Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya muncul tiga bintang baru di Timnas Indonesia arahan Shin Tae Yong seusai menyingkirkan Taiwan pada babak playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.
Pasukan Garuda sukses menyingkirkan Taiwan dengan agregat 5-1 dalam format dua leg yang digelar di Stadion Chang Arena, Buriram, Thailand.
Indonesia lebih dulu menang 2-1 pada leg pertama lewat gol-gol Ramai Rumakiek dan Evan Dimas Darmono. Pada laga kedua, tim Merah Putih berhasil menggasak Taiwan 3-0 melalui aksi Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, dan Witan Sulaeman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skuad Indonesia vs Taiwan merupakan kombinasi para pemain muda dan senior. Sebagian besar pemain memang sudah lebih dulu melejit sejak di timnas kelompok umur. Sebut saja, Egy, Witan, Rachmat Irianto, Pratama Arhan, Syahrian Abimanyu, maupun M Riyandi.
Dalam beberapa edisi terakhir, Asnawi Mangkualam dan Evan Dimas kerap jadi pilihan utama baik di era Luis Milla maupun saat ini ketika dilatih Shin Tae Yong.
Sementara Victor Igbonefo dan Fachruddin Aryanto jadi dua bek senior yang kaya pengalaman di timnas maupun di Liga 1. Terutama Igbonefo, pemain naturalisasi ini sempat kalah bersaing dalam beberapa tahun terakhir namun kembali dipercaya Shin Tae Yong.
Bisa dibilang, skuad Indonesia vs Taiwan sudah cukup sering membela timnas di berbagai kelompok umur. Namun, sedikitnya ada tiga pemain debutan yang sukses mencuri perhatian Shin Tae Yong.
Berikut 3 bintang baru di Timnas Indonesia
1. Ramai Rumakiek
Pemain muda Persipura ini menjadi salah satu debutan yang sukses mencuri perhatian publik lewat satu gol yang dilesakkannya pada leg pertama.
Ramai mencetak gol saat laga baru berjalan 18 menit memanfaatkan umpan silang Miftah Anwar Sani. Ia lebih dulu melakukan kontrol apik di antara dua pemain lawan sehingga ia berhasil berada dalam posisi bebas.
Pemain berusia 19 tahun itu kemudian dengan dingin mengirim bola masuk ke gawang Taiwan yang dikawal Shin Shin An. Ini merupakan gol indah yang disumbang untuk kali pertama bagi Timnas Indonesia.
Sayang aksi impresif Ramai hanya bertahan 25 menit. Ia meringis kesakitan usai dihar pemain lawan yang membuat pelatih menariknya keluar untuk digantikan Egy Maulana Vikri. Pada leg kedua, Ramai masuk sebagai pemain pengganti Egy Maulana di 16 menit terakhir.
Ramai mencuri perhatian Shin karena tampil impresif bersama Persipura di Liga 1 2021/2022. Pemuda kelahiran Jayapura, 19 April 2002 ini tampil lima kali di kompetisi kasta tertinggi dengan torehan satu gol.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Ricky Kambuaya Bikin Lini Tengah Makin Bergairah
Ricky Kambuaya jadi idola baru di lini tengah. (Dok.PSSI)
Sepintas, aksinya mengingatkan publik terhadap legenda Persipura Boaz Solossa. Mengandalkan kecepatan, punya olah bola yang bagus, serta naluri mencetak gol yang tinggi.
Jika mampu mengembangkan permainan lebih matang lagi, bukan tak mungkin Ramai Rumakiek bakal jadi mutiara baru di Timnas Indonesia seperti yang pernah dilakukan Boaz Solossa muda.
2. Ricky Kambuaya
Ricky Kambuaya masuk daftar pemain debutan yang rutin menjadi starter saat melawan Taiwan. Gelandang berusia 25 tahun ini tak hanya membuat lini tengah Garuda bergairah untuk menekan lawan, ia juga tampil ngotot untuk merebut bola.
Pada leg kedua lawan Taiwan, Ricky sukses menyumbang satu gol indah. Mendapat bola liar di sisi kiri kotak penalti, Ricky melepaskan tembakan keras yang menghunjam sisi kiri atas gawang Taiwan.
Duetnya bersama Evan Dimas Darmono terbilang harmonis dan berhasil membuat lini tengah yang kental determinasi. Kuat dalam menyerang dan menerapkan pressing tinggi di daerah pertahanan lawan.
[Gambas:Video CNN]
Ricky Kambuaya baru kali pertama dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Taiwan. Namun, permainannya yang lugas tampaknya berhasil bikin Shin Tae Yong jatuh hati.
Kendati lahir di Sorong, Papua, Ricky Kambuaya lebih banyak menghabiskan kariernya di tim Pulau Jawa. Pro Duta, PS Mojokerto Putra pernah ia bela sebelum pindah ke PSS Sleman dan kini melejit bersama Persebaya Surabaya.
3. Miftah Anwar Sani
Pemain Barito Putera ini menjadi salah satu debutan yang sukses di Timnas Indonesia. Satu assist di laga pertama lawan Taiwan membuat namanya jadi bahan perbincangan.
Miftah merupakan bek sayap modern yang punya kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya. Namun, ia masih harus bersaing dengan Pratama Arhan di posisi bek kiri.
[Gambas:Photo CNN]
Sementara Pratama Arhan merupakan pemain bintang Timnas U-19 yang pernah dikelola Shin Tae Yong. Belum lagi Indonesia masih memiliki Rezaldi Hehanusa dari Persija Jakarta dan Ricky Fajrin yang bermain di Bali United.
Sempat grogi di awal leg pertama, tetapi Miftah cukup sukses membayar kepercayaan Shin Tae Yong lewat satu assist. Namanya mulai diperhitungkan untuk bersaing di pos bek kiri tim Merah Putih.