Label itu diberikan seiring penampilan meyakinkan anak asuh Gareth Southgate hingga babak perempat final. Di laga terakhir, Inggris mengalahkan Ukraina dengan skor telak 4-0 di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (4/7) dini hari WIB.
Empat gol kemenangan Inggris dicetak oleh Harry Kane (dua gol), Harry Maguire, dan Jordan Henderson. Kemenangan dengan margin empat gol itu membuat Inggris melenggang ke semifinal dengan penuh gaya.
Berikut lima alasan yang membuat Inggris bisa jadi juara Euro 2020:
1. Pertahanan Solid
Inggris jadi satu-satunya semifinalis Euro 2020 yang belum kebobolan. Dari lima laga, tak sekalipun Jordan Pickford memungut bola dari gawangnya.
Catatan itu jadi bukti betapa solidnya pertahanan The Three Lions. Selain Jordan Pickford yang tampil gemilang, pemain-pemain belakang Inggris juga tampil mengesankan.
Pertahanan Inggris tetap kokoh terlepas dari siapapun yang dimainkan di jantung pertahanan. Duet Tyrone Mings-John Stones, atau Stones dan Maguire plus Kyle Walker berhasil membuat pemain-pemain lawan tak leluasa mengancam gawang Pickford.
2. Bek Sayap Berkualitas
Inggris punya begitu banyak pilihan di sektor sayap pada Euro 2020. Hal ini lantaran Southgate membawa sampai lima bek sayap yaitu Walker, Kieran Trippier, Reece James, Luke Shaw, dan Ben Chilwell.
Keputusan Southgate itu sejauh ini berjalan baik. Inggris bisa begitu fleksibel bermain dengan skema tiga pemain belakang atau empat pemain belakang.
Selain itu, kontribusi bek sayap yang dibawa oleh Southgate begitu terasa. Salah satu bek sayap yang memberi kontribusi besar adalah Shaw yang kini telah menyumbang tiga assist.
3. Kane Makin Tajam
Kane sempat diragukan karena mandul di tiga laga fase grup Euro 2020. Namun, perlahan bomber Tottenham Hotspur itu berhasil menepis keraguan banyak pihak.
Kane membuka rekening golnya dengan mencetak satu gol saat Inggris mengalahkan Jerman 2-0 di 16 besar. Keran gol Kane terbuka makin lebar dengan mengemas dua gol saat menghajar Ukraina 4-0, dini hari tadi.
Ketajaman yang ditunjukkan Kane membuat lini depan Inggris semakin menakutkan. Apalagi, ia didukung pemain-pemain sayap berkualitas macam Raheem Sterling, Jadon Sancho, Jack Grealish, hingga Bukayo Saka.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
4. Kedalaman Skuad Mumpuni
Inggris jadi salah satu tim dengan kedalaman tim yang bagus di Euro 2020. Inggris bisa dikatakan sejajar dengan Italia dalam hal ini.
Dengan kedalaman skuad yang dimiliki Inggris, Southgate bisa dengan mudah mengutak-atik taktik yang disesuaikan dengan lawan yang akan dihadapi.
Hal itu pula yang terlihat di Euro 2020. Mings dan Trippier tampil bagus saat Maguire dan Shaw absen di awal fase grup.
Begitu pula dengan Saka saat ditugaskan mengantikan peran Phil Foden yang belum memuaskan di Euro 2020. Teranyar, Jordan Henderson memperlihatkan bisa jadi opsi lain di lini tengah selain duet pivot Declan Rice dan Kalvin Philips saat mengalahkan Ukraina.
5. Bermain di Kandang
Inggris telah memastikan langkah mereka ke semifinal Euro 2020. Hasil itu membuat Maguire dkk. akan bermain di Stadion Wembley pada babak semifinal.
Bermain di hadapan publik sendiri jela memberikan keuntungan tersendiri buat Inggris. Dukungan puluhan ribu fan akan membuat Inggris tampil penuh semangat seperti yang mereka tunjukkan saat mengalahkan Jerman di babak 16 besar.
Jika mampu lolos dari adangan Denmark di semifinal, Inggris akan melakoni laga final di Wembley. Faktor dukungan dari suporter krusial dalam upaya Inggris memburu gelar perdana di ajang Euro.
Label itu diberikan seiring penampilan meyakinkan anak asuh Gareth Southgate hingga babak perempat final. Di laga terakhir, Inggris mengalahkan Ukraina dengan skor telak 4-0 di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (4/7) dini hari WIB.
Empat gol kemenangan Inggris dicetak oleh Harry Kane (dua gol), Harry Maguire, dan Jordan Henderson. Kemenangan dengan margin empat gol itu membuat Inggris melenggang ke semifinal dengan penuh gaya.
Berikut lima alasan yang membuat Inggris bisa jadi juara Euro 2020:
1. Pertahanan Solid
Inggris jadi satu-satunya semifinalis Euro 2020 yang belum kebobolan. Dari lima laga, tak sekalipun Jordan Pickford memungut bola dari gawangnya.
Catatan itu jadi bukti betapa solidnya pertahanan The Three Lions. Selain Jordan Pickford yang tampil gemilang, pemain-pemain belakang Inggris juga tampil mengesankan.
Pertahanan Inggris tetap kokoh terlepas dari siapapun yang dimainkan di jantung pertahanan. Duet Tyrone Mings-John Stones, atau Stones dan Maguire plus Kyle Walker berhasil membuat pemain-pemain lawan tak leluasa mengancam gawang Pickford.
2. Bek Sayap Berkualitas
Inggris punya begitu banyak pilihan di sektor sayap pada Euro 2020. Hal ini lantaran Southgate membawa sampai lima bek sayap yaitu Walker, Kieran Trippier, Reece James, Luke Shaw, dan Ben Chilwell.
Keputusan Southgate itu sejauh ini berjalan baik. Inggris bisa begitu fleksibel bermain dengan skema tiga pemain belakang atau empat pemain belakang.
Selain itu, kontribusi bek sayap yang dibawa oleh Southgate begitu terasa. Salah satu bek sayap yang memberi kontribusi besar adalah Shaw yang kini telah menyumbang tiga assist.
3. Kane Makin Tajam
Kane sempat diragukan karena mandul di tiga laga fase grup Euro 2020. Namun, perlahan bomber Tottenham Hotspur itu berhasil menepis keraguan banyak pihak.
Kane membuka rekening golnya dengan mencetak satu gol saat Inggris mengalahkan Jerman 2-0 di 16 besar. Keran gol Kane terbuka makin lebar dengan mengemas dua gol saat menghajar Ukraina 4-0, dini hari tadi.
Ketajaman yang ditunjukkan Kane membuat lini depan Inggris semakin menakutkan. Apalagi, ia didukung pemain-pemain sayap berkualitas macam Raheem Sterling, Jadon Sancho, Jack Grealish, hingga Bukayo Saka.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
Kedalaman Skuad Bagus
Jordan Henderson mencetak satu gol saat Inggris mengalahkan Ukraina di Euro 2020. (AP/Alessandro Garofalo)
4. Kedalaman Skuad Mumpuni
Inggris jadi salah satu tim dengan kedalaman tim yang bagus di Euro 2020. Inggris bisa dikatakan sejajar dengan Italia dalam hal ini.
Dengan kedalaman skuad yang dimiliki Inggris, Southgate bisa dengan mudah mengutak-atik taktik yang disesuaikan dengan lawan yang akan dihadapi.
Hal itu pula yang terlihat di Euro 2020. Mings dan Trippier tampil bagus saat Maguire dan Shaw absen di awal fase grup.
Begitu pula dengan Saka saat ditugaskan mengantikan peran Phil Foden yang belum memuaskan di Euro 2020. Teranyar, Jordan Henderson memperlihatkan bisa jadi opsi lain di lini tengah selain duet pivot Declan Rice dan Kalvin Philips saat mengalahkan Ukraina.
5. Bermain di Kandang
Inggris telah memastikan langkah mereka ke semifinal Euro 2020. Hasil itu membuat Maguire dkk. akan bermain di Stadion Wembley pada babak semifinal.
Bermain di hadapan publik sendiri jela memberikan keuntungan tersendiri buat Inggris. Dukungan puluhan ribu fan akan membuat Inggris tampil penuh semangat seperti yang mereka tunjukkan saat mengalahkan Jerman di babak 16 besar.
Jika mampu lolos dari adangan Denmark di semifinal, Inggris akan melakoni laga final di Wembley. Faktor dukungan dari suporter krusial dalam upaya Inggris memburu gelar perdana di ajang Euro.