Man City masih diunggulkan juara Liga Inggris musim ini. (AP/Dave Thompson)
Jakarta, CNN Indonesia --
Manchester City bisa kembali jadi favorit juara Liga Inggris musim ini. The Citizen masih memiliki skuad yang mumpuni dalam mempertahankan gelar.
Di atas kertas tim asuhan Pep Guardiola bisa kembali menggenggam trofi Premier League 2021/2022. Kekuatan Man City bertambah setelah mendatangkan Jack Grealish dari Aston Villa.
Man City tentu tidak akan membuang uang sebesar 100 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,987 triliun secara percuma hanya untuk mencadangkan Grealish.
Pemain kelahiran Birmingham itu akan masuk proyeksi utama taktik Guardiola pada musim ini yang ditinggal Sergio Aguero ke Barcelona.
Pada percobaan pertama di ajang Community Shield, Guardiola sudah membuktikan itu. Kehilangan Aguero yang merupakan striker utama ditambal dengan memainkan Ferran Torres.
Itu bukan kali pertama Torres ditempatkan sebagai penyerang utama. Pada musim lalu, Guardiola mencoba mengantisipasi kepergian Aguero dengan memainkan Torres sebagai striker, meskipun posisi aslinya sebagai winger kanan. Secara postur Torres memiliki kualifikasi sebagai penyerang dengan tinggi 184cm.
Setelah menambal lubang di lini depan, Guardiola mengalihkan fokus kepada Grealish yang juga termasuk pemain serbabisa.
Banyak orang mengenal Grealish sebagai pemain sayap kiri, walaupun memiliki kaki terkuat, kaki kanan. Meskipun berposisi sebagai sayap kiri, Grealish bukanlah tipikal pemain sayap kuno yang berlari hingga garis akhir lalu mengirimkan umpan silang.
Jack Grealish menambah kekuatan Man City pada musim ini. (Action Images via Reuters/PETER CZIBORRA)
Dengan kaki terkuat kaki kanan, Grealish bisa bermain dengan mencoba masuk ke zona tengah lawan, lalu memberikan umpan kunci atau langsung menembakkan bola.
Grealish adalah tipikal pemain yang diharapkan Guardiola bisa memberikan proses cepat dalam menciptakan peluang atau membuat gol.
Ketika Grealish bermain di sisi sayap, Raheem Sterling yang juga memiliki posisi sama seperti eks pemain Aston Villa itu bisa ditempatkan sebagai false nine.
Kondisi itu membuat serangan Mancester Biru kian bervariasi. Belum lagi saat Grealish dimainkan sebagai gelandang serang, menggantikan posisi Kevin de Bruyne yang sejauh ini masih cedera.
Tidak salah jika Grealish dinobatkan sebagai kekuatan baru Man City pada musim ini. Dengan kualitas pemain 25 tahun itu, ketangguhan skuad Man City dibanding musim lalu meningkat.
Juara Liga Inggris tujuh kali itu bisa makin menyeramkan jika mereka bisa mendatangkan Harry Kane dari Tottenham Hotspur.
Jika Kane mendarat di Etihad, jalan menuju tangga juara Liga Inggris secara otomatis akan terbuka sendiri untuk Man City.
Man City pada musim ini tidak banyak berubah dibandingkan dengan musim lalu. Namun harus diakui kedatangan Grealish membuat Man City makin kuat.
John Stones dan Ruben Dias adalah kombinasi apik pertahanan Man City. Di lini tengah, Man City memiliki gelandang-gelandang kreatif: De Bruyne, Bernardo Silva, hingga Ilkay Gundogan.
Lini depan Man City yang bisa diisi Phil Foden, Sterling, Torres, Gabrel Jesus, dan Riyad Mahrez, adalah salah satu yang mengerikan di Premier League musim ini.
Pada musim lalu barisan penyerang Man City tersebut mencetak dua digit gol. Bahkan yang mengejutkan top skor Man City musim lalu adalah Gundogan yang notabenenya pemain gelandang.
Tanpa banyak perubahan skuad, Guardiola hanya perlu memoles timnya agar tampil makin ciamik. Tentu saja salah satu polesan tersebut adalah mengoptimalkan peran Grealish yang perlu segera beradaptasi dengan taktik Man City.
Man United berupaya kembali ke dalam persaingan gelar juara Liga Inggris. (Reuters/LEE SMITH)
Kendati demikian Man City tidak sendiri dalam perburuan gelar juara. Rival sekota mereka, Manchester United, juga sudah membangun skuad yang memiliki syarat juara.
Setan Merah berharap bisa kembali selevel dengan Man City setelah merekrut Jadon Sancho dari Borussia Dortmund dan kemungkinan Raphael Varane dari Real Madrid.
Pada musim lalu MU bisa saja terlibat dalam persaingan gelar juara. Di putaran kedua 2020/2021, MU bisa menumbangkan Man City 2-0.
Akan tetapi tim asuhan Oleh Gunnar Solskjaer juga kerap blunder ketika menghadapi tim-tim medioker. Kesalahan-kesalahan itu yang membuat Man United kedodoran sehingga tertinggal 12 poin di belakang Man City.
Celah-celah MU pada musim laltu perlahan ditambah Solskjaer. Varane diharapkan bisa jadi duet sepadan bagi Harry Maguire, dengan begitu MU memiliki pertahanan yang bisa menyaingi Stones-Dias milik Man City.
Kelebihan lain bagi MU di lini pertahanan adalah sosok Luke Shaw yang mengilap bersama timnas Inggris pada Euro 2020.
Pada ajang itu Shaw tampil impresif dengan solid baik saat bertahan maupun menyerang. Performa itu akan memberikan warna lain dalam startegi Solskjaer pada musim ini.
Serangan Man United juga bisa makin tajam setelah Sancho merapat ke Old Trafford. Dengan Sancho, MU bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Pasalnya, pemain 21 tahun itu tidak saja mahir memberikan assist, tetapi juga piawai mencetak gol.
Salah satu yang masih perlu dilengkapi MU untuk bisa sejajar dengan Man City pada musim ini adalah sosok gelandang bertahan yang konsisten.
Saat ini Man Utd diisukan membidik Eduardo Camavinga dari Rennes. Selain masih muda, Camavinga juga jadi andalan Rennes sebagai gelandang jangkar.
Apabila Camavinga jadi rekurtan ketiga Man United pada musim ini, maka teka-teki raksasa Liga Inggris itu akan komplet terjawab.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Gelar juara Liga Champions dan Piala Super Eropa disebut jadi bukti Chelsea layak diunggulkan sebagai juara.
Melihat rekor dua pencapaian di Eropa itu sah-sah saja jadi modal The Blues menjuarai Premier League musim ini. Akan tetapi pembuktian Chelsea layak juara tetap pada satu musim kompetisi.
Ketika Thomas Tuchel menangani Chelsea pada pekan ke-20 atau akhir Januari 2021, performa klub asal London itu meningkat drastis.
Chelsea melalui 10 pertandingan tanpa terkalahkan (6 menang, 4 kalah). Tetapi pada laga ke-11 bersama Tuchel di Liga Inggris atau pekan ke-30, Chelsea menelan kekalahan pertama, 2-5 dari West Bromwich Albion.
Total pada 9 pertandingan terakhir Premier League musim lalu tersebut, Chelsea menelan 3 kekalahan dan 5 kali menang.
Chelsea merupakan salah satu tim dengan kedalaman skuad yang bagus. Tim utama dan pelapis The Blues bisa memiliki kekuatan yang nyaris seimbang di setiap posisi.
Di sektor kiper The Blues punya Edouard Mendy dan Kepa Arrizabalaga. Sedangkan Kurt Zouma, Andreas Christensen, Antonio Rudiger, Thiago Silva, hingga Cesar Azpilicueta bisa bergantian mengisi tiga pemain belakang yang jadi andalan Tuchel.
Nama-nama seperti Reece James, Ben Chilwell, Emerson, hingga Marcos Alonso juga bisa bahu-membahu dari sektor juga membantu serangan dan pertahanan Chelsea sebagai bek sayap.
Romelu Lukaku melengkapi kekuatan Chelsea pada musim ini. (AP/Anatoly Maltsev)
Lini tengah Chelsea juga kaya akan gelandang potensial: Jorginho adalah juara Euro 2020 bersama Italia, N'Golo Kante bintang The Blues dalam beberapa musim belakangan. Ditambah lagi dengan Mateo Kovacic dan Mason Mount sebagai gelandang muda energik.
Performa Kai Havertz dan Timo Werner tidak begitu mengagumkan sebagai penyerang pada musim lalu. Karena itu Chelsea memiliki siasat dengan mendatangkan Romelu Lukaku dari Inter Milan.
Lukaku akan jadi pelengkap Chelsea pada musim ini. Setelah solid dari kiper hingga posisi gelandang, Lukaku memberikan nilai tambah bagi Chelsea dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.
Terlebih lagi, Lukaku yang andal dalam menggiring bola, menguasai bola, tajam dalam mencetak gol dengan kaki dan kepala akan mendapat dukungan dari pemain-pemain lincah seperti Hakim Ziyech maupun Christian Pulisic.
Apabila konsisten di sepanjang musim ini, Chelsea bisa jadi ancaman serius bagi Man City dalam mengangkat trofi Premier League.
Di luar Man City, Man United, dan Chelsea, tim-tim lain seperti Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur, termasuk Leicester City yang memenangi Community Shield bisa jadi pelengkap.
Liverpool minim perubahan pada musim ini. (Action Images via Reuters/CRAIG BROUGH)
Liverpool yang kehilangan Georginio Wijnaldum yang pindah ke Paris Saint-Germain baru mendatangkan bek Ibrahima Konate dari RB Leipzig.
Berkaca dari masalah musim lalu ketika lini belakang keropos setelah ditinggal Virgil van Dijk dan Joe Gomes yang cedera, Liverpool memperkuat lini belakang.
Akan tetapi, kehilangan gelandang energik seperti Wijnaldum tidak segera diantisipasi Jurgen Klopp. Sebagai gelandang tengah, Wijnaldum masih bisa membuktikan kualitas ketika memperkuat Belanda di Euro 2020 dengan torehan tiga gol dalam empat pertandingan.
Tanpa Wijnaldum, The Reds praktis hanya akan mengandalkan Jordan Henderson, James Milner, Thiago Alcantara, Curtis Jones, hingga Naby Keita. Nama terakhir sulit dijagokan lantaran masih kesulitan adaptasi di Liverpool.
Tanpa banyak perubahan Liverpool akan sulit bersaing dalam mengejar juara musim ini. Apalagi pada musim lalu trio maut Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane mengalami penurunan produktivitas gol, 42 gol berbanding 46 gol ketika juara pada musim 2019/2020.
Tottenham dan Arsenal yang juga menurun dibanding beberapa musim terakhir masih sulit masuk dalam persaingan juara.
Perubahan skuad pada musim ini hanya menempatkan Tottenham dan Arsenal sebagai pengganggu Man City, Chelsea, atau Man United yang memburu gelar Liga Inggris.
Tottenham merobak skuad dengan mendatangkan bek Cristian Romero dari Atalanta dan menukar winger muda Bryan Gill dari Sevilla dengan Eric Lamela.
Sementara itu, Arsenal merekrut Ben White dari Brighton and Hove Albion guna memperkuat pertahanan, dan mencoba menambah daya serang dengan gelandang muda Albert Sambi Lokonga dari Anderlecht serta Nunp Tavares dari Benfica.
Pada musim ini The Gunners masih mencoba mengandalkan sejumlah amunisi muda seperti Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe yang dipandu pemain senior macam Pierre-Emerick Aubameyang dan Mohamed Elneny.
Jakarta, CNN Indonesia --
Manchester City bisa kembali jadi favorit juara Liga Inggris musim ini. The Citizen masih memiliki skuad yang mumpuni dalam mempertahankan gelar.
Di atas kertas tim asuhan Pep Guardiola bisa kembali menggenggam trofi Premier League 2021/2022. Kekuatan Man City bertambah setelah mendatangkan Jack Grealish dari Aston Villa.
Man City tentu tidak akan membuang uang sebesar 100 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,987 triliun secara percuma hanya untuk mencadangkan Grealish.
Pemain kelahiran Birmingham itu akan masuk proyeksi utama taktik Guardiola pada musim ini yang ditinggal Sergio Aguero ke Barcelona.
Pada percobaan pertama di ajang Community Shield, Guardiola sudah membuktikan itu. Kehilangan Aguero yang merupakan striker utama ditambal dengan memainkan Ferran Torres.
Itu bukan kali pertama Torres ditempatkan sebagai penyerang utama. Pada musim lalu, Guardiola mencoba mengantisipasi kepergian Aguero dengan memainkan Torres sebagai striker, meskipun posisi aslinya sebagai winger kanan. Secara postur Torres memiliki kualifikasi sebagai penyerang dengan tinggi 184cm.
Setelah menambal lubang di lini depan, Guardiola mengalihkan fokus kepada Grealish yang juga termasuk pemain serbabisa.
Banyak orang mengenal Grealish sebagai pemain sayap kiri, walaupun memiliki kaki terkuat, kaki kanan. Meskipun berposisi sebagai sayap kiri, Grealish bukanlah tipikal pemain sayap kuno yang berlari hingga garis akhir lalu mengirimkan umpan silang.
Jack Grealish menambah kekuatan Man City pada musim ini. (Action Images via Reuters/PETER CZIBORRA)
Dengan kaki terkuat kaki kanan, Grealish bisa bermain dengan mencoba masuk ke zona tengah lawan, lalu memberikan umpan kunci atau langsung menembakkan bola.
Grealish adalah tipikal pemain yang diharapkan Guardiola bisa memberikan proses cepat dalam menciptakan peluang atau membuat gol.
Ketika Grealish bermain di sisi sayap, Raheem Sterling yang juga memiliki posisi sama seperti eks pemain Aston Villa itu bisa ditempatkan sebagai false nine.
Kondisi itu membuat serangan Mancester Biru kian bervariasi. Belum lagi saat Grealish dimainkan sebagai gelandang serang, menggantikan posisi Kevin de Bruyne yang sejauh ini masih cedera.
Tidak salah jika Grealish dinobatkan sebagai kekuatan baru Man City pada musim ini. Dengan kualitas pemain 25 tahun itu, ketangguhan skuad Man City dibanding musim lalu meningkat.
Juara Liga Inggris tujuh kali itu bisa makin menyeramkan jika mereka bisa mendatangkan Harry Kane dari Tottenham Hotspur.
Jika Kane mendarat di Etihad, jalan menuju tangga juara Liga Inggris secara otomatis akan terbuka sendiri untuk Man City.
Man City pada musim ini tidak banyak berubah dibandingkan dengan musim lalu. Namun harus diakui kedatangan Grealish membuat Man City makin kuat.
John Stones dan Ruben Dias adalah kombinasi apik pertahanan Man City. Di lini tengah, Man City memiliki gelandang-gelandang kreatif: De Bruyne, Bernardo Silva, hingga Ilkay Gundogan.
Lini depan Man City yang bisa diisi Phil Foden, Sterling, Torres, Gabrel Jesus, dan Riyad Mahrez, adalah salah satu yang mengerikan di Premier League musim ini.
Pada musim lalu barisan penyerang Man City tersebut mencetak dua digit gol. Bahkan yang mengejutkan top skor Man City musim lalu adalah Gundogan yang notabenenya pemain gelandang.
Tanpa banyak perubahan skuad, Guardiola hanya perlu memoles timnya agar tampil makin ciamik. Tentu saja salah satu polesan tersebut adalah mengoptimalkan peran Grealish yang perlu segera beradaptasi dengan taktik Man City.
Man United berupaya kembali ke dalam persaingan gelar juara Liga Inggris. (Reuters/LEE SMITH)
Kendati demikian Man City tidak sendiri dalam perburuan gelar juara. Rival sekota mereka, Manchester United, juga sudah membangun skuad yang memiliki syarat juara.
Setan Merah berharap bisa kembali selevel dengan Man City setelah merekrut Jadon Sancho dari Borussia Dortmund dan kemungkinan Raphael Varane dari Real Madrid.
Pada musim lalu MU bisa saja terlibat dalam persaingan gelar juara. Di putaran kedua 2020/2021, MU bisa menumbangkan Man City 2-0.
Akan tetapi tim asuhan Oleh Gunnar Solskjaer juga kerap blunder ketika menghadapi tim-tim medioker. Kesalahan-kesalahan itu yang membuat Man United kedodoran sehingga tertinggal 12 poin di belakang Man City.
Celah-celah MU pada musim laltu perlahan ditambah Solskjaer. Varane diharapkan bisa jadi duet sepadan bagi Harry Maguire, dengan begitu MU memiliki pertahanan yang bisa menyaingi Stones-Dias milik Man City.
Kelebihan lain bagi MU di lini pertahanan adalah sosok Luke Shaw yang mengilap bersama timnas Inggris pada Euro 2020.
Pada ajang itu Shaw tampil impresif dengan solid baik saat bertahan maupun menyerang. Performa itu akan memberikan warna lain dalam startegi Solskjaer pada musim ini.
Serangan Man United juga bisa makin tajam setelah Sancho merapat ke Old Trafford. Dengan Sancho, MU bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Pasalnya, pemain 21 tahun itu tidak saja mahir memberikan assist, tetapi juga piawai mencetak gol.
Salah satu yang masih perlu dilengkapi MU untuk bisa sejajar dengan Man City pada musim ini adalah sosok gelandang bertahan yang konsisten.
Saat ini Man Utd diisukan membidik Eduardo Camavinga dari Rennes. Selain masih muda, Camavinga juga jadi andalan Rennes sebagai gelandang jangkar.
Apabila Camavinga jadi rekurtan ketiga Man United pada musim ini, maka teka-teki raksasa Liga Inggris itu akan komplet terjawab.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Chelsea Mengintip Peluang Juara
Chelsea bisa jadi perusak ambisi Man City. (Action Images via Reuters/JASON CAIRNDUFF)
Gelar juara Liga Champions dan Piala Super Eropa disebut jadi bukti Chelsea layak diunggulkan sebagai juara.
Melihat rekor dua pencapaian di Eropa itu sah-sah saja jadi modal The Blues menjuarai Premier League musim ini. Akan tetapi pembuktian Chelsea layak juara tetap pada satu musim kompetisi.
Ketika Thomas Tuchel menangani Chelsea pada pekan ke-20 atau akhir Januari 2021, performa klub asal London itu meningkat drastis.
Chelsea melalui 10 pertandingan tanpa terkalahkan (6 menang, 4 kalah). Tetapi pada laga ke-11 bersama Tuchel di Liga Inggris atau pekan ke-30, Chelsea menelan kekalahan pertama, 2-5 dari West Bromwich Albion.
Total pada 9 pertandingan terakhir Premier League musim lalu tersebut, Chelsea menelan 3 kekalahan dan 5 kali menang.
Chelsea merupakan salah satu tim dengan kedalaman skuad yang bagus. Tim utama dan pelapis The Blues bisa memiliki kekuatan yang nyaris seimbang di setiap posisi.
Di sektor kiper The Blues punya Edouard Mendy dan Kepa Arrizabalaga. Sedangkan Kurt Zouma, Andreas Christensen, Antonio Rudiger, Thiago Silva, hingga Cesar Azpilicueta bisa bergantian mengisi tiga pemain belakang yang jadi andalan Tuchel.
Nama-nama seperti Reece James, Ben Chilwell, Emerson, hingga Marcos Alonso juga bisa bahu-membahu dari sektor juga membantu serangan dan pertahanan Chelsea sebagai bek sayap.
Romelu Lukaku melengkapi kekuatan Chelsea pada musim ini. (AP/Anatoly Maltsev)
Lini tengah Chelsea juga kaya akan gelandang potensial: Jorginho adalah juara Euro 2020 bersama Italia, N'Golo Kante bintang The Blues dalam beberapa musim belakangan. Ditambah lagi dengan Mateo Kovacic dan Mason Mount sebagai gelandang muda energik.
Performa Kai Havertz dan Timo Werner tidak begitu mengagumkan sebagai penyerang pada musim lalu. Karena itu Chelsea memiliki siasat dengan mendatangkan Romelu Lukaku dari Inter Milan.
Lukaku akan jadi pelengkap Chelsea pada musim ini. Setelah solid dari kiper hingga posisi gelandang, Lukaku memberikan nilai tambah bagi Chelsea dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.
Terlebih lagi, Lukaku yang andal dalam menggiring bola, menguasai bola, tajam dalam mencetak gol dengan kaki dan kepala akan mendapat dukungan dari pemain-pemain lincah seperti Hakim Ziyech maupun Christian Pulisic.
Apabila konsisten di sepanjang musim ini, Chelsea bisa jadi ancaman serius bagi Man City dalam mengangkat trofi Premier League.
Di luar Man City, Man United, dan Chelsea, tim-tim lain seperti Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur, termasuk Leicester City yang memenangi Community Shield bisa jadi pelengkap.
Liverpool minim perubahan pada musim ini. (Action Images via Reuters/CRAIG BROUGH)
Liverpool yang kehilangan Georginio Wijnaldum yang pindah ke Paris Saint-Germain baru mendatangkan bek Ibrahima Konate dari RB Leipzig.
Berkaca dari masalah musim lalu ketika lini belakang keropos setelah ditinggal Virgil van Dijk dan Joe Gomes yang cedera, Liverpool memperkuat lini belakang.
Akan tetapi, kehilangan gelandang energik seperti Wijnaldum tidak segera diantisipasi Jurgen Klopp. Sebagai gelandang tengah, Wijnaldum masih bisa membuktikan kualitas ketika memperkuat Belanda di Euro 2020 dengan torehan tiga gol dalam empat pertandingan.
Tanpa Wijnaldum, The Reds praktis hanya akan mengandalkan Jordan Henderson, James Milner, Thiago Alcantara, Curtis Jones, hingga Naby Keita. Nama terakhir sulit dijagokan lantaran masih kesulitan adaptasi di Liverpool.
Tanpa banyak perubahan Liverpool akan sulit bersaing dalam mengejar juara musim ini. Apalagi pada musim lalu trio maut Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane mengalami penurunan produktivitas gol, 42 gol berbanding 46 gol ketika juara pada musim 2019/2020.
Tottenham dan Arsenal yang juga menurun dibanding beberapa musim terakhir masih sulit masuk dalam persaingan juara.
Perubahan skuad pada musim ini hanya menempatkan Tottenham dan Arsenal sebagai pengganggu Man City, Chelsea, atau Man United yang memburu gelar Liga Inggris.
Tottenham merobak skuad dengan mendatangkan bek Cristian Romero dari Atalanta dan menukar winger muda Bryan Gill dari Sevilla dengan Eric Lamela.
Sementara itu, Arsenal merekrut Ben White dari Brighton and Hove Albion guna memperkuat pertahanan, dan mencoba menambah daya serang dengan gelandang muda Albert Sambi Lokonga dari Anderlecht serta Nunp Tavares dari Benfica.
Pada musim ini The Gunners masih mencoba mengandalkan sejumlah amunisi muda seperti Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe yang dipandu pemain senior macam Pierre-Emerick Aubameyang dan Mohamed Elneny.