Susy: Indonesia Masih Punya Kans di Thomas dan Uber
CNN Indonesia
Jumat, 08 Okt 2021 15:53 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gregoria akan jadi ujung tombak Indonesia di Uber Cup. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Melihat peta kekuatan Indonesia, Susy menjelaskan di Thomas Cup Indonesia punya kekuatan yang cukup solid di ganda putra. Tiga ganda putra Indonesia berada di 10 besar dunia, Mrcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra SetiawanMohammad Ahsan di peringkat 1-2 serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di peringkat tujuh dunia.
Di tunggal putra, Indonesia masih berharap dari Anthony Sinisuka Ginting sebagai tunggal pertama yang saat ini ada di peringkat lima dunia. Kemudian di tunggal kedua ada Jonatan Christie (7) serta antara Shesar Hiren Rusthavito dan Chico Aura Dwi Wardoyo yang akan menjadi tunggal ketiga Merah-Putih nantinya.
"Kekuatan kita ada di ganda. Otomatis kalau lihat hitung-hitungan, kita tinggal curi poin satu di tunggal. Tunggal ada di Ginting, tapi Ginting akan bertemu dengan pemain top semua, jadi dia harus kerja keras sebagai pembuka jalan bagi yang lain," jelas Susy.
"Untuk Jojo, kepercayaan diri dan permainannya sejak Asian Games 2018 drop dan belum balik lagi ke permainan semula. Mainnya monoton dan dia seperti masih mencari permainannya lagi, keyakinannya lagi, jadi belum konsisten. Jojo kita harapkan bisa lebih percaya diri dan main nothing to lose. Dia harus menyiapkan diri lebih lagi, belajar menganalisa lawan," lanjutnya.
Sedangkan di Tim Uber Indonesia kali ini bakal lebih di dominasi pemain muda, seperti Ester Nurumi Tri Wardoyo, Putri Kusuma Wardani, Putri Syaikah, Jesita Putri Miantoro, Nandini Putri Arumni, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto, Nita Violina Marwah, Febby Valencia Dwijayanti Gani. Selain itu ada juga pemain senior seperti Greysia Polii, Apriyani Rahayu, dan Gregoria Mariska.
Di tunggal putri, menurut Susy, Gregoria masih jadi tumpuan buat menghasilkan poin. Begitu juga Greysia/Apriyani di ganda putri.
"Itu mungkin yang terbaik, tapi siapapun yang diturunkan harus siap ambil poin. Pemain muda juga tidak cuma buat cari pengalaman, tapi mereka juga punya tanggung jawab yang sama karena bersama-sama."
"Peran senior penting untuk menjaga kekompakan, motivasi, masukan dan arahan. Atlet muda juga jangan minder karena akan bermain di bawah tekanan," tutup Susy.
(ttf/ptr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Legenda bulutangkis Susy Susanti menyebut Indonesia masih punya kans untuk tampil sebagai juara di Thomas Cup dan Uber Cup 2020 yang digelar di Aarhus, Denmark mulai 9-17 Oktober mendatang.
Kekalahan di babak perempat final Sudirman Cup 2021 lalu disebut Susy bisa menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain untuk kembali bangkit. Meskipun harus diakui, sekalipun di atas kertas Indonesia masih diunggulkan, tapi di lapangan apapun masih memungkinkan untuk terjadi.
"Kami harapkan pastinya kekalahan di Piala Sudirman kemarin memacu semangat pemain untuk pertandingan berikutnya bisa tampil lebih maksimal. Manajer, pembina, Binpres [Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky] dan pengurus tentunya mereka juga membutuhkan dukungan, untuk membangkitkan motivasi ke atlet supaya bisa tampil maksimal," kata Susy kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/10).
Terkait peluang, Susy menjelaskan Indonesia tetap masih punya peluang. Begitu juga halnya dengan kans untuk mengembalikan gelar Thomas Cup yang terakhir diraih pada 2002 dan Uber Cup pada 1996.
Baik di Thomas dan Uber Cup, Jepang dan China masih bakal jadi batu sandungan terberat buat Indonesia di edisi kali ini. Dua negara tersebut dianggap cukup solid secara kekuatan.
"Tapi kan pertandingan apapun bisa jadi. Misalnya, China di Piala Sudirman kemarin tidak dengan kekuatan full, pakai pemain muda bahkan, bisa mengalahkan Jepang dan jadi juara."
"Melihat hitung-hitungan prestasi dan pandemi banyak perubahan karena tidak ada pertandingan. Tapi dari ranking secara kekuatan didominasi Jepang dan China yang solid, Thailand juga cukup bagus, Korea Selatan lumayan tapi tidak sesolid China dan Jepang," imbuhnya.
Hasil kekalahan di babak perempat final Piala Sudirman 2021 disebut Susy jelas membuat sedih seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih, kekalahan Tim Merah Putih didapat dari Malaysia, negara tetangga yang punya sejarah gengsi tinggi bila keduanya berjumpa.
"Sebagai seorang atlet, Indonesia boleh kalah dari negara lain tapi jangan dari Malaysia. Tapi namanya olahraga, situasi di lapangan bisa terjadi apa saja. Ketegangan dan tekanan jadi walaupun atlet kita di atas kertas unggul tapi tetap saja di pertandingan tidak bisa ditebak," ungkap Susy.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Gregoria Diharapkan, Jonatan Harus Lebih Baik
Gregoria akan jadi ujung tombak Indonesia di Uber Cup. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Melihat peta kekuatan Indonesia, Susy menjelaskan di Thomas Cup Indonesia punya kekuatan yang cukup solid di ganda putra. Tiga ganda putra Indonesia berada di 10 besar dunia, Mrcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra SetiawanMohammad Ahsan di peringkat 1-2 serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di peringkat tujuh dunia.
Di tunggal putra, Indonesia masih berharap dari Anthony Sinisuka Ginting sebagai tunggal pertama yang saat ini ada di peringkat lima dunia. Kemudian di tunggal kedua ada Jonatan Christie (7) serta antara Shesar Hiren Rusthavito dan Chico Aura Dwi Wardoyo yang akan menjadi tunggal ketiga Merah-Putih nantinya.
"Kekuatan kita ada di ganda. Otomatis kalau lihat hitung-hitungan, kita tinggal curi poin satu di tunggal. Tunggal ada di Ginting, tapi Ginting akan bertemu dengan pemain top semua, jadi dia harus kerja keras sebagai pembuka jalan bagi yang lain," jelas Susy.
"Untuk Jojo, kepercayaan diri dan permainannya sejak Asian Games 2018 drop dan belum balik lagi ke permainan semula. Mainnya monoton dan dia seperti masih mencari permainannya lagi, keyakinannya lagi, jadi belum konsisten. Jojo kita harapkan bisa lebih percaya diri dan main nothing to lose. Dia harus menyiapkan diri lebih lagi, belajar menganalisa lawan," lanjutnya.
Sedangkan di Tim Uber Indonesia kali ini bakal lebih di dominasi pemain muda, seperti Ester Nurumi Tri Wardoyo, Putri Kusuma Wardani, Putri Syaikah, Jesita Putri Miantoro, Nandini Putri Arumni, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto, Nita Violina Marwah, Febby Valencia Dwijayanti Gani. Selain itu ada juga pemain senior seperti Greysia Polii, Apriyani Rahayu, dan Gregoria Mariska.
Di tunggal putri, menurut Susy, Gregoria masih jadi tumpuan buat menghasilkan poin. Begitu juga Greysia/Apriyani di ganda putri.
"Itu mungkin yang terbaik, tapi siapapun yang diturunkan harus siap ambil poin. Pemain muda juga tidak cuma buat cari pengalaman, tapi mereka juga punya tanggung jawab yang sama karena bersama-sama."
"Peran senior penting untuk menjaga kekompakan, motivasi, masukan dan arahan. Atlet muda juga jangan minder karena akan bermain di bawah tekanan," tutup Susy.