Cristiano Ronaldo bisa menghapus luka Liverpool jika mampu menang lawan Man City. (Reuters/MATTHEW CHILDS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cristiano Ronaldo langsung jadi pahlawan Manchester United sekembalinya ke Old Trafford musim ini, namun belum mencapai status 'pangeran'. Duel Manchester United vs Manchester City bisa menentukan status Ronaldo menjadi Pangeran Man Utd musim ini.
Dari total 15 pertandingan musim ini, Ronaldo tampil 11 kali dan mengoleksi sembilan gol. Pemain 36 tahun ini moncer di Liga Champions dengan lima gol dari empat pertandingan.
Sebaliknya pamor CR7 kurang mentereng di Liga Inggris. Pemain yang telah mengoleksi 798 gol di sepanjang karier profesional ini baru melesakkan empat gol di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan saat Man Utd melawan musuh bebuyutan Liverpool, Ronaldo tak berkutik. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini dilumat The Reds dengan skor 0-5. Kekalahan ini membuat posisi Ole Gunnars Solskjaer terancam.
Ultimatum didedahkan. Jika sampai kalah dalam tiga laga beruntun: melawan Tottenham Hotspur, Atalanta, dan Manchester City, Solskjaer akan dipecat sebagai pelatih Man Utd. Kini tersisa satu laga dari tiga ultimatum.
Man Utd mengalahkan Tottenham dan mengimbangi Atalanta. Hasil positif dalam dua laga ini tak bisa lepas dari Ronaldo. Mantan pemain Real Madrid ini menyumbang tiga gol dalam dua laga penting tersebut.
Namun perlu dicatat dua laga ini tak akan ada artinya jika sampai dipermalukan Man City, klub yang disebut 'tetangga berisik' itu. Jika sampai kalah, apalagi dipermalukan seperti saat menjamu Liverpool, azab niscaya tiba.
Ronaldo yang diharapkan jadi Pangeran Man Utd untuk memimpin perburuan gelar, tak bisa dipungkiri sedang meragukan. Dari empat gol di Liga Inggris musim ini, tercipta saat melawan tim medioker: Newcastle United, West Ham United, dan Tottenham.
Karenanya pertandingan melawan The Citizen jadi momentum tepat Ronaldo mendapat mahkota Pangeran Man Utd musim ini.
Jika Ronaldo bisa jadi penentu kemenangan Man Utd saat menjamu Man City, pemain asal Portugal itu sahih disebut Pangeran Man Utd musim ini.
Cristiano Ronaldo sering menjadi pahlawan Man Utd musim ini. (Reuters/MATTHEW CHILDS)
Selain itu luka kekalahan memalukan dari Liverpool bisa dilupakan jika Man Utd mampu mengalahkan Man City.
Rekor Ronaldo vs Man City juga cukup impresif. Dari total 14 pertemuan melawan Man City saat berseragam Man Utd dan Real Madrid, CR7 sukses meraih 9 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kali kalah. Total 5 gol dicetak dan 3 assist diciptakan.
Seperti sabda 'semesta mendukung' Man Utd, saat ini tim asuhan Pep Guardiola sedang labil. Mereka dua kali kalah beruntun, melawan West Ham dan Crystal Palace, sebelum bangkit saat jumpa Club Brugge di Liga Champions tengah pekan ini.
Pep bahkan sempat jadi sorotan karena menganggap Brugge lebih penting dari Man Utd. Kemenangan atas Brugge dianggapnya akan jadi katalisator meraih poin dari Man Utd. Guardiola melihat Man City butuh moral kemenangan.
"Orang-orang mempermalukan saya karena mengatakan hari ini [melawan Club Brugge] lebih penting. Sekarang yang terpenting adalah United. Semua orang mengatakan 'Pep omong kosong', oh tidak. Ini sangat penting," katanya.
Akankah Ronaldo membuktikan diri bahwa ia layak disebut 'Pangeran Man Utd' dengan menjadi tokoh protagonis derby kota antara Man Utd vs Man City? Inilah momen terbaiknya.
Baca lanjutan analisis ini di halaman kedua >>>
Sayangnya Manchester United tak akan diperkuat bek Raphael Varane. Pemain Prancis tersebut didiagnosis mengalami cedera hamstring saat melawan Atalanta. Ini pukulan keras bagi Man Utd.
Pasalnya Varane baru pulih dari cedera. Ia main penuh saat saat melawan Tottenham (30/10) dan hanya tampil 38 menit menghadapi Atalanta (2/11). Kehadiran Varane membuat lini pertahan Man Utd makin kukuh.
Buktinya dari empat kekalahan Man Utd musim ini, hanya sekali Varane ambil bagian. Dalam artian, persentase menang Marcus Rashford dan kawan-kawan lebih tinggi ketika Varane tampil.
Sebaliknya kapten tim Harry Maguire kerap jadi sasaran kritik. Pemain yang dibanderol 70 juta euro saat didatangkan dari Leicester City ini disebut 'sakit-sakitan' di tengah pertandingan.
Sebagai solusi Solskjaer kemungkinan menerapkan formasi 3-4-3 seperti saat melawan Tottenham dan Atalanta. Dalam hal ini Victor Lindelof menjadi libero, didampingi Eric Bailly dan Maguire.
Terutama performa Bailly sedang moncer. Ia tampil atraktif saat melawan Atalanta dan melakukan sejumlah penyelamatan penting. Meski begitu legenda Man Utd Paul Scholes tetap khawatir.
"Begitu Varane pergi, mereka [bek Man Utd] menghilang, benar-benar goyah. Kualitas di tengah lapangan tidak bagus, memberikan bola begitu saja. Tanpa Varane pada Sabtu sangat mengkhawatirkan," katanya.
Pada saat yang sama Man City akan tampil dengan kekuatan terbaiknya. Pep pun melakukan rotasi untuk bintang-bintangnya agar tampil prima dalam Derby Manchester edisi ke-187 ini.
Raheem Sterling, Kevin de Bruyne, Riyad Mahrez, juga Phil Foden bermain secara bergantian. Situasi ini yang jadi nilai positif dari Man City, dibanding Man Utd yang memforsir tenaga pemain inti.
Berkaca dari sejarah 187 pertemuan atau 48 laga pada era Liga Premier Inggris, Man Utd dominan dengan 24 kemenangan, 9 kali imbang, dan 15 kali kalah. Man Utd pun unggul dalam hal produktivitas.
Namun dalam lima tahun terakhir atau dalam 16 pertemuan terakhir, kedudukan relatif berimbang. Man Utd menang 8 kali menang, sedangkan City unggul 6 kali, dan sisanya berakhir dengan imbang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Cristiano Ronaldo langsung jadi pahlawan Manchester United sekembalinya ke Old Trafford musim ini, namun belum mencapai status 'pangeran'. Duel Manchester United vs Manchester City bisa menentukan status Ronaldo menjadi Pangeran Man Utd musim ini.
Dari total 15 pertandingan musim ini, Ronaldo tampil 11 kali dan mengoleksi sembilan gol. Pemain 36 tahun ini moncer di Liga Champions dengan lima gol dari empat pertandingan.
Sebaliknya pamor CR7 kurang mentereng di Liga Inggris. Pemain yang telah mengoleksi 798 gol di sepanjang karier profesional ini baru melesakkan empat gol di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan saat Man Utd melawan musuh bebuyutan Liverpool, Ronaldo tak berkutik. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini dilumat The Reds dengan skor 0-5. Kekalahan ini membuat posisi Ole Gunnars Solskjaer terancam.
Ultimatum didedahkan. Jika sampai kalah dalam tiga laga beruntun: melawan Tottenham Hotspur, Atalanta, dan Manchester City, Solskjaer akan dipecat sebagai pelatih Man Utd. Kini tersisa satu laga dari tiga ultimatum.
Man Utd mengalahkan Tottenham dan mengimbangi Atalanta. Hasil positif dalam dua laga ini tak bisa lepas dari Ronaldo. Mantan pemain Real Madrid ini menyumbang tiga gol dalam dua laga penting tersebut.
Namun perlu dicatat dua laga ini tak akan ada artinya jika sampai dipermalukan Man City, klub yang disebut 'tetangga berisik' itu. Jika sampai kalah, apalagi dipermalukan seperti saat menjamu Liverpool, azab niscaya tiba.
Ronaldo yang diharapkan jadi Pangeran Man Utd untuk memimpin perburuan gelar, tak bisa dipungkiri sedang meragukan. Dari empat gol di Liga Inggris musim ini, tercipta saat melawan tim medioker: Newcastle United, West Ham United, dan Tottenham.
Karenanya pertandingan melawan The Citizen jadi momentum tepat Ronaldo mendapat mahkota Pangeran Man Utd musim ini.
Jika Ronaldo bisa jadi penentu kemenangan Man Utd saat menjamu Man City, pemain asal Portugal itu sahih disebut Pangeran Man Utd musim ini.
Cristiano Ronaldo sering menjadi pahlawan Man Utd musim ini. (Reuters/MATTHEW CHILDS)
Selain itu luka kekalahan memalukan dari Liverpool bisa dilupakan jika Man Utd mampu mengalahkan Man City.
Rekor Ronaldo vs Man City juga cukup impresif. Dari total 14 pertemuan melawan Man City saat berseragam Man Utd dan Real Madrid, CR7 sukses meraih 9 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kali kalah. Total 5 gol dicetak dan 3 assist diciptakan.
Seperti sabda 'semesta mendukung' Man Utd, saat ini tim asuhan Pep Guardiola sedang labil. Mereka dua kali kalah beruntun, melawan West Ham dan Crystal Palace, sebelum bangkit saat jumpa Club Brugge di Liga Champions tengah pekan ini.
Pep bahkan sempat jadi sorotan karena menganggap Brugge lebih penting dari Man Utd. Kemenangan atas Brugge dianggapnya akan jadi katalisator meraih poin dari Man Utd. Guardiola melihat Man City butuh moral kemenangan.
"Orang-orang mempermalukan saya karena mengatakan hari ini [melawan Club Brugge] lebih penting. Sekarang yang terpenting adalah United. Semua orang mengatakan 'Pep omong kosong', oh tidak. Ini sangat penting," katanya.
Akankah Ronaldo membuktikan diri bahwa ia layak disebut 'Pangeran Man Utd' dengan menjadi tokoh protagonis derby kota antara Man Utd vs Man City? Inilah momen terbaiknya.
Baca lanjutan analisis ini di halaman kedua >>>
Meramu Bailly Tanpa Varane
Lini belakang Man Utd rapuh tanpa Raphael Varane. (REUTERS/TONY OBRIEN)
Sayangnya Manchester United tak akan diperkuat bek Raphael Varane. Pemain Prancis tersebut didiagnosis mengalami cedera hamstring saat melawan Atalanta. Ini pukulan keras bagi Man Utd.
Pasalnya Varane baru pulih dari cedera. Ia main penuh saat saat melawan Tottenham (30/10) dan hanya tampil 38 menit menghadapi Atalanta (2/11). Kehadiran Varane membuat lini pertahan Man Utd makin kukuh.
Buktinya dari empat kekalahan Man Utd musim ini, hanya sekali Varane ambil bagian. Dalam artian, persentase menang Marcus Rashford dan kawan-kawan lebih tinggi ketika Varane tampil.
Sebaliknya kapten tim Harry Maguire kerap jadi sasaran kritik. Pemain yang dibanderol 70 juta euro saat didatangkan dari Leicester City ini disebut 'sakit-sakitan' di tengah pertandingan.
Sebagai solusi Solskjaer kemungkinan menerapkan formasi 3-4-3 seperti saat melawan Tottenham dan Atalanta. Dalam hal ini Victor Lindelof menjadi libero, didampingi Eric Bailly dan Maguire.
Terutama performa Bailly sedang moncer. Ia tampil atraktif saat melawan Atalanta dan melakukan sejumlah penyelamatan penting. Meski begitu legenda Man Utd Paul Scholes tetap khawatir.
"Begitu Varane pergi, mereka [bek Man Utd] menghilang, benar-benar goyah. Kualitas di tengah lapangan tidak bagus, memberikan bola begitu saja. Tanpa Varane pada Sabtu sangat mengkhawatirkan," katanya.
Pada saat yang sama Man City akan tampil dengan kekuatan terbaiknya. Pep pun melakukan rotasi untuk bintang-bintangnya agar tampil prima dalam Derby Manchester edisi ke-187 ini.
Raheem Sterling, Kevin de Bruyne, Riyad Mahrez, juga Phil Foden bermain secara bergantian. Situasi ini yang jadi nilai positif dari Man City, dibanding Man Utd yang memforsir tenaga pemain inti.
Berkaca dari sejarah 187 pertemuan atau 48 laga pada era Liga Premier Inggris, Man Utd dominan dengan 24 kemenangan, 9 kali imbang, dan 15 kali kalah. Man Utd pun unggul dalam hal produktivitas.
Namun dalam lima tahun terakhir atau dalam 16 pertemuan terakhir, kedudukan relatif berimbang. Man Utd menang 8 kali menang, sedangkan City unggul 6 kali, dan sisanya berakhir dengan imbang.