambahan atau extra time di babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) juga tak lepas berkat keputusan Roberto Mancini untuk memasukan lima pemain cadangan.
Kedalaman skuad Gli Azzurri membuat pelatih Italia Roberto Mancini leluasa untuk menggantikan pemain sesuai kebutuhannya.
Saat menghadapi Austria, Roberto Mancini melakukan lima pergantian pemain yaitu Nicolo Barella digantikan Matteo Pessina dan Marco Verratti digantikan Manuel Locatelli.
Kemudian, Ciro Immobile digantikan Belotti, Domenico Berardi digantikan Federico Chiesa, dan Lorenzo Insigne digantikan Bryan Cristante.
Dan terbukti kelima pemain ini mampu membawa perubahan pada permainan Italia yang sebelumnya buntu.
Meski demikian, para pemain cadangan Italia ini awalnya sempat kesulitan masuk dalam ritme permainan atau bisa dibilang telat panas.
Tetapi, setelah mereka panas, permainan Italia mulai hidup kembali bahkan lebih ngotot. Bahkan, dua gol kemenangan Italia dalam laga ini dipersembahkan oleh pemain pengganti yaitu Federico Chiesa dan Matteo Pessina.
Federico Chiesa tampil begitu liar di lini depan dengan sejumlah aksi individu yang berhasil membuat pemain Austria kewalahan.
Pemain pengganti Federico Chiesa saat membobol gawang Austria. (REUTERS/CARL RECINE)
Keberanian Pessina dalam melakukan penetrasi juga membuat serangan Italia lebih gencar. Juga kehadiran gelandang Manuel Locatelli yang sukses mengubah jalannya permainan.
Locatelli tampak berani untuk mengambil banyak resiko dengan selalu bermain positif dengan membawa bola ke depan dan passing ke depan, sehingga Italia lebih banyak menciptakan peluang untuk menciptakan gol.
Peran Locatelli ini yang tidak ditemui dari para gelandang Italia di babak pertama yang cenderung keasyikan bermain-main bola pendek dalam upaya penguasaan bola.
Di sisi lain, mentalitas para pemain Italia tampak juga masih perlu diasah. Hal ini terlihat setelah Italia untuk kali pertama bermain di luar kandang.
Pada fase grup, Italia boleh saja tampil perkasa karena bermain di rumah sendiri di Stadion Olimpico, Roma.
Tetapi, ketika main di luar rumah, para pemain Italia tampak tidak bermain seperti biasa layaknya di kandang sendiri.
Selain faktor adaptasi dengan lapangan, kondisi fisik pemain yang sebelumnya tidak perlu dilelahkan dengan perjalanan udara, kini harus mereka lalui. Selain itu berkurangnya dukungan suporter yang hadir juga memengaruhi penampilan Italia di Wembley.
Italia telah menjejakkan kaki di Wembley dengan sebuah modal besar, pelajaran berharga dari Austria, yang akan membuat mereka lebih solid dan waspada saat bertemu Portugal atau Belgia.