5 Fakta Marselino Ferdinan, Pemain Masa Depan Timnas Indonesia
CNN Indonesia
Selasa, 11 Jan 2022 10:44 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Marselino Ferdinan mencuri perhatian di usia muda. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dari beberapa pemain muda yang eksis di Liga 1 2021 aksi Marselino Ferdinan dianggap paling menonjol. Berikut ini adalah lima fakta pemain Timnas Indonesia U-23 ini.
Per 11 Januari 2021, Marselino telah melakoni 13 penampilan, melesakkan 3 gol, dan menyumbang 5 assist untuk Persebaya. Ini menjadi statistik paling mentereng di antara pemain di bawah U-19 lainnya.
Terbaru, pemain 17 tahun ini menyumbang assist untuk gol Samsul Arif Munip kala menghadapi Tira Persikabo, Senin (10/1). Marselino melepas umpan silang mendatar yang dengan mudah dikonversi menjadi gol.
Gol-gol pemain kelahiran Jakarta, tetapi besar di Sidoarjo ini juga terbilang spektakuler. Gol pertama Marselino misalnya, tercipta ke gawang Arema FC melalui tembakan keras terarah dari luar kotak penalti.
Berikut ini adalah lima fakta mengenai sosok Marselino Ferdinan yang belum banyak diketahui selama dirinya menekuni karier sebagai pemain profesional bersama Bajul Ijo, julukan Persebaya, mulai musim 2021.
1. Pemain Termuda Ketiga
Marselino tercatat sebagai pemain termuda ketiga yang debut di kompetisi profesional era Liga 1 sejak 2017. Ia debut di Liga 1 pada 11 September 2021 atau hanya berselang tiga hari setelah hari ulang tahunnya.
Dalam pertandingan melawan Tira Persikabo itu Marselino masuk pada menit ke-65 menggantikan Samsul Arif. Namun debut Marselino bersama Persebaya sudah tercipta pada 7 April 2021, ketika kalah 0-1 dari PSS Sleman di Piala Menpora 2021.
Adapun pemain termuda yang debut di era Liga 1 adalah Dony Tri Pamungkas bersama Persija, yakni 16 tahun, 8 bulan, dan 17 hari, disusul Ronaldo Kwateh (Madura United), yaitu 16 tahun, 10 bulan, dan 15 hari. Sedangkan Marselino debut dalam usia 17 tahun 3 hari.
2. Bisa Main Multiposisi
Sejak kecil Marselino dituntut bisa bermain di banyak posisi. Adik kandung dari pemain Persebaya Oktafianus Fernando ini sudah sering bertukar posisi dari gelandang bertahan, serang, winger, hingga bek sayap.
Masa muda yang diisi jam terbang di berbagai posisi membuat Marselino matang sebagai gelandang serang. Pelatih Persebaya Aji Santoso menyebut Marselino sebagai pemain box to box yang tak banyak dimiliki Indonesia.
"Marsel ini bisa bermain di banyak posisi. Sebagai box-to-box player maupun gelandang serang. Dia punya performa bagus musim ini," ujar Aji Santoso, pelatih Persebaya menjelang laga melawan Tira Persikabo, Minggu (9/1).
3. 100 Talenta Muda 2021
Nama Marselino mulai diperbincangkan saat masuk daftar 100 pemain muda bertalenta menjanjikan 2021 versi media Inggris The Guardian. Ini membuat Marselino termotivasi dan percaya diri untuk membuktikan kualitas.
Pasalnya pemain Indonesia lain yang pernah masuk dalam kategori sama adalah Egy Maulana Vikri pada 2017. Usai masuk daftar itu karier Egy makin melesat hingga akhirnya bisa berkarier di Eropa.
Tanda-tanda Marselino bisa meneruskan perjalanan Egy mulai terlihat. Pengguna nomor punggung 7 Persebaya ini masuk daftar skuad Timnas Indonesia U-23 meski baru berusia 17 tahun, tak pernah membela Timnas U-19.
Marselino mulai memperlihatkan hegemoninya saat tampil di Piala AFF U-15 2019. Dalam kejuaraan pembinaan ASEAN itu Marselino jadi tulang punggung Timnas Indonesia U-15. Ia tak pernah absen dalam tujuh laga.
Ia menyumbang lima gol dari lima laga babak grup. Ketajaman Marselino terkikis pada laga semifinal dan perebutan tempat ketiga. Ini membuatnya jadi top skor Timnas Indonesia dalam ajang tersebut, meski bukan striker.
Status tersubur ini membuat Marselino semakin percaya diri menjalani karier. Sayang pandemi Covid-19 menyerang pada awal 2020, sehingga perjalanan kariernya agak terhambat selama periode 2020.
5. Jebolan Real Madrid
Saat masih berusia enam tahun, Marselino memulai kariernya dengan berlatih dengan sekolah sepak bola Real Madrid Sidoarjo.
Setelah beberapa tahun dibina pelatih-pelatih Los Blancos, Marselino dipindahkan sang abang ke klub internal Persebaya, Indonesia Muda. Kompetisi yang rutin digelar membuat talenta Marselino makin terasa.
Buktinya, ia masuk skuad Persebaya U-16 yang tampil di Elite Pro Academy (EPA) meski baru berusia 13 tahun. Terjun di EPA ini pula yang membuat bakatnya terpantau Bima Sakti, yang lantas memanggilnya untuk Timnas Indonesia U-16.
Dari beberapa pemain muda yang eksis di Liga 1 2021 aksi Marselino Ferdinan dianggap paling menonjol. Berikut ini adalah lima fakta pemain Timnas Indonesia U-23 ini.
Per 11 Januari 2021, Marselino telah melakoni 13 penampilan, melesakkan 3 gol, dan menyumbang 5 assist untuk Persebaya. Ini menjadi statistik paling mentereng di antara pemain di bawah U-19 lainnya.
Terbaru, pemain 17 tahun ini menyumbang assist untuk gol Samsul Arif Munip kala menghadapi Tira Persikabo, Senin (10/1). Marselino melepas umpan silang mendatar yang dengan mudah dikonversi menjadi gol.
Gol-gol pemain kelahiran Jakarta, tetapi besar di Sidoarjo ini juga terbilang spektakuler. Gol pertama Marselino misalnya, tercipta ke gawang Arema FC melalui tembakan keras terarah dari luar kotak penalti.
Berikut ini adalah lima fakta mengenai sosok Marselino Ferdinan yang belum banyak diketahui selama dirinya menekuni karier sebagai pemain profesional bersama Bajul Ijo, julukan Persebaya, mulai musim 2021.
1. Pemain Termuda Ketiga
Marselino tercatat sebagai pemain termuda ketiga yang debut di kompetisi profesional era Liga 1 sejak 2017. Ia debut di Liga 1 pada 11 September 2021 atau hanya berselang tiga hari setelah hari ulang tahunnya.
Dalam pertandingan melawan Tira Persikabo itu Marselino masuk pada menit ke-65 menggantikan Samsul Arif. Namun debut Marselino bersama Persebaya sudah tercipta pada 7 April 2021, ketika kalah 0-1 dari PSS Sleman di Piala Menpora 2021.
Adapun pemain termuda yang debut di era Liga 1 adalah Dony Tri Pamungkas bersama Persija, yakni 16 tahun, 8 bulan, dan 17 hari, disusul Ronaldo Kwateh (Madura United), yaitu 16 tahun, 10 bulan, dan 15 hari. Sedangkan Marselino debut dalam usia 17 tahun 3 hari.
2. Bisa Main Multiposisi
Sejak kecil Marselino dituntut bisa bermain di banyak posisi. Adik kandung dari pemain Persebaya Oktafianus Fernando ini sudah sering bertukar posisi dari gelandang bertahan, serang, winger, hingga bek sayap.
Masa muda yang diisi jam terbang di berbagai posisi membuat Marselino matang sebagai gelandang serang. Pelatih Persebaya Aji Santoso menyebut Marselino sebagai pemain box to box yang tak banyak dimiliki Indonesia.
"Marsel ini bisa bermain di banyak posisi. Sebagai box-to-box player maupun gelandang serang. Dia punya performa bagus musim ini," ujar Aji Santoso, pelatih Persebaya menjelang laga melawan Tira Persikabo, Minggu (9/1).
Masuk 100 Talenta Muda 2021
Marselino Ferdinan sudah jadi bagian tim inti Persebaya Surabaya. (Antara Foto/Ananda Erlangga)
3. 100 Talenta Muda 2021
Nama Marselino mulai diperbincangkan saat masuk daftar 100 pemain muda bertalenta menjanjikan 2021 versi media Inggris The Guardian. Ini membuat Marselino termotivasi dan percaya diri untuk membuktikan kualitas.
Pasalnya pemain Indonesia lain yang pernah masuk dalam kategori sama adalah Egy Maulana Vikri pada 2017. Usai masuk daftar itu karier Egy makin melesat hingga akhirnya bisa berkarier di Eropa.
Tanda-tanda Marselino bisa meneruskan perjalanan Egy mulai terlihat. Pengguna nomor punggung 7 Persebaya ini masuk daftar skuad Timnas Indonesia U-23 meski baru berusia 17 tahun, tak pernah membela Timnas U-19.
Marselino mulai memperlihatkan hegemoninya saat tampil di Piala AFF U-15 2019. Dalam kejuaraan pembinaan ASEAN itu Marselino jadi tulang punggung Timnas Indonesia U-15. Ia tak pernah absen dalam tujuh laga.
Ia menyumbang lima gol dari lima laga babak grup. Ketajaman Marselino terkikis pada laga semifinal dan perebutan tempat ketiga. Ini membuatnya jadi top skor Timnas Indonesia dalam ajang tersebut, meski bukan striker.
Status tersubur ini membuat Marselino semakin percaya diri menjalani karier. Sayang pandemi Covid-19 menyerang pada awal 2020, sehingga perjalanan kariernya agak terhambat selama periode 2020.
5. Jebolan Real Madrid
Saat masih berusia enam tahun, Marselino memulai kariernya dengan berlatih dengan sekolah sepak bola Real Madrid Sidoarjo.
Setelah beberapa tahun dibina pelatih-pelatih Los Blancos, Marselino dipindahkan sang abang ke klub internal Persebaya, Indonesia Muda. Kompetisi yang rutin digelar membuat talenta Marselino makin terasa.
Buktinya, ia masuk skuad Persebaya U-16 yang tampil di Elite Pro Academy (EPA) meski baru berusia 13 tahun. Terjun di EPA ini pula yang membuat bakatnya terpantau Bima Sakti, yang lantas memanggilnya untuk Timnas Indonesia U-16.