Mengupas Strategi Indonesia vs Denmark di Piala Sudirman 2021
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Rabu, 29 Sep 2021 12:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kevin/Marcus diharapkan jadi pembuka poin untuk Indonesia dalam laga lawan Denmark. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia akan menghadapi Denmark di Piala Sudirman 2021. Berikut ulasan strategi berdasarkan susunan pemain kedua tim.
Indonesia dan Denmark sudah sama-sama menjejakkan kaki di perempat final. Namun Indonesia dan Denmark sama-sama dipastikan ngotot untuk merebut status sebagai juara grup.
Dalam susunan pemain, Indonesia membuat kejutan dengan menempatkan Putri Kusuma Wardani sebagai pemain tunggal putri. Sedangkan di kubu Denmark, mereka juga memilih Anders Antonsen dibanding Viktor Axelsen di tunggal putra dan Mathias Thyrri/Amalie Magelund dibandingkan Mathias Christiansen/Alexandra Boje di nomor ganda campuran.
Merujuk kekuatan yang ada, Indonesia punya keunggulan di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sedangkan kekuatan di nomor tunggal putri dan tunggal putra dibilang imbang.
Namun dua nomor tersebut termasuk dalam tiga nomor awal yang dipertandingkan. Karena itu, pertarungan Indonesia vs Denmark bakal tetap terbilang imbang dan menegangkan.
Denmark yang tidak membawa Kim Astrup lantaran cedera, memainkan Mads Pieler Kolding/Frederik Sogaard. Mereka akan coba mencuri kemenangan dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Tanpa catatan pertemuan sebelumnya, Kevin/Marcus belum punya gambaran utuh tentang gaya main Kolding/Sogaard yang merupakan pasangan anyar. Namun Kolding sendiri terbilang punya pengalaman main di papan atas saat ia berduet Mads Conrad-Petersen.
Kevin/Marcus mungkin bakal punya hambatan di awal permainan tetapi mereka sudah dapat duel sulit lawan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Hal itu yang diharapkan membuat Kevin/Marcus tidak susah mencapai level terbaik permainan mereka.
Laga paling krusial bagi Indonesia sejatinya ada di nomor tunggal putri. Pelatih memutuskan memainkan Putri KW yang belum pernah berduel lawan Mia Blichfeldt dibandingkan Gregoria Mariska.
Putri KW punya pengalaman jadi andalan beregu saat membawa Indonesia memenangkan Piala Suhandinata 2019. Putri KW juga dalam kondisi bagus karena tampil apik dan sudah juara Spain Masters di tahun ini.
Jika Putri KW bisa merebut kemenangan dan membawa Indonesia unggul 2-0, angin kemenangan bakal bertiup kencang ke arah Indonesia di laga ini.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Pada laga ketiga, duel seimbang terjadi antara Ginting lawan Antonsen. Laga ini adalah ulangan perempat final Olimpiade 2020.
Di Olimpiade, Ginting sukses mengalahkan Antonsen lewat pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 21-18, 15-21, 21-18.
Keputusan Denmark menurunkan Antonsen juga terbilang mengejutkan lantaran Antonsen kalah 0-4 dalam rekor pertemuan lawan Ginting. Viktor Axelsen yang justru punya rekor lebih baik lawan Ginting tidak dimainkan.
Laga Ginting vs Antonsen bakal sulit diprediksi. Kemampuan Ginting dan Antonsen juga bakal dipengaruhi skor besar yang sedang ada dalam duel Indonesia vs Denmark.
Ginting kembali diharapkan bisa mengalahkan Antonsen di laga ini sekaligus mengatasi beban selalu menang yang mungkin muncul di tengah pertarungan.
Sedangkan di dua nomor tersisa, di atas kertas Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga punya keunggulan atas lawan-lawannya.
Greysia/Apriyani selalu menang dalam enam pertandingan lawan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen sedangkan Mathias Thyrri/Amalie Magelund adalah pasangan dadakan yang belum pernah berduel lawan Praveen/Melati.
Indonesia punya peluang lebih besar untuk menang lawan Denmark di laga ini. Kemenangan Indonesia, alias poin ketiga Indonesia bahkan bisa didapat sebelum partai kelima digelar.
Tetapi Denmark masih menyimpan potensi berbahaya, terutama di duel tunggal putri dan tunggal putra yang berlangsung di partai 2-3.
Indonesia akan menghadapi Denmark di Piala Sudirman 2021. Berikut ulasan strategi berdasarkan susunan pemain kedua tim.
Indonesia dan Denmark sudah sama-sama menjejakkan kaki di perempat final. Namun Indonesia dan Denmark sama-sama dipastikan ngotot untuk merebut status sebagai juara grup.
Dalam susunan pemain, Indonesia membuat kejutan dengan menempatkan Putri Kusuma Wardani sebagai pemain tunggal putri. Sedangkan di kubu Denmark, mereka juga memilih Anders Antonsen dibanding Viktor Axelsen di tunggal putra dan Mathias Thyrri/Amalie Magelund dibandingkan Mathias Christiansen/Alexandra Boje di nomor ganda campuran.
Merujuk kekuatan yang ada, Indonesia punya keunggulan di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sedangkan kekuatan di nomor tunggal putri dan tunggal putra dibilang imbang.
Namun dua nomor tersebut termasuk dalam tiga nomor awal yang dipertandingkan. Karena itu, pertarungan Indonesia vs Denmark bakal tetap terbilang imbang dan menegangkan.
Denmark yang tidak membawa Kim Astrup lantaran cedera, memainkan Mads Pieler Kolding/Frederik Sogaard. Mereka akan coba mencuri kemenangan dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Tanpa catatan pertemuan sebelumnya, Kevin/Marcus belum punya gambaran utuh tentang gaya main Kolding/Sogaard yang merupakan pasangan anyar. Namun Kolding sendiri terbilang punya pengalaman main di papan atas saat ia berduet Mads Conrad-Petersen.
Kevin/Marcus mungkin bakal punya hambatan di awal permainan tetapi mereka sudah dapat duel sulit lawan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Hal itu yang diharapkan membuat Kevin/Marcus tidak susah mencapai level terbaik permainan mereka.
Laga paling krusial bagi Indonesia sejatinya ada di nomor tunggal putri. Pelatih memutuskan memainkan Putri KW yang belum pernah berduel lawan Mia Blichfeldt dibandingkan Gregoria Mariska.
Putri KW punya pengalaman jadi andalan beregu saat membawa Indonesia memenangkan Piala Suhandinata 2019. Putri KW juga dalam kondisi bagus karena tampil apik dan sudah juara Spain Masters di tahun ini.
Jika Putri KW bisa merebut kemenangan dan membawa Indonesia unggul 2-0, angin kemenangan bakal bertiup kencang ke arah Indonesia di laga ini.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Greysia/Apriyani Punya Rekor Bagus
Greysia/Apriyani punya rekor bagus atas lawan. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Pada laga ketiga, duel seimbang terjadi antara Ginting lawan Antonsen. Laga ini adalah ulangan perempat final Olimpiade 2020.
Di Olimpiade, Ginting sukses mengalahkan Antonsen lewat pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 21-18, 15-21, 21-18.
Keputusan Denmark menurunkan Antonsen juga terbilang mengejutkan lantaran Antonsen kalah 0-4 dalam rekor pertemuan lawan Ginting. Viktor Axelsen yang justru punya rekor lebih baik lawan Ginting tidak dimainkan.
Laga Ginting vs Antonsen bakal sulit diprediksi. Kemampuan Ginting dan Antonsen juga bakal dipengaruhi skor besar yang sedang ada dalam duel Indonesia vs Denmark.
Ginting kembali diharapkan bisa mengalahkan Antonsen di laga ini sekaligus mengatasi beban selalu menang yang mungkin muncul di tengah pertarungan.
Sedangkan di dua nomor tersisa, di atas kertas Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga punya keunggulan atas lawan-lawannya.
Greysia/Apriyani selalu menang dalam enam pertandingan lawan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen sedangkan Mathias Thyrri/Amalie Magelund adalah pasangan dadakan yang belum pernah berduel lawan Praveen/Melati.
Indonesia punya peluang lebih besar untuk menang lawan Denmark di laga ini. Kemenangan Indonesia, alias poin ketiga Indonesia bahkan bisa didapat sebelum partai kelima digelar.
Tetapi Denmark masih menyimpan potensi berbahaya, terutama di duel tunggal putri dan tunggal putra yang berlangsung di partai 2-3.