Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia U-23 gagal tampil di Piala Asia U-23 2022 setelah kalah 0-1 dari Australia pada leg kedua Grup G. Satu kebobolan Garuda Muda itu tercipta karena blunder.
Dalam situasi bola mati, striker Taufik Hidayat gagal membuang bola. Sapuannya malah seperti mengumpan di depan gawang dan langsung disambar oleh Patrick Wood.
Sepanjang 45 menit babak pertama Taufik juga tak bisa menciptakan peluang. Padahal ia tampil gemilang di leg pertama dengan mencetak satu gol saat diturunkan sebagai pemain pengganti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Striker Persija Jakarta itu bisa dibilang gagal membayar kepercayaan pelatih Shin Tae Yong di babak pertama. Terlebih Timnas U-23 hanya punya satu on target yang diciptakan Witan Sulaeman.
Di pertandingan leg kedua Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 ini Timnas U-23 tak bisa bermain ideal. Instruksi Shin untuk memaksimalkan bola bawah tak berjalan.
High pressing yang diterapkan Australia U-23 memaksa pemain Indonesia melepaskan umpan panjang. Dampaknya pola yang dipaksakan ini mudah dipatahkan lawan.
Tim asuhan Shin Tae Yong ini hanya sesekali bisa bermain dari kaki ke kaki, sebelum akhirnya direbut lawan. Pola main Timnas U-23 benar-benar bisa diantisipasi.
Karenanya serangan balik dijadikan senjata. Pada babak pertama tercipta dua counter attack yang cukup matang, sayang gagal dikonversi menjadi gol.
Adapun pada babak kedua hampir tak ada serangan balik yang efektif. Trevor Morgan, karteker pelatih Australia U-23, berhasil meredam pola yang disiapkan Shin.
Witan yang diharapkan jadi pembeda, pun tak bisa mencetak gol. Ini karena Witan dikawal dengan ketat oleh kapten Australia, Marc Tokich.
Setiap kali Witan mendapat umpan, sedikitnya tiga pemain berada di dekat Witan. Hal ini membuat pemain Lechia Gdansk ini hanya melepas satu shoot on target.
Baca lanjutan berita ini di halaman selanjutnya>>>
Etos Kerja Garuda Muda Layak Diacungi Jempol
Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke Piala Asia U-23 2022. (FOTO/Arsip PSSI)
Terlepas itu pemain Timnas Indonesia U-23 bekerja ekstra keras. Menjelang akhir laga misalnya, pemain mengalami kram. Salah satunya adalah Asnawi Mangkualam Bahar.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Republican Center Dushanbe, Tajikistan ini Rizki Ridho dan Ernando Ari tampil gemilang di posisinya masing-masing.
CNNIndonesia.com mencatat Ridho melakukan 5 clearance, yang empat di antaranya tercipta di babak pertama. Ernando juga 5 kali melakukan penyelamatan di babak kedua.
Pada saat yang sama gelandang muda Marselino Ferdinan tampil grogi pada awal pertandingan. Ia banyak melakukan kesalahan dan gagal saat berduel.
Secara keseluruhan penampilan Indonesia U-23 jauh meningkat, terutama soal etos kerja dan semangat juang hingga akhir laga. Hanya saja, persoalan fisik, mental bertanding, dan penyelesaian akhir masih jadi pekerjaan rumah yang belum bisa dituntaskan Shin Tae Yong.
Dengan demikian Indonesia gagal mewujudkan mimpi lolos ke Piala Asia U-23 2022 lewat agregat 2-4. Sebelumnya, skuad arahan Shin Tae Yong menelan kekalahan 2-3 di venue yang sama.
[Gambas:Photo CNN]
Australia berhak melaju ke pentas sepakbola akbar Asia U-23 tahun depan dengan status sebagai juara Grup G. Olyroos menjadi satu-satunya wakil grup ini karena China dan Brunei Darussalam mengundurkan diri.
Selanjutnya, Shin Tae Yong akan memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2021 pada Desember mendatang. Ia mengaku akan memanggil beberapa pemain terbaik Garuda Muda ke skuad senior.
[Gambas:Video CNN]