Jelang duel di Piala AFF 2021 (Piala AFF 2020), Timnas Indonesia vs Kamboja pernah terlibat sejumlah kontroversi dalam sejarah pertemuan kedua tim. Berikut deretan kontroversi Indonesia vs Kamboja.
Pertandingan di Piala AFF 2021 krusia bagi Indonesia dan Kamboja. Tim Merah Putih bertekad meraih poin penuh sebagai modal berharga sekaligus menambah kepercayaan diri pada laga berikutnya melawan Laos.
Sedangkan bagi Kamboja, tim berjuluk Angkor Warriors itu juga mengharapkan menang lawan Indonesia usai takluk 1-3 dari Malaysia pada pertandingan pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Piala AFF, Indonesia dan Kamboja sudah bertemu empat kali, dengan seluruh laga disapu bersih Skuad Garuda.
Selain itu, Indonesia juga pernah bertemu di level U-22 maupun ajang SEA Games. Dalam pertemuan-pertemuan itu beberapa kali diwarnai dengan kontroversi.
Indonesia tidak pernah kalah dari Kamboja di Piala AFF. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Deretan Kontroversi Indonesia vs Kamboja:
1. Marinus Pamer Alat Vital
Kemenangan Indonesia atas Kamboja, 2-0, di SEA Games 2017 ternoda dengan aksi konyol striker Marinus Wanewar. Marinus disebut memamerkan alat kelamin di hadapan kubu Kamboja.
Aksi itu dilakukan Marinus karena mendapat perlakuan berat sebelah dari wasit Nagvenkar Tejas atas perilaku kasar pemain Kamboja. Insiden tersebut terjadi pada menit-menit akhir pertandingan.
Kelakuan Marinus membuat ofisial dan pemain Kamboja berang. Laga Indonesia vs Kamboja pun berakhir dengan keributan.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya...
Kamboja Tolak Jabat Tangan Marinus
Marinus Wanewar pancing amarah Kamboja di Piala AFF U-22. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
2. Berjoget di Depan Kubu Kamboja
Dua tahun berselang, Marinus Wanewar kembali menuai kontroversi. Marinus membawa Indonesia menang 2-0 atas Kamboja di Grup B Piala AFF U-22 2019.
Akan tetapi, usai cetak gol itu Marinus berselebrasi dengan berjoget di depan bangku cadangan Kamboja.
3. Tolak Bersalaman dan Gestur Jempol
Kelakuan Marinus pada laga Piala AFF U-22 tidak berhenti dengan berjoget di hadapan kubu Kamboja. Marinus juga menunjukkan gestur jempol ke bawah ketika laga berakhir.
Saat bek Kamboja Sin Sophanat mengajak bersalaman, Marinus menolak. Mulanya kedua pemain menunjukkan gestur hendak bersalaman, namun saat tangan keduanya berdekatan, Marinus menolak.
Aksi Marinus itu mendapat protes dari para pemain Kamboja dan juga peringatan dari wasit Steve Supresencia.
4. Pemain Kamboja Tolak Marinus
Perilaku Marinus yang menolak bersalaman dengan Sophanat dibalas seluruh pemain Kamboja. Usai laga, Piala AFF U-22 memiliki kebiasaan mengajak pemain dari kedua tim bersalaman di tengah lapangan.
Akan tetapi, dalam salaman itu hanya Marinus yang ditolak skuad Kamboja. Kapten Orn Chanpolin jadi pemain pertama yang menolak jabatan tangan Marinus, sehingga diikuti pemain Kamboja lain.
Indonesia tidak pernah kalah dari Kamboja di Piala AFF. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

