Jakarta, CNN Indonesia -- Asnawi Mangkualam memberikan kabar baik untuk sepak bola Indonesia. Wakil kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 (2021) itu baru saja mendapat perpanjangan kontrak dari Ansan Greeners.
Asnawi diganjar kontrak baru hingga tahun 2023 mendatang. Perpanjangan kontrak yang menegaskan pemain asal Indonesia bisa bersaing dengan pemain-pemain yang tampil di kompetisi yang sudah lebih maju.
"Ansan Greeners FC memperpanjang kontrak pemain Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar. Asnawi yang menjadi pemain pertama Indonesia yang bermain di K-League, mampu menunjukkan kemampuannya di Ansan. Dia menunjukkan pilihan klub tidak salah," tulis pihak Ansan dalam rilis resmi mereka pada Kamis (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asnawi mendapat ganjaran yang baik setelah mengambil langkah berani pada Februari 2021 lalu. Pemain asal Makassar itu rela melepaskan gaji besar dan status pemain top di kompetisi tanah air.
Asnawi telah masuk kategori pemain papan atas di pentas Liga 1. Ia rutin jadi langganan starter di PSM dan Timnas Indonesia kelompok umur di posisi bek kanan.
 Asnawi Mangkualam sudah jadi langganan starter sejak di PSM Makassar. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA) |
Sosoknya sulit digantikan oleh pemain lain. Namun, Asnawi tidak silau dengan statusnya tersebut. Pun demikian dengan gaji besar yang diterimanya di usia yang relatif muda.
Keputusan berani pun diambil Asnawi dengan pergi ke Korsel. Putra dari legenda Juku Eja, Bahar Muharram itu meninggalkan zona nyaman untuk memulai langkah baru dalam kariernya.
Asnawi bisa dikatakan mundur satu langkah dalam hal finansial demi bisa menapaki karier yang lebih tinggi. Gaji besar dan status pemain top ditinggalkan dengan bergabung bersama Ansan.
Di Korsel, Asnawi jelas berstatus pemain antah berantah. Apalagi, ia datang dari Indonesia, negara yang sepak bolanya masuk kategori berkembang, kalau tidak mau dibilang ketinggalan.
Satu per satu rintangan perlahan bisa dilalui Asnawi di negeri orang. Kerja keras, tekad, dan mimpinya untuk bisa bermain di Eropa suatu saat nanti mendorong Asnawi bertahan di Ansan.
Situasi yang tidak mudah karena Asnawi harus beradaptasi dengan cuaca, budaya yang berbeda, dan tentunya tuntutan sepak bola Korsel yang mengharuskan setiap pemain kuat bertarung selama 90 menit.
Bermain stabil selama 90 menit memang bukan hal mudah. Apalagi lazimnya para pemain Indonesia disebut hanya kuat bermain selama 60 menit dalam sebuah pertandingan.
Kemauan Asnawi untuk bekerja keras membuatnya rutin dapat menit bermain. Sepanjang musim lalu ia tampil dalam 15 laga dan kerap dimainkan di posisi yang berbeda-beda oleh mantan pelatih Ansan, Kim Gil-sik.
Asnawi Contoh Bagi Pemain Muda Lain
Asnawi Mangkualam dikontrak Ansan Greeners hingga 2023. (HUMAS PSSI/HUMAS PSSI)
Keberhasilan Asnawi mendapatkan perpanjangan kontrak di Ansan bak sebuah pesan buat para pemain muda Indonesia lainnya. Para pemain muda itu diminta tidak perlu ciut nyali atau gentar berkarier di negara yang sepak bolanya lebih maju.
Pola pikir Asnawi juga patut ditiru. Para pemain muda Indonesia pantang tergiur dengan gaji besar dan popularitas sebagai pesepak bola di tanah air.
Mimpi untuk bisa menaklukkan kerasnya kompetisi di Korsel, Jepang, atau bahkan Eropa harus ada dalam benak mereka. Mimpi itu pula yang kini tengah dirajut oleh Asnawi, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Amiruddin Bagus Kahfi.
Para pemain muda ini merasakan betapa sulitnya menembus tim inti di klub masing-masing. Situasi yang tentunya tidak akan dihadapi oleh Asnawi dkk jika memilih berkarier di tanah air.
Namun, mereka tidak menyerah dan terus berupaya meningkatkan kemampuan. Hal ini dilakukan demi berada di level yang lebih tinggi sebagai seorang pesepakbola.
 Pratama Arhan berpotensi mengikuti jejak Asnawi Mangkualam berkarier di luar negeri. (ANTARA FOTO/HUMAS PSSI) |
Terlebih kini cukup banyak pemain-pemain muda di tanah air yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Duo PSIS Semarang, Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga yang memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 jadi salah satu contohnya.
Belum lagi pemain muda berusia 17 seperti Marselino Ferdinan. Gelandang Persebaya Surabaya itu digadang-gadang jadi salah satu bakat terbesar yang akan jadi langganan Timnas Indonesia di masa depan.
Arhan, Dewangga, Marselino, dan para pemain muda lain harus punya mimpi besar. Mereka harus berani memancang target tinggi dalam karier dan bukan hanya terpaku pada target mendapatkan gaji besar.
Arhan belakangan disebut diminati oleh klub Korsel usai tampil apik di Piala AFF 2020. Sedangkan Dewangga telah meminta untuk didoakan agar bisa secepatnya berkarier di luar negeri.
Keinginan para pemain muda seperti Dewangga ini jelas pertanda baik dan sebuah kemajuan. Pola pikir yang niscaya akan membuat level para pemain Indonesia berada di tempat yang lebih baik.
Oleh karena itu, ayo para pemain muda Indonesia berani mengambil risiko seperti Asnawi. Lebih baik hujan batu di negara lain daripada hujan emas di negeri sendiri demi perkembangan karier.
[Gambas:Video CNN]