5 Tanda Egy Bakal Bersinar di Timnas Indonesia vs Taiwan
CNN Indonesia
Selasa, 05 Okt 2021 10:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Egy Maulana Vikri akan jadi andalan Timnas Indonesia saat melawan Taiwan. (Dok. FK Senica)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemain FK Senica, Egy Maulana Vikri, jadi salah satu pemain yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia untuk menghadapi Taiwan di play off Kualifikasi Piala Asia 2023.
Egy termasuk satu di antara lima pemain dari luar negeri yang memenuhi panggilan Shin Tae Yong ke Timnas Indonesia. Empat pemain lainnya yaitu Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners), Witan Sulaeman (Lechia Gdansk), Syahrian Abimanyu (Johor Darul Ta'zim), dan Ryuji Utomo (Penang FC).
Egy pun sudah bergabung dengan rekan-rekan di tim Merah Putih. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri memastikan pemain kelahiran Medan itu akan ambil bagian dalam dua laga melawan Taiwan, 7 dan 11 Oktober mendatang.
Egy datang langsung dari Slovakia usai memperkuat FK Senica yang kalah 1-2 dari Sered di Liga Super Slovakia, Sabtu (2/10).
Berikut tanda-tanda Egy bakal bersinar di Timnas Indonesia vs Taiwan:
1. Terasah di Senica
Keputusan Egy bergabung dengan Senica terbukti tepat. Pemain berusia 21 itu mendapatkan menit bermain yang jauh lebih banyak ketimbang saat berseragam Lechia Gdansk.
Egy tercatat sudah empat kali tampil bersama Senica di Fortuna Liga. Egy mencatatkan menit bermain sebanyak 120 menit.
Menit bermain yang banyak itu turut berdampak pada kontribusi yang diberikan Egy. Ia berhasil memberikan dua assist buat Senica.
2. Makin Diandalkan Sebagai Eksekutor Set Pieces
Egy tampak dipercaya sebagai eksekutor bola mati meski baru bergabung dengan Senica. Pemain jebolan SKO Ragunan itu dalam beberapa kesempatan bertugas sebagai penendang sepak pojok maupun tendangan bebas yang didapat Senica.
Kendati belum mampu memberi kontribusi lewat situasi set pieces, kepercayaan ini sangat berharga buat Egy. Kemampuan Egy dalam mengeksekusi set pieces bakal lebih terasah dengan kesempatan yang diberikan.
Dalam beberapa pertandingan yang dilakoni Senica, Egy juga terlihat piawai dalam mengirimkan umpan sepak pojok. Namun, untuk urusan tendangan bebas Egy masih butuh waktu untuk menyempurnakan kemampuannya.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
3. Berani Melakukan Aksi Individu
Egy memperlihatkan kepercayaan diri dalam melakukan aksi individu semakin meningkat di Senica. Bukti itu diperlihatkan Egy saat mengantarkan Senica mengalahkan Nafta Gbely di babak ketiga Piala Slovakia.
Egy mendapatkan setidaknya satu peluang untuk mencetak gol ke gawang Nafta Gbely. Tiga peluang yang didapat Egy bermula dari aksi individu.
Sayangnya, penyelesaian akhir Egy masih belum maksimal sehingga tak bisa mencetak gol. Kelemahan ini yang perlu dibenahi Egy agar makin berbahaya di kotak penalti lawan.
Dua assist yang telah dibukukan Egy bersama Senica jadi bukti kepiawaiannya. Nilai plus ini pula yang membuat menit bermain Egy cukup banyak di awal musim ini.
Egy menyumbang dua assist di ajang yang berbeda. Satu saat menjalani debut melawan FK Pohronie di Fortuna Liga dan satu assist lainnya tercipta saat mengalahkan Nafta Gbely di Piala Slovakia.
Kepiawaian Egy dalam memberikan assist ini menjadi modal bagus untuk Timnas Indonesia. Dengan begitu, variasi permainan Timnas Indonesia asuhan Shin Tae Yong bakal lebih sulit ditebak.
5. Berani Duel dengan Pemain dengan Postur Besar
Keputusan Egy bermain di Eropa membuatnya banyak bertemu dengan pemain-pemain yang secara postur lebih tinggi dari dirinya.
Namun, situasi itu tidak membuat Egy kecil hati. Terbukti mantan penggawa Timnas Indonesia U-23 itu tak ciut nyali berduel dengan pemain yang punya postur lebih tinggi.
Nyali Egy ini bisa menjadi nilai plus untuk Timnas Indonesia. Dengan keberanian untuk melakukan duel, Egy akan jadi ancaman serius saat Timnas Indonesia bersua Taiwan.
Pemain FK Senica, Egy Maulana Vikri, jadi salah satu pemain yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia untuk menghadapi Taiwan di play off Kualifikasi Piala Asia 2023.
Egy termasuk satu di antara lima pemain dari luar negeri yang memenuhi panggilan Shin Tae Yong ke Timnas Indonesia. Empat pemain lainnya yaitu Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners), Witan Sulaeman (Lechia Gdansk), Syahrian Abimanyu (Johor Darul Ta'zim), dan Ryuji Utomo (Penang FC).
Egy pun sudah bergabung dengan rekan-rekan di tim Merah Putih. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri memastikan pemain kelahiran Medan itu akan ambil bagian dalam dua laga melawan Taiwan, 7 dan 11 Oktober mendatang.
Egy datang langsung dari Slovakia usai memperkuat FK Senica yang kalah 1-2 dari Sered di Liga Super Slovakia, Sabtu (2/10).
Berikut tanda-tanda Egy bakal bersinar di Timnas Indonesia vs Taiwan:
1. Terasah di Senica
Keputusan Egy bergabung dengan Senica terbukti tepat. Pemain berusia 21 itu mendapatkan menit bermain yang jauh lebih banyak ketimbang saat berseragam Lechia Gdansk.
Egy tercatat sudah empat kali tampil bersama Senica di Fortuna Liga. Egy mencatatkan menit bermain sebanyak 120 menit.
Menit bermain yang banyak itu turut berdampak pada kontribusi yang diberikan Egy. Ia berhasil memberikan dua assist buat Senica.
2. Makin Diandalkan Sebagai Eksekutor Set Pieces
Egy tampak dipercaya sebagai eksekutor bola mati meski baru bergabung dengan Senica. Pemain jebolan SKO Ragunan itu dalam beberapa kesempatan bertugas sebagai penendang sepak pojok maupun tendangan bebas yang didapat Senica.
Kendati belum mampu memberi kontribusi lewat situasi set pieces, kepercayaan ini sangat berharga buat Egy. Kemampuan Egy dalam mengeksekusi set pieces bakal lebih terasah dengan kesempatan yang diberikan.
Dalam beberapa pertandingan yang dilakoni Senica, Egy juga terlihat piawai dalam mengirimkan umpan sepak pojok. Namun, untuk urusan tendangan bebas Egy masih butuh waktu untuk menyempurnakan kemampuannya.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Piawai Memberikan Assist
Egy Maulana Vikri jadi salah satu pemain dari luar negeri yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
3. Berani Melakukan Aksi Individu
Egy memperlihatkan kepercayaan diri dalam melakukan aksi individu semakin meningkat di Senica. Bukti itu diperlihatkan Egy saat mengantarkan Senica mengalahkan Nafta Gbely di babak ketiga Piala Slovakia.
Egy mendapatkan setidaknya satu peluang untuk mencetak gol ke gawang Nafta Gbely. Tiga peluang yang didapat Egy bermula dari aksi individu.
Sayangnya, penyelesaian akhir Egy masih belum maksimal sehingga tak bisa mencetak gol. Kelemahan ini yang perlu dibenahi Egy agar makin berbahaya di kotak penalti lawan.
Dua assist yang telah dibukukan Egy bersama Senica jadi bukti kepiawaiannya. Nilai plus ini pula yang membuat menit bermain Egy cukup banyak di awal musim ini.
Egy menyumbang dua assist di ajang yang berbeda. Satu saat menjalani debut melawan FK Pohronie di Fortuna Liga dan satu assist lainnya tercipta saat mengalahkan Nafta Gbely di Piala Slovakia.
Kepiawaian Egy dalam memberikan assist ini menjadi modal bagus untuk Timnas Indonesia. Dengan begitu, variasi permainan Timnas Indonesia asuhan Shin Tae Yong bakal lebih sulit ditebak.
5. Berani Duel dengan Pemain dengan Postur Besar
Keputusan Egy bermain di Eropa membuatnya banyak bertemu dengan pemain-pemain yang secara postur lebih tinggi dari dirinya.
Namun, situasi itu tidak membuat Egy kecil hati. Terbukti mantan penggawa Timnas Indonesia U-23 itu tak ciut nyali berduel dengan pemain yang punya postur lebih tinggi.
Nyali Egy ini bisa menjadi nilai plus untuk Timnas Indonesia. Dengan keberanian untuk melakukan duel, Egy akan jadi ancaman serius saat Timnas Indonesia bersua Taiwan.