OLIMPIADE TOKYO

Momen Barshim dan Tamberi Berbagi Emas: Apa Bisa Dibagi Dua?

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 10:25 WIB
Dengan wajah lelah Mutaz Essa Barshim dan Gianmarco Tamberi bertanya ke ofisial apakah medali emas lompat tinggi Olimpiade Tokyo 2020 bisa dibagi dua. Gianmarco Tamberi saat melakukan lompatan di Olimpiade Tokyo 2020. (REUTERS/KAI PFAFFENBACH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Atlet lompat tinggi Qatar Mutaz Essa Barshim dan Italia Gianmarco Tamberi memiliki momen indah ketika memutuskan berbagi medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (1/8).

Barshim dan Tamberi sama-sama mengakhiri lompatan dengan catatan tertinggi 2,37 meter. Kedua atlet kemudian gagal melakukan lompatan 2,39 meter masing-masing tiga kali.

Ofisial pertandingan kemudian menawarkan Barshim dan Tamberi untuk satu kali melakukan lompatan terakhir untuk memutuskan pemenang. Namun, Barshim kemudian memberikan diri bertanya ke ofisial pertandingan.


"Apakah medali emas bisa dibagi dua," tanya Barshim kepada ofisial.

Sang ofisial sambil menganggukkan kepala kemudian mengatakan 'Itu memungkinkan'. Barshim dan Tamberi kemudian berpelukan dan merayakan sukses sama-sama merebut medali emas lompat tinggi di Olimpiade Tokyo.

Barshim dan Tamberi merupakan rival di atas arena pertandingan, namun sahabat di luar stadion. Barshim mengatakan meraih medali emas secara bersamaan dengan Tamberi adalah sebuah impian.

Gianmarco Tamberi, of Italy celebrates with Mutaz Barshim of Qatar after they won joint gold in the final of the men's high jump at the 2020 Summer Olympics, Sunday, Aug. 1, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Martin Meissner)Gianmarco Tamberi dan Mutaz Barshim merayakan medali emas bersama di Olimpiade Tokyo. (AP Photo/Martin Meissner)

"Saya melihat dia, dia melihat saya, dan kami tahu. Kami hanya saling melihat, semuanya sudah berakhir, kami tidak perlu melakukan lompatan lagi," ujar Barshim dikutip dari Reuters.

"Dia salah satu teman baik saya, tidak hanya di lapangan, tapi juga di luar. Ini impian yang jadi kenyataan. Ini adalah semangat sejati, semangat olahragawan, dan kami di sini menyampaikan pesan ini," sambung Barshim.

Bagi Tamberi medali emas Olimpiade Tokyo merupakan pembalasan sempurna setelah absen di Olimpiade Rio 2016 karena cedera.

"Setelah cedera saya hanya ingin segera kembali, tapi sekarang saya mendapatkan medali emas, dan ini luar biasa. Saya sering kali mengimpikan hal ini. Pada 2016 sebelum Olimpiade Rio, saya diberitahu risiko tidak bisa kembali bertanding. Jadi ini perjalanan yang panjang," ucap Tamberi.

[Gambas:Video CNN]

(har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK