Taliban Berkuasa, Timnas Wanita Afghanistan Kabur ke Pakistan

jun, CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 07:59 WIB
Timnas sepak bola wanita Afghanistan melarikan diri ke Pakistan sebulan setelah Taliban kembali mengambil alih kekuasaan. Ilustrasi tim sepak bola Afghanistan. (REUTERS/KEVIN LAMARQUE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas sepak bola wanita Afghanistan melarikan diri ke Pakistan sebulan setelah Taliban kembali mengambil alih kekuasaan.

Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudry membenarkan kabar tersebut. Para pemain Afghanistan disebut memasuki Pakistan melalui perbatasan laut Torkham dengan membawa dokumen perjalanan yang sah.

"Kami menyambut tim sepak bola Afghanistan mereka tiba di Perbatasan Torkham dari Afghanistan. Para pemain memiliki paspor Afghanistan yang valid, visa Pakistan, dan diterima oleh Nouman Nadeem dari PFF (Federasi Sepak Bola Pakistan)," tulis Chaudry di Twitter dan dikutip Aljazeera.


Tak dijelaskan berapa banyak pemain wanita Afghanistan dan anggota keluarga mereka yang diizinkan masuk ke Pakistan.

Surat kabar The Dawn Pakistan pada Rabu (15/9) melaporkan para pesepakbola wanita Afghanistan diberikan visa kemanusiaan darurat setelah Taliban menguasai Kabul.

Pada 1990-an, Taliban pernah berkuasa dan melarang perempuan menggeluti bidang olahraga. Kebijakan di masa lampau membuat perempuan di Afghanistan cemas aktivitas mereka bakal kembali dibatasi.

Sekelompok pemain sepak bola wanita kelompok umur dan pelatih serta keluarga mereka telah mencoba melarikan diri dari negara itu bulan lalu. Namun, serangan bom yang menghancurkan bandara Kabul membuat mereka terdampar.

"Saya menerima permintaan untuk penyelamatan mereka dari LSM lain yang berbasis di Inggris. Saya hanya menulis kepada Perdana Menteri Imran Khan yang mengeluarkan izin bagi mereka untuk mendarat di Pakistan," kata Sardar Naveed Haider, duta besar LSM Football for Peace, yang berbasis di London.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Sekitar lebih dari 75 orang melintasi perbatasan utara pada Selasa kemarin, sebelum melanjutkan perjalanan ke selatan ke Kota Lahore di mana mereka akan disambut dengan karangan bunga.

"Mereka akan bepergian dan tinggal di Lahore sampai mereka bisa melangkah lebih jauh," kata Wakil Presiden PFF Amir Dogar.

Gadis-gadis yang bermain untuk timnas Afghanistan U-14, U-16, dan U-18 melintasi perbatasan darat dengan mengenakan burqa, sebelum kemudian mengubah penampilannya dengan jilbab.

Belum lama ini, pejabat senior Taliban mengatakan kepada media Australia bahwa perempuan "tidak perlu" bermain. Namun, Direktur Jenderal Olahraga Afghanistan yang baru, Bashir Ahmad Rustamzai, mengatakan para pemimpin Taliban belum membuat keputusan soal larangan aktivitas olahraga bagi perempuan.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK